MELATIH POLA TIDUR BAYI

Bayi baru lahir memiliki pola tidur yang sering kali tidak sama dengan pola tidur orang dewasa. Umumnya bayi bisa tidur sepanjang hari, dan justru akan terjaga di malam hari saat orangtuanya hendak beristirahat. Hal inilah yang sering kali menjadi problema yang dikeluhkan oleh para orangtua, khususnya orangtua baru. Kebanyakan mereka mengeluh betapa berat dan melelahkannya mengasuh bayi yang baru lahir, terlebih bila harus mengasuh sendiri tanpa adanya bantuan.

Di minggu-minggu pertama setelah lahir, bayi memiliki kebiasaan tidur sekitar 14-18 jam perhari, dan mayoritas tidurnya adalah di siang hari. Malam harinya ia akan terjaga hingga menjelang subuh baru akan tertidur kembali. Dalam tempo 14 hingga 18 jam ini bayi tidur sambil sesekali terbangun, terkadang 2-4 jam sekali ia akan bangun, yaitu saat ia butuh minum atau popoknya basah. Waktu tidur tak terduga inilah yang sering kali membuat orangtua terutama ibu akan merasa sangat lelah.

Idealnya memang ibu harus ikut beristirahat saat bayi tidur. Namun, sering kali pekerjaan rumah menunggu untuk dibereskan. Apalagi bila sedang banyak tamu, pastilah akan repot sekali. Siang hari saat bayi tertidur adalah kesempatan bagi ibu untuk beres-beres rumah, memasak, mencuci baju, dan menyetrika. Pekerjaan itu tentu tak bisa selesai langsung sekali waktu. Karena si kecil bisa terbangun kapan saja untuk menyusu dan digantikan popoknya. Dan ketika malam tiba, saat tubuh ibu sudah sangat lelah dan butuh tidur, si kecil mungil itu justru terjaga dan mengajak bermain…

Latih pola tidurnya

Melatih bayi untuk memiliki pola tidur yang teratur dan bisa tidur sendiri adalah hal yang juga tidak mudah. Namun, bukan berarti itu tidak mungkin. Asal orangtua mau bekerjasama, insya Allah bisa. Yang jelas, sedini mungkin kita harus melatih bayi untuk mengerti bahwa siang hari adalah waktunya beraktivitas, dan ia dapat tidur di malam hari.

  • Siang hari, kita bisa mengajak si kecil bermain dengan aktivitas yang dapat menstimulasi otaknya. Bermain bola aneka warna, bermain flashcard, atau permainan bayi lainnya yang bisa membuat bayi terjaga dan tidak tidur terus menerus. Kita juga bisa membacakan buku dan mengajak bayi mengobrol. Agak aneh, karena bayi tidak bisa menanggapi kita. Tapi, jangan salah lho, Moms. Bayi tetap menangkap dan merekam informasi apapun yang kita bicarakan dengannya.
  • Malam hari, buat suasana yang mendukung untuk tidur bayi. Redupkan lampu dan buat kamar tidur menjadi hangat dan nyaman. Kalau bisa, orangtuanya -khususnya ibu- tidak menidurkannya sambil bekerja atau melakukan suatu aktivitas.

Haruskah selalu ditimang?

Tidak harus, Moms. Justru anak harus dilatih untuk bisa tidur sendiri tanpa harus kita timang-timang atau digendong. Bisa jadi kebiasaan yang akan merepotkan kita juga nantinya. Banyak orangtua yang mengalami ini, kerepotan dengan anak yang tak bisa tidur jika tidak ditimang atau digendong, atau harus membawa bayinya keluar rumah dulu baru bisa tertidur.

Pengalaman pribadi saat memiliki bayi Alifa dulu, saya hanya menyusui sebentar saja sambil saya mengaji di telinganya. Saya hanya memberi jeda sebentar setelah ia memejamkan mata, kemudian saya tinggalkan. Bahkan kadang saya cukup menyetelkan murattal saja di dekatnya, dan ia bisa tidur sendiri tanpa saya gendong.

Pernah saat usianya masuk 8 bulan, Alifa sulit tidur sendiri dan baru bisa tidur jika saya bedong dan kemudian saya bawa jalan keluar. Repotnya…Tapi ternyata itu karena kesalahan saya juga. Sebelum-sebelum itu saya mungkin terlalu sering keluar rumah, dan pulang dalam keadaan Alifa tertidur dalam bedongnya di pelukan saya di atas motor. Sejak saat itu saya mulai membatasi diri untuk tidak keluar malam lagi.

Fase tidur tidak teratur ini sifatnya tidak permanen. Akan hilang dengan sendirinya dan akan terbentuk pola baru. Setelah usia 3 bulan, bayi biasanya sudah bisa tidur malam tanpa terjaga selama 5-6 jam. Dan jangan lupa untuk selalu memperhatikan lingkungan sekitar. Banyak bayi yang tidak bisa tidur nyenyak karena lingkungannya. Bisa jadi terlalu bising dan terlalu banyak orang di sekitarnya, atau ia merasa sakit di tubuhnya, atau karena ia merasa cemas karena sesuatu.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *