GEJALA KOLIK PADA BAYI DAN CARA PENANGANANNYA

Bayi Anda menangis terus menerus dan menolak untuk disusui? Hati-hati kolik, Moms. 

Menangis adalah salah satu cara bayi berkomunikasi dan menyampaikan apa yang ia rasakan. Bayi menangis bukan hanya karena ia merasa lapar, haus, atau popoknya basah. Bayi menangis juga karena merasakan ketidaknyamanan dalam tubuhnya, salah satunya adalah kolik.

Kolik adalah sakit perut parah yang membuat bayi menangis kencang dan kuat tanpa henti. Namun, tidak semua bayi mengalami kolik.

Penyebab kolik bisa bermacam-macam. Misalnya, karena konstipasi/sembelit, alergi susu sapi, makanan tertentu yang dikonsumsi ibu yang dapat mempengaruhi ASI, udara dingin, dsb.

Gejala kolik di antaranya adalah :

  • menangis tanpa henti selama berjam-jam dan kadang disertai dengan jeritan
  • perutnya keras
  • kaki ditarik ke perut, sedangkan tangan mengepal kuat
  • kentut keras atau BAB

Bagaimana cara menangai kolik pada bayi?

  1. Ibu harus tenang dulu. Memang, kita pasti akan merasa sedih, tegang, khawatir, bahkan putus asa bila melihatdan mendengar bayi kita menangis terus menerus, tanpa kita tahu harus berbuat apa untuk meredakannya. Namun, semakin kita panik, maka anak pun akan ikut panik. Jadi, usahakan ibu untuk tetap tenang, tidak perlu terburu-buru, dan bila belum bisa tenang, tidak ada salahnya meminta bantuan suami atau orang rumah untuk memegang bayi sebentar hingga ibu bisa tenang.
  2. Balurkan minyak telon di area perut dan berikan pijatan lembut. Kemudian letakkan botol yang berisi air hangat di perut bayi agar perutnya nyaman.
  3. Tidak apa-apa jika Anda ingin memberikan air putih hangat untuk bayi, suapkan dengan sendok khusus bayi.
  4. Bawa bayi Anda berjalan-jalan, atau masukkan dalam ayunannya.
  5. Putarkan murattal, atau mengajilah di telinga bayi dengan suara lembut sambil mengusap-usap perut bayi.
  6. Pergilah ke dokter jika bayi terus menerus menangis dalam waktu yang sangat lama. Karena mungkin  bisa jadi bukan kolik penyebab ia menangis. Bisa jadi ada penyebab lain, seperti misalnya sakit yang serius, sehingga membutuhkan penanganan segera dari dokter.

 

Semoga bermanfaat !

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *