BUNDA, INI LHO TANTANGANNYA MENGHADAPI BATITA

Menghadapi batita ternyata gampang-gampang susah, ya. Di usianya yang ke 19 bulan, putri sulung saya, Alifa, adalah anak yang sangat aktif, cerdas, lucu, dan menggemaskan. Ada saja tingkah dan polahnya yang membuat saya geleng-geleng kepala, bahkan sering kali ingin menggemasinya. Jika saat ia masih bayi saya bisa lebih santai dan masih bisa menikmati rumah beres dan rapi, kini rumah beres dan rapi itu hanya terwujud sekian menit di pagi hari saja saat saya baru membereskannya.

Bahkan meski badannya terbilang cukup montok, Alifa sangat gesit dan lincah. Saya menghilang sebentar saja dari sampingnya, ia akan mulai memanjat-manjat rak atau menaiki meja dan kursi. Terkadang ia akan menurunkan semua mainannya dari rak mainan dan membongkarnya. Jika saya lupa menutup pintu, ia akan berlari keluar, entah itu untuk main air atau pasir, atau hanya berdiri di halaman sambil “menyapa” orang yang lewat. Atau saat saya harus bekerja di depan komputer, ia akan segera menarik kursi lain dan memanjatnya, kemudian duduk di samping saya. Ia akan bertanya banyak hal dengan caranya yang lucu dan akan terus bertanya hal yang sama jika saya tidak segera memberikan jawaban.

Menyenangkan sekaligus kagum dan bangga, karena saya bisa melihat dan mendampinginya dalam masa tumbuh kembangnya seperti sekarang. Namun terkadang, dengan segala keaktifan dan kecerdasannya, saya juga merasa lebih lelah. Terutama jika saya harus menghadapi pekerjaan rumah yang menumpuk, order barang yang cukup banyak, atau tugas-tugas kuliah. Saya merasa bahwa saya lebih tidak sabaran dari biasanya.

Apakah Anda juga mengalaminya seperti saya, Bunda?

Jangan terlalu takut dan resah, ya, Bunda. Karena memang menjadi ibu tidaklah mudah. Ada banyak fase yang harus kita lalui dan itu adalah bagian dari perjuangan kita sebagai seorang perempuan. Nah, berikut ini ada beberapa poin penting yang harus diketahui oleh para ibu tentang tantangan menghadapi batita :

  • Batita adalah anak yang sangat gesit dan cenderung ingin mencoba semua hal yang baru karena rasa ingin tahunya yang sangat besar. Namun karena keterbatasan kemampuan dan pengetahuannya, sering kali mereka tidak tahu bahwa hal yang ingin atau telah dilakukannya itu berbahaya. Karena itu, orangtua harus selalu mengawasi dan mendampingi anak saat ia bermain dan bereksplorasi.
  • Perhatian batita sangat terbatas, ia sangat mudah dialihkan dengan hal yang lain dalam waktu yang relatif singkat. Karena itu, jika anak Anda rewel atau mulai tantrum di usia batita, sering-sering alihkan ia dengan hal lain. Namun tetap menjaga agar tidak berbohong padanya, atau terlalu sering mengiming-iming, atau malah memarahinya dan ikut emosi.
  • Batita sangat egosentris karena ia belum dapat memahami perasaan orang lain, atau membedakan haknya dengan hak orang lain. Sering kali batita mencoba banyak hal untuk mengetahui seberapa besar pengaruh dirinya dan perbuatannya terhadap orang lain.
  • Batita juga cenderung untuk melakukan semua sendiri, tidak suka diatur, dan tidak semua bantuan orang dewasa diterimanya. Ia hanya ingin melakukan kata hatinya sendiri.
  • Sangat mudah frustrasi, karena meskipun ia sangat suka bereksplorasi, ia tetaplah anak-anak yang memiliki keterbatasan kemampuan yang tidak sebanding dengan ambisinya untuk menjelajah segala hal.
  • Batita juga cenderung untuk tidak mau berbagi perhatian orangtuanya. Ia adalah bintang, dan perhatian Anda adalah miliknya. Karena itu tak jarang anak-anak di usia ini lebih sulit untuk menerima kehadiran adik baru atau anggota keluarga baru.
  • Mudah berubah-ubah karena masih dalam proses mempelajari dan memahami emosinya sendiri.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *