Mohon maaf, selama Bulan Ramadhan, toko online RumahBunda Libur (Tutup), Buka kembali insyaallah tanggal 5 Syawwal 1438 H (29 Juni 2017)

CACINGAN PADA ANAK DAN CARA PENCEGAHANNYA

Cacingan atau infeksi cacing sering kali menimpa anak-anak. Cacingan disebabkan karena adanya infeksi yang ditimbulkan dari cacing yang menempelkan telur atau larva-nya ke tubuh manusia baik itu di luar maupun di dalam tubuh. Pada kasus cacingan ini, cacing bersifat parasit sehingga ia menyerap sari-sari makanan dari inangnya, sehingga dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Bahkan meski ukurannya kecil, cacing dapat menginfeksi bagian tubuh manapun, termasuk paru-paru, mata, saluran pencernaan, dll.

Berikut ini adalah jenis-jenis cacing yang biasanya mengganggu kesehatan :

a. cacing kremi

Bentuknya sangat kecil, berukuran kurang dari 1 cm (umumnya), berwarna putih pucat, dan paling banyak menginfeksi organ usus anak-anak. Infeksi yang disebabkan oleh cacing kremi ini biasanya melalui telur-telur cacing yang ikut terambil oleh jari-jari anak-anak saat ia bermain. Telur cacing ini dapat bertahan cukup lama, berjam-jam di kulit, bahkan berminggu-minggu dalam pakaian. Gejala cacingan yang ditimbulkan oleh cacing kremi ini adalah rasa gatal di daerah anus dan kemaluan, dan biasanya memburuk pada malam hari. Nah, pastikan Anda selalu mengawasi si kecil saat ia bermain pasir atau tanah. Jangan lupa untuk selalu mencuci tangannnya dengan sabun pembersih dan mengganti pakaiannya segera sehabis bermain. Bila perlu, periksalah kukunya setiap hari dan pastikan Anda memotongnya jika panjang dan kotor.

b. cacing gelang

Cacing gelang bentuknya hampir sama dengan cacing tanah, biasanya menginfeksi usus besar, dan dapat berpindah ke organ tubuh yang lain. Gejalanya biasanya tidak nampak jelas, tapi pada beberapa tipe cacing, dapat mengakibatkan gangguan penglihatan dan dapat juga masuk ke paru-paru yang dapat mengakibatkan batuk dan asma. Gejala lain yang ditimbulkan adalah rasa mual, diare, dan hilangnya nafsu makan.

c. cacing pita

Cacing pita berbentuk pipih seperti pita, biasanya dapat ditemukan pada daging babi dan sebagian daging sapi. Proses memasak daging yang tidak masak sempurna dapat membantu penularan cacing pita ini. Nah, bahayanya, cacing pita ini tidak hanya membuat perut menjadi sakit, tapi juga dapat menutupi daerah otot, jantung, kulit, bahkan otak. Gejala yang paling umum terjadi adalah sakit perut, mual dan muntah, turunnya berat badan karena nafsu makan berkurang, demam, adanya gangguan syaraf, dsb.

Pencegahannya?

  • cuci tangan sebelum dan sesudah makan atau sehabis dari toilet dengan menggunakan sabun (cairan pembersih biasa tidak cukup)
  • selalu menjaga kebersihan dan kehalalan makanan yang akan dikonsumsi
  • pastikan kuku selalu terawat dan bersih, dipotong bila panjang, dan jangan suka menggigiti kuku
  • rajin mandi 2 kali sehari
  • biasakan untuk rutin membersihkan rumah dan kamar mandi
  • pastikan mainan anak juga bersih
  • biasakan untuk memasak sayur, daging, dan masakan lain dengan sempurna, agar bakteri, kuman, dan telur cacing yang menempel mati
  • biasakan untuk selalu menyetrika baju, bahkan pakaian dalamnya setelah dicuci

 

 

 

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *