CATATAN PLAYDATE : TAMAN PINTAR, 29 AGUSTUS 2014

Tanggal 29 Agustus kemarin, saya dan teman-teman orangtua sesama pelaku homeschooling yang tergabung di Komunitas Homeschooling Muslim Jogja mengadakan acara playdate di Taman Pintar Yogyakarta. Ceritanya, kebetulan saya ingin sekali mengajak anak-anak di Klub untuk jalan-jalan sembari belajar. Sebelumnya kami pernah ke Museum Dirgantara, pernah juga ke Kebun Binatang Gembira Loka, atau sekedar main ke taman kota yang tidak jauh dari rumah. Nah, sekarang kemana?

Iseng saya buka website Taman Pintar Yogyakarta. Dan ternyata, ada program baru disana. Eh…eh…sebenarnya sih tidak baru-baru amat, katanya. Cuma saya yang “baru buka” hehehe.

Program tersebut adalah Outreach Program. Ada beberapa program menarik yang ditawarkan oleh Taman Pintar Yogyakarta. Diantaranya adalah Hand on Science, Clay Creation, Lukis Gerabah, Membatik Kilat, dan Lukis Kaos. Harga setiap paket yang ditawarkan juga terbilang cukup murah lho. Hanya berkisar IDR 5.000 – IDR 40.000 saja. Yang termahal adalah untuk Lukis Kaos dewasa, karena paket termasuk kaos yang akan dilukis dan dibawa pulang. Untuk rombongan, bisa mengambil minimal 30 paket boleh campur. Waaahh…saya langsung tertarik.

Saya pikir, kalau saya bisa mengumpulkan sedikitnya 10 anak, dan masing-masing anak ini mengambil 3 paket, maka syarat rombongan yang minimal ambil 30 paket ini sudah terpenuhi. Kemudian, saya pun menawarkan program ini kepada teman-teman di grup Komunitas Homeschooling Jogja. Alhamdulillah, respon cukup bagus dan ada sekitar 13 anak yang ikut. Yeeeyyy…kita ke Taman Pintar ! Alhamdulillaah…

outreach-tampin

Acara ini bukan tanpa kendala. Dimulai dari saya yang salah baca tanggalan, sampai bisa miscommunication dengan teman. Aduuhh…sayang sekali ada beberapa teman yang terpaksa membatalkan ikut acara ini karena timing yang kurang tepat. Koordinasi saya dengan orangtua anak Klub pun terkendala karena ada yang lupa bawa alat komunikasi. Jadilah saya sempat menunggu hampir 1 jam lamanya agar anak tersebut bisa ikut saya. Ada juga yang awalnya mau berangkat bersama, akhirnya berangkat duluan dengan kendaraan pribadi. Huuuft….ujian kesabaran. Hehehe…Tapi semua rasa kecewa yang sempat muncul bisa terhapus ketika melihat anak-anak ini tersenyum dan berbinar-binar kegirangan.

Sampai di Taman Pintar, saya kemudian menuju bagian informasi untuk disambungkan dengan bagian penanggung jawab Outreach Program ini. Sebelumnya memang sudah telpon, dan Alhamdulillah respon di Taman Pintar juga cukup bagus. Saya pun diantar oleh sekuriti ke bagian penanggungjawab, bertemu dengan Pak Kris (terimakasih untuk arahannya, Pak…. ^_^). Oleh Pak Kris, saya langsung dirujuk ke pemandu, yaitu pak Tri Utomo (terimakasih juga, Pak, sudah banyak merepotkan… ^_^). Jadi rombongan kami tidak usah keliling seluruh gedung di Taman Pintar, melainkan langsung masuk ke area tempat setiap program diadakan. Heheu…lumayan…ibu hamil macam saya jadi lebih bisa menghemat tenaga.

tiket

Setelah berkoordinasi dengan teman-teman yang lain, kami pun bersepakat mengambil 3 program saja untuk setiap anak. Yaitu Hand on Science, Clay Creation, dan Lukis Gerabah. Awalnya saya berniat mengambil program Membatik. Tapi, rupanya, membatik di Taman Pintar itu sungguhan, pakai canting lho! Waawww…untuk anak-anak seusia Alifa kemungkinan besar belum cocok. Khawatir terkena cairan panasnya. Untuk 3 paket ini, masing-masing anak terkena biaya IDR 20.000 saja. Murah, kan? Itu sudah termasuk clay, kit percobaan, dan gerabah untuk dibawa pulang lhooo…

Tempat pertama yang kami masuki adalah Rumah Gerabah. Disini kami membuat kreasi clay dari tanah liat. Rumah Gerabah ini letaknya outdoor, di luar gedung. Bersama beberapa pemandu, anak-anak mengerjakan clay mereka masing-masing. Sebelum bekerja, anak-anak memakai apron agar baju tidak belepotan kena tanah liat. Eww…seperti mainan playdoh. Untuk anak seusia Alifa, kreasi clay ini bagus untuk mengasah motorik halus sekaligus seni. ┬áTak berapa lama, anak-anak pun nampak mulai bosan dan ingin segera pindah. Maka kreasi clay pun disudahi. Clay yang ada bisa dibawa pulang untuk dilanjutkan di rumah.

clay-creation-tampin

Selanjutnya, kami menuju lantai 3, ruang lukis gerabah. Alifa dan teman-teman usia preschool-nya memilih gerabah bentuk celengan. Sedangkan yang usia di atasnya memilih bentuk mangkuk atau gelas (beneran gelas kan ya?). Daaann…mainan cat pun dimulai. Untuk anak seusia Alifa cs ini memang masih tahap belajar, jadi kami biarkan saja mereka mau mengecat gerabahnya seperti apa. Orangtua dan pemandu mengingatkan saja untuk tidak mencampur cat yang satu dengan yang lain, hati-hati agar tidak mengenai pakaian, serta mencuci dulu kuasnya sebelum dicelupkan ke cat lainnya. Tapi yah, namanya juga balita…hehe…pasti belepotan juga…

Terakhir, Hand on Science alias percobaan sains sederhana. Sebenarnya seru lho….saya yang sudah bisa dibilang emak-emak ini saja penasaran. Padahal ya jaman sekolah dulu pernah juga. Sayangnya, masih agak terlalu sulit untuk diikuti Alifa cs. Jadi, kit yang kami beli, kami bawa pulang saja. Yang dipakai disana hanya beberapa.

Setelah selesai sesi terakhir, anak-anak pun main sebentar dan akhirnya kami turun ke food court untuk makan siang. Bingung memilihkan anak-anak ini makan siang, akhirnya saya ikut saja beli paket nasi dan ayam goreng. Usai makan, anak-anak pun minta es krim. Huhuhu…tak apalah, sesekali berpiknik dan jajan.

Acara playdate semacam ini bisa dibilang cukup seru dan bisa menambah teman. Anak-anak, khususnya Alifa yang memang HS tunggal di rumah bisa jadi punya tambahan teman baru. Termasuk saya ibunya, yang juga jarang keluar rumah.

Terimakasih untuk teman-teman yang sudah berkenan hadir, ada mba Cizkah dan keluarganya, Ummu Inas dan mba Avi beserta HS majemuknya, mba Kiki beserta putra-putrinya (terimakasih sudah mengantar kami sampai ke rumah, yaaa…), serta mba Sarah dan putrinya. Semoga, lain kali kita bisa ketemu lagi ya! In syaa Allaah…

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *