Mohon maaf, selama Bulan Ramadhan, toko online RumahBunda Libur (Tutup), Buka kembali insyaallah tanggal 5 Syawwal 1438 H (29 Juni 2017)

MENGAPA HARUS MAKANAN HALAL?

Kalau dulu orang masih malu-malu bahkan ketakutan jika ketahuan menjual atau mengkonsumsi makanan haram sejenis daging babi dan daging anjing, kini tidak lagi. Banyak lapak-lapak yang menjual kedua jenis makanan haram tersebut yang bisa kita jumpai di pinggir-pinggir jalan. Biasanya, mereka menggunakan kode “B1” atau “B2”. Dan ternyata, peminatnya banyak. Tak hanya dari kalangan non muslim saja, tapi juga orang muslim.

Dalam Islam, substansi halal ataupun haram adalah hak prerogatif Allah, yang tidak bisa kita pertanyakan mengapa begini atau mengapa begitu. Manusia diperintahkan untuk taat. Dan ternyata, ada banyak hikmah dibalik fenomena halal-haram ini.

Mengapa harus makanan halal?

Makanan halal bukan hanya dari sisi zat yang terkandung dari makanan tersebut saja, tapi, juga harta yang digunakan untuk mendapatkannya. Makanan halal yang didapatkan dari harta yang haram, tentunya akan jatuh hukum haram pula. Dampaknya? Banyak sekali.

Tidak diterimanya amalan. Amal shaleh sebanyak apapun, seikhlas apapun, tidak akan diterima oleh Allah jika pelakunya mengkonsumsi makanan haram. Bahkan jika itu shalat, haji, dan sedekah sekalipun, tidak akan diterima oleh Allah.

Do’a tidak makbul. Salah satu penghalang terkabulnya do’a adalah adanya suapan haram yang masuk ke dalam perut atau benda-benda haram lainnya yang dimiliki oleh seseorang. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rosulullah bersabda : “Seorang lelaki melakukan perjalanan jauh, rambutnya kusut, mukanya berdebu, menengadahkan kedua tangannya ke langit dan mengatakan “Wahai Rabb-ku, wahai Rabb-ku!” Padahal makanannya haram dan mulutnya disuapkan dengan yang haram, maka bagaimanakah akan diterima do’a itu?”

Mengikis keimanan dan mengeraskan hati. Orang-orang yang perutnya dimasukkan makanan yang haram, maka keimanan di hatinya akan terkikis dan hatinya akan menjadi keras. Ia akan sulit untuk menerima sebuah kebenaran. Buntutnya, akhlak menjadi rusak dan manusia kehilangan budi pekerti yang baik.

Kita mungkin sering bertanya-tanya, mengapa anak-anak begitu sulit diarahkan untuk menjadi baik, atau begitu sulit menerima pelajaran di sekolahnya, atau mengapa anak begitu nakal, dsb. Bisa jadi, itu adalah dampak dari “suapan haram” yang sadar atau tidak sadar pernah kita berikan padanya. Entah itu pada saat kehamilan, atau setelah ia lahir.

Untuk itulah, sebagai orangtua, kita harus senantiasa berhati-hati dalam memasukkan setiap suap makanan ke dalam perut kita dan anak-anak kita. Jangan sampai ada makanan yang terbeli dari uang yang tidak halal, juga mengandung zat-zat yang diharamkan. Semoga Allah menjaga kita semua dari hal-hal yang diharamkan-Nya.

Gambar : http://www.halalchoices.com.au/images/logo.jpg

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *