Yahoo Messenger Facebook twitter rss feed

HUKUM MENCEGAH KEHAMILAN

Nov 08, 10 HUKUM MENCEGAH KEHAMILAN

Bolehkah mencegah kehamilan dengan menggunakan alat kontrasepsi untuk memberi jarak kelahiran agar dapat memberikan ASI terbaik dan pendidikan usia dini kepada anak?

Ada dua hal yang pertama kali harus dapat Anda ketahui perbedaannya dengan jelas: yakni menunda kehamilan dan membatasi kehamilan.

Menunda kehamilan berarti mencegah kehamilan sementara, untuk memberikan jarak pada kelahiran yang sebelumnya. Sedangkan membatasi kehamilan atau membatasi kelahiran, berarti mencegah kehamilan untuk selama-lamanya setelah mendapatkan jumlah anak yang diinginkan.

Pada permasalahan yang kedua, yakni membatasi kehamilan atau membatasi kelahiran, dengan jalan mensterilkan rahim, pengangkatan rahim, dsb, dengan tanpa sebuah alasan yang dapat dibenarkan oleh syariat, maka hal tersebut telah jelas keharamannya. Kecuali pada keadaan dimana seorang wanita terkena kanker ganas atau yang semacamnya pada rahimnya, dan ditakutkan akan membahayakan keselamatannya, maka insya Allah hal ini tidak mengapa.

Sedangkan pada permasalahan yang pertama, yakni mencegah kehamilan untuk menunda dan memberi jarak pada kelahiran yang sebelumnya, berikut ulasannya:

Jarak kelahiran dan kehamilan kembali yang terlalu dekat memang kurang baik dampaknya bagi anak, ibu, dan janin. Mengapa?

Pertama, anak akan kekurangan suplai ASI. Ketika seorang ibu hamil kembali dan ada anak yang masih berada dalam masa penyusuannya, maka produksi ASI yang dihasilkannya akan berkurang. Menurut dokter, sekurang-kurang 6 bulan jika Anda ingin hamil kembali setelah Anda melahirkan. Dan jangan lupakan, bahwa anak-anak memiliki hak untuk mendapatkan ASI terbaik dan pendidikan terbaik di usia dininya.

Kedua, kondisi ibu belum pulih benar. Setelah hamil selama lebih dari 9 bulan, kemudian melahirkan, maka seorang ibu membutuhkan waktu untuk membuat tubuhnya kembali fit. Apalagi jika masih ada bayi yang membutuhkan perhatian ekstra seorang ibu. Memang, inilah perjuangan seorang ibu. Tapi, pastikan juga Anda tetap menjaga kesehatan Anda dan keluarga Anda.

Ketiga, janin yang dikandung memiliki resiko lebih besar dan lebih tinggi untuk lahir prematur, bayi meninggal, dan bayi cacat lahir. Karena itu, tunggulah sampai setahun dua tahun untuk kembali hamil.

Nah, untuk menjaga jarak kehamilan, ada wanita yang secara alami tidak hamil kembali selama berbulan-bulan setelah ia melahirkan. Keadaan alami ini bisa karena faktor menyusui, KB kalender, atau ‘azl.

Apa itu ‘azl?

‘Azl adalah mengeluarkan sperma laki-laki di luar vagina wanita dengan tujuan untuk mencegah kehamilan. Dari Jabir ra berkata : Kami melakukan ‘azl pada masa nabi SAW dimana al-Qur’an masih terus diturunkan, dan hal tersebut diketahui oleh nabi SAW tetapi beliau tidak melarangnya. (HR. Al-Bukhari (no. 5209) kitab an-Nikaah, Muslim (no. 1440) kitab an-Nikaah).

Syaikh Abu Muhammad bin Shalih bin Hasbullah dalam bukunya, mengatakan bahwa termasuk ‘azl adalah alat atau segala macam sarana yang digunakan oleh wanita untuk  mencegah kehamilan dalam waktu tertentu. Baik itu berupa pil atau yang lainnya. Hukumnya boleh, dengan catatan, pencegahan ini hanya berlaku sementara (tidak selamanya), dan tidak karena takut miskin atau takut rizkinya menjadi sempit.

Jika penggunaan kontrasepsi ini dengan alasan karena takut miskin, takut tidak dapat membiayai kehidupan anak-anak, dsb, maka ini hukumnya haram secara mutlak. Karena telah termasuk di dalamnya berprasangka buruk kepada Allah.

“Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberikan rizki kepada mereka dan juga kepadamu…” (QS. Al-Israa’ : 31).

Beberapa alasan yang diperbolehkan untuk melakukan penundaan kehamilan adalah

1. Seorang wanita tertimpa penyakit di dalam rahimnya, atau anggota badan yang lain, sehingga berbahaya jika hamil.

2. Jika sudah memiliki anak banyak, sedangkan istri keberatan jika hamil lagi, dengan niatan untuk memberikan pendidikan usia dini bagi anak, sampai siap untuk hamil kembali.

Adapun jika penggunaannya dengan maksud berkonsentrasi dalam berkarier atau supaya hidup senang atau hal-hal lain yang serupa dengan itu, sebagaimana yang dilakukan kebanyakan wanita zaman sekarang, maka hal itu tidak boleh hukumnya.

Wallahu a’lam.

 

13 Comments

  1. Tulisanku tak sebagus ini, tapi izinkanlah aku untuk bercerita tentang lahirnya seorang pangeran. sudilah kiranya memberi masukan agar aku bisa menjadi penulis yang terarah. untuk admin terimakasih.

    • bunda /

      terimakasih atas tulisannya yg menarik….terharu rasanya….seperti mengingatkan saya pada masa2 melahirkan si kecil dulu…terimakasih telah mau berbagi….

  2. salam kenal mbak
    tulisannya bagus sekali menambah wawasan

  3. salam kenal bunda.. saya mau tanya..klo misalkan menunda kehamilan se8elum punya anak pertama itu bagaimana hukumnya? alasan suami karena saya belum rajin menabung dan suami belum punya tabungan. terimakasih bunda.. :)

    • bunda /

      mba, jawaban sudah saya kirimkan via email yaa…terimakasih…

  4. zumi /

    nah kalo menunda kehamilan karena merencanakan keluarga sejahtera gimana? kan itu juga salah satu program pemerintah?? kalo semua orang mikirnya ga papa punya anak banyak karena ga sakit dan anaknya juga masih dikit bisa2 negaranya penuh dong? punya banyak warga negara berarti kewajiban pemerintah buat membiayai hak warga negaranya akan semakin besar yang semestinya uang itu bisa digunakan untuk mensejahterakan masyarakat miskin, anak2 yatim, terlantar dll

    • bunda /

      mba zumi, yg dilarang itu apabila mencegah kehamilan dengan tujuan tidak mau punya anak lagi padahal masih mampu, kalau menundanya untuk tempo tertentu dengan cara yg dihalalkan oleh syariat Islam, ya tidak mengapa. Apalagi menunda untuk merencanakan keluarga yg sejahtera dari semua sisi. Itu boleh insya Allah. Misalnya, memberi jarak kelahiran pada setiap anak, itu boleh. Wallahu a’lam.

  5. atikel yang sangat bermanfaat bunda..sangat bermanfaat buat saya

    salam kenal – casavina

  6. adith /

    mau tanya: kalo anak pertama baru umur 5 bln tp istri hamil lg itu apakah berbahaya dan apa resikonya???soalnya kmaren di test ternyata positif,,,mohon info dan sarannya,,tks

    • bunda /

      sebenarnya tidak masalah, jika kondisi ibu tidak ada masalah kesehatan. yg terpenting, jaga asupan gizi, jangan terlalu capek, dan jaga kesehatan. begitu juga dengan bayinya, jika ternyata ibu sudah hamil kembali, maka segera siapkan pendamping ASI untuk sang bayi, agar asupan gizi-nya tetap tercukupi.
      biasanya, kendala yg dialami ibu hamil dengan jarak yg dekat adalah rasa lelah yg luar biasa dan kekurangan gizi. untuk itu, disarankan bagi para suami untuk mau dan berbesar hati membantu istrinya dalam mengasuh anak serta memperhatikan kebutuhan gizinya.

  7. dian /

    bunda ijin bertanya, bagaimana hukumnya jika istri menolak untuk punya anak lagi/ yang ke dua karena suami tidak memberikan nafkahnya untuk istri tetapi hanya untu anaknya saja.

  8. ani marina /

    Assalamualaikum, bunda saya mau bertanya
    saya sudah punya 4org anak pertama kls 5 sd, kedua kls 3, ketiga th ini masuk sd, ke 4 umur 3th. Sekarang sy kb, suami sy minta utk melepaskan kb krn ia mau anak lagi tapi sy ga mau lagi bun krn mnrt saya 4 dah cukup dan sy mau fokus menjaga dan mendidik ke 4anak2 saya. apa buk kah sy berdosa bun menolak utk punya anak lg. krn sy ah ga mau lg ngurusi anak bayi krn ini aja dah pusing menghadapi tingkah laku anak2. mohon penjelasannya

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>