SATE MARANGGI MANG SAMS, CITA RASA YANG BIKIN NAGIH

Sejak mengambil side job sebagai freelance writer di sebuah website, mendadak saya jadi suka jalan (lagi) dan menjajal berbagai kuliner yang ada di kota Jogja tercinta ini. Dasarnya memang saya doyan makan sih. Ditambah lagi harus berburu foto makanan, jadilah makin gembul karena coba makanan sana sini. Hehehe.

Lama tinggal di Jogja, saya baru tahu kalau ternyata ada juga kedai yang menjual sate maranggi disini. Iyaa, sebab sate maranggi ini kan khas-nya Jawa Barat, tepatnya khas Purwakarta. Sate maranggi ini biasanya dibuat dari daging kambing atau sapi, yang kemudian disajikan dengan sambal oncom. Enak, deh. Kalau ke Purwakarta atau Cianjur, wajib coba kuliner yang satu ini.

Tapi, berhubung di Jogja ada, saya tak perlu jauh-jauh lagi pulang kampuang. Hehehe. Dan sebelnyaa…ternyata kedai sate maranggi ini dekat banget sama rumah kami. Hiks. Yap, itulah dia…Sate Maranggi Mang Sams, yang bertempat di Jalan ┬áKaliurang KM 8,5. Kalau dari selatan, posisinya kiri jalan tidak jauh dari pertigaan Jalan Damai.

Sejak pertama kali kami berkunjung, kami langsung bertekad harus kembali lagi kapan-kapan. Hihihi. Tempatnya nyaman, dengan area parkir yang cukup luas, tempat makan yang nyaman dan bersih, serta layanan yang baik dan cukup cepat. Saya ngga tahu jam berapa kedai ini mulai buka, sebab kami biasa datang malam selepas isya’.

Sate Maranggi Sambal Oncom - Mang Sams
Sate Maranggi Sambal Oncom – Mang Sams

Sajian yang selalu kami pesan, tentunya sate marangginya dong. Tapi, karena kami datangnya malam, kami lebih sering kebagian sate maranggi porsi campur, yakni sate daging dengan lemak. Awalnya saya ragu, sebab saya kan ngga suka daging kambing ya. Tapi ternyata sate maranggi Mang ┬áSams ini bahannya adalah daging sapi. Dan yang mengejutkan adalah…eng..ing…eeengg…dagingnya empuuuukk banget. Lembut. Bahkan lemaknya pun luar biasa lembut. Saya yang ngga suka makan lemak jadi mau makan lemaknya.

Sate maranggi Mang Sams disajikan dengan sambal oncom yang khas, enak, pedasnya standar. Buat aku yang ngga suka terlalu pedas, itu sudah pedas. Hehehe. Kita bisa milih, mau pakai ketan bakar atau nasi. Harganya juga tak mahal. Seporsi sate campur seharga 19.000 saja. Isi 10 tusuk. Lupakan diet, dan tambah teruuuusss!

Selain sate marangginya, yang juga jadi favorit keluarga kami adalah soto tangkar. Rasanya enak, nendang, dengan potongan daging dan iga yang empuk. Agak-agak mirip soto Betawi, tapi kuahnya kental dan tetap enak menurutku. Bahkan Fafa pun selalu memesan seporsi sendiri. Hehehe.

Menjatuhkan pilihan untuk mampir ke kedai Mang Sams, sama sekali nggak mengecewakan. Pernah juga ada menu Mojito Ice ditawarkan disana, tapi ketika kami datang lagi beberapa waktu kemudian, sudah tak ada lagi. Tapi, intinya, sate dan soto tangkarnya oke banget. Rasanya mantap, dan…bikin nagih.

Menu lain ada, tahoe teloepat, nasi timbel, ada juga. Cuma kami belum pernah coba. Kami ini tipikal yang kalau sudah suka sama yang itu yaa…udah pesannya itu terus. Hihihi.

 

Gambar : Koleksi foto RumahBunda.Com

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *