AKU NGGAK MAU SEKOLAH, MA…

Sudah seminggu ini Ita tidak mau masuk sekolah. Setiap pagi, jika ibunya mau memandikan dan menyiapkannya untuk sekolah, ia selalu mogok di kamar dan mengamuk. Dibujuk dengan iming-iming mainan baru, es krim, tak pernah mempan. Bahkan ayahnya yang mengancam akan memukul pun ia tak takut. Padahal, di rumah ia hanya nonton TV dan bermain-main saja.

Kenapa ya?

Stress dan takut. Penyebab utama yang sering kali menjadi “biang” anak-anak mogok sekolah biasanya karena mereka stress dan takut tentang sekolahnya. Entah itu faktor teman-teman yang nakal, guru yang terlalu galak, atau pelajaran di sekolah yang dirasanya terlalu berat sehingga membuatnya pusing dan stress. Tapi, biasanya anak-anak juga takut untuk mengemukakan penyebab takut ini. Bisa jadi, jika ia mengadu pada orangtuanya, ia akan semakin dimusuhi teman-temannya, atau dimarahi gurunya. Atau jika ia bermasalah dengan akademisnya, ia akan cenderung takut dianggap bodoh oleh orang lain.

Bermasalah dengan pola tidur. Ada anak-anak yang mengidap insomnia atau penyakit sulit tidur di malam hari. Mereka kuat-kuat saja jika harus begadang semalaman dengan bermain-main atau nonton TV. Akibatnya, mereka akan terlambat bangun dan menjadi lesu pada pagi harinya. Tentunya mereka tidak memiliki semangat untuk sekolah, bahkan cenderung suka marah-marah dan gampang meledak.

Pengaruh lingkungan. Adanya teman sebaya di lingkungan rumah yang tidak bersekolah, juga bisa menjadi penyebab anak-anak enggan sekolah. Ditambah lagi jika di rumah ada nenek atau kerabat lain yang punya kebiasaan menonton TV sepanjang hari. Anak-anak tentunya akan berpikir, “buat apa sekolah kalau temanku nggak sekolah, kan enak, di rumah bisa nonton TV”, dsb.

Solusinya?

Memarahi anak tentu bukan solusi. Kemarahan Anda justru akan semakin membuatnya enggan ke sekolah. Berikut tips bagi Anda agar si kecil semangat ke sekolah lagi:

1. Membiasakan anak untuk membicarakan masalahnya pada Anda. Anak-anak yang terbiasa membicarakan setiap permasalahannya pada orang tua atau guru, bukanlah pengadu. Tapi, berbicara adalah cara anak-anak untuk merasa lebih baik dan merasa ada orang yang bisa ia percayai. Dengan berbicara, ia akan mendapatkan bantuan untuk mengatasi setiap permasalahan yang sulit yang sedang ia hadapi.

2. Bantuan les tambahan. Jika anak-anak bermasalah dengan pelajaran di sekolah, Anda bisa mengajukan les tambahan dengan guru di sekolahnya, atau memanggil guru privat untuk memberikan pelajaran tambahan. Tanyakan apa yang dikehendaki oleh anak terlebih dahulu.

3. Atasi masalah insomnia. Jika anak Anda mengidap insomnia, maka segera periksakan ke dokter anak untuk meminta solusi terhadap permasalahan tidurnya ini. Biasanya, dokter akan memberikan saran-saran pada Anda agar si kecil dapat tidur normal. Selain itu, Anda sendiri pun harus memiliki pola tidur yang baik pula. Jika Anda terbiasa begadang semalaman, maka si kecil bisa jadi meniru pola tidur Anda. Akibatnya, lama kelamaan ia insomnia.

4. Ajari anak untuk memiliki harga diri. Jangan biarkan anak-anak Anda diintimidasi kawannya di sekolah atau di lingkungan rumah. Anak-anak memang harus diajarkan sikap mengalah, sopan, dan melarangnya untuk senang berkelahi. Tapi, tidak berarti ia tidak melawan jika ia disakiti alias pengecut. Jika ia lemah, tentu akan membuat teman-teman superiornya menjadi senang menjahili dan menyakitinya. Jika dibiarkan, ia akan menjadi anak yang rendah diri.

5. Pilihkan guru yang terbaik. Diakui atau tidak, tidak setiap guru layak menjadi guru. Ada tipe guru yang terlalu keras pada anak-anak, tidak menguasai metode pendidikan anak yang baik dan benar, tidak sayang anak-anak, dsb. Ijazah boleh saja punya. Tapi, itu bukan jaminan menjadi guru yang baik. Nah, jika anak Anda mengadu bahwa guru di sekolahnya terlalu galak dan keras, ada baiknya Anda menyelidikinya terlebih dahulu. Tidak ada salahnya Anda mencari tahu metode pengajarannya, atau laporan-laporan dari orangtua yang lain. Sebab, bisa jadi, permasalahan guru itu mengajar dengan keras, karena anak Anda bandel atau nakal sehingga guru harus ekstra disiplin. Betul?

Nah, bagaimana? Siap mengatasi permasalahan ini?