MENENTUKAN JENIS KELAMIN BAYI DENGAN KALENDER KONSEPSI CHINA

Banyak orangtua yang berharap bisa mensukseskan program kehamilan mereka dengan jenis kelamin bayi yang mereka harapkan. Meski sebagian besar orangtua tidak terlalu memusingkan urusan gender ini, namun bagi sebagian yang lainnya tentu berharap bisa mendapatkan bayi dengan jenis kelamin yang berbeda dari jenis kelamin anak sebelumnya. Misalnya, bagi yang sudah memiliki banyak anak laki-laki, tentu mengharapkan kehamilan berikutnya adalah bayi perempuan, demikian juga sebaliknya.

Ada banyak teori yang muncul dalam membantu menentukan jenis kelamin bayi. Meski terkadang, banyak teori kuno yang beredar di kalangan masyarakat yang tidak dapat dibuktikan keilmiahannya. Namun banyak pula faktor lain untuk membantu menentukan jenis kelamin bayi yang cukup banyak direkomendasikan oleh para ahli kedokteran modern dan ternyata berhasil.

Patut kita ketahui bahwa dalam sperma seorang laki-laki itu terdapat spermatozoa X dan Y. Spermatozoa X adalah penentu jenis kelamin perempuan, sedangkan Y adalah penentu jenis kelamin laki-laki. Berdasarkan sifatnya, spermatozoa X memiliki ketahanan hidup yang lebih tinggi dari spermatozoa Y. Sehingga para ahli genetika membuat beberapa teori berdasarkan keberadaan 2 kromosom ini.

Nah, berikut ini beberapa faktor yang dapat membantu menentukan jenis kelamin bayi Anda selama dalam masa konsepsi :

1. Faktor makanan 

  • Bayi perempuan : Selama dalam masa konsepsi, suami disarankan untuk banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung alkaline seperti beras merah (atau bisa diganti dengan beras putih organik yang direbus dengan kaldu sayuran), sayuran hijau, buah-buahan, susu, mentega, madu, spirulina, dan putih telur. Sedangkan istri disarankan untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung asam seperti daging dan seafood. Ini disarankan karena jika menginginkan bayi perempuan, maka kondisi vagina harus dalam keadaan asam sehingga sperma X dapat bertahan lebih lama untuk membuahi sel telur dan sperma Y tidak dapat bertahan lama dan dapat mati dengan sendirinya.
  • Bayi laki-laki : Selama dalam masa konsepsi, suami disarankan untuk banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung asam (lihat contoh sebelumnya). Sedangkan istri disarankan untuk mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung alkaline. Ini disarankan karena jika menginginkan bayi laki-laki, kondisi vagina harus dalam keadaan basa, sehingga sperma Y dapat bertahan lebih  lama untuk membuahi sel telur.

2. Faktor hubungan seksual 

  • Bayi perempuan : Disarankan untuk sering melakukan hubungan seksual jauh sebelum masa ovulasi tiba (sebelum haid), tanpa rangsangan sebelumnya, penetrasi yang tidak dalam, dan posisi istri berada di atas suami saat berhubungan seks. Ketika berhubungan seks, rangsangan yang diterima oleh wanita menyebabkan kondisi vagina menjadi basa. Dan bila kondisi vagina menjadi basa, sperma X tidak dapat bertahan lama. Karena itulah disarankan untuk menghindari rangsangan agar kondisi vagina menjadi tetap asam dan sperma X bisa bertahan lebih lama. 
  • Bayi laki-laki : Disarankan untuk melakukan hubungan seksual sesering mungkin di masa ovulasi (dekat dengan sebelum haid dan segera setelah haid selesai), dengan rangsangan sebelumnya, penetrasi dilakukan dengan dalam, ejakulasi setelah istri mendapatkan orgasme, dan posisi istri berada di bawah suami saat berhubungan seks. Jika menginginkan bayi laki-laki, maka kondisi vagina harus dalam keadaan basa, sehingga disarankan agar istri mendapatkan rangsangannya (orgasme) sehingga sperma Y dapat bertahan lebih lama untuk membuahi sel telur.

Selain kedua faktor tersebut, ada satu metode lagi yang telah dipraktekkan oleh masyarakat China kuno dalam membantu menentukan jenis kelamin bayi. Metode ini adalah metode Kalender Konsepsi China. Yakni menentukan jenis kelamin bayi dengan berdasarkan usia ibu saat konsepsi dan waktu (bulan) terjadinya pembuahan itu sendiri.

Kalender konsepsi dan kehamilan ini telah ditemukan ratusan tahun yang lalu, terkubur dalam sebuah makam kerajaan selama lebih dari 700 tahun di dekat Peking, China. Arsip asli dari kalender ini kini tersimpan di Beijing Institute of Science. Untuk akurasinya sendiri sebenarnya ada yang mengatakan sekitar 93 – 99% benar/akurat. Ada juga yang mengatakan hanya sekitar 70% akurasinya. Namun, tentu saja, metode Kalender Konsepsi ini adalah buatan manusia yang tetap bergantung pada ketentuan Tuhan. Tidak ada salahnya untuk mencoba dan bersenang-senang dengan prediksi ini.

Silakan lihat tabel berikut :

kalender konsepsi

Cara membaca tabel : 

  • Contoh 1 :  usia istri saat konsepsi 25 tahun, dan pembuahan terjadi di bulan Juli, maka kemungkinan besar bayi yang dilahirkan adalah perempuan.
  • Contoh 2 : usia istri saat konsepsi 38 tahun, dan pembuahan terjadi di bulan November, maka kemungkinan besar bayi yang dilahirkan adalah laki-laki.
  • Contoh 3 : Dina lahir tahun 1988. Pada bulan Maret 2014 terjadi konsepsi/pembuahan (saat itu usianya berarti 26 tahun). Maka bila ditarik dari usia Dina saat itu dan bulan pembuahannya, maka perkiraannya adalah laki-laki.

Ingat ya, bulan yang dimaksud dalam tabel di atas adalah bulan pembuahan, bukan bulan kelahiran bayi. Dan yang dijadikan patokan usia adalah tahun kelahiran Anda. Contohnya, seorang ibu lahir di bulan Desember 1982, maka usianya di tahun 2014 adalah  32 tahun, bahkan meski bulan Desember belum tiba. Anda lahir di tahun 1990, maka tahun 2014 usia Anda 24 tahun. Tidak peduli bulan apa Anda dilahirkan. Terkadang ada yang menghitung bulan konsepsi berdasarkan HPHT (Hari Pertama Haid Terakhir). Namun untuk lebih akurat tentang masa konsepsi ini, silakan konsultasikan ke dokter kandungan Anda.

Begitu…Mudah, kan?

Tapi, sekali lagi, akurasinya tetap bergantung pada keputusan Tuhan. Kita hanya bisa berusaha dan serahkan semuanya pada Tuhan. Yang terpenting, apapun jenis kelamin anak kita, kita hanya berharap mereka menjadi anak-anak yang sholeh, sehat, cerdas, dan bermanfaat.