Yahoo Messenger Facebook twitter rss feed

AKU NGGAK MAU SEKOLAH, MA…

Jan 13, 11 AKU NGGAK MAU SEKOLAH, MA…

Sudah seminggu ini Ita tidak mau masuk sekolah. Setiap pagi, jika ibunya mau memandikan dan menyiapkannya untuk sekolah, ia selalu mogok di kamar dan mengamuk. Dibujuk dengan iming-iming mainan baru, es krim, tak pernah mempan. Bahkan ayahnya yang mengancam akan memukul pun ia tak takut. Padahal, di rumah ia hanya nonton TV dan bermain-main saja.

Kenapa ya?

Stress dan takut. Penyebab utama yang sering kali menjadi “biang” anak-anak mogok sekolah biasanya karena mereka stress dan takut tentang sekolahnya. Entah itu faktor teman-teman yang nakal, guru yang terlalu galak, atau pelajaran di sekolah yang dirasanya terlalu berat sehingga membuatnya pusing dan stress. Tapi, biasanya anak-anak juga takut untuk mengemukakan penyebab takut ini. Bisa jadi, jika ia mengadu pada orangtuanya, ia akan semakin dimusuhi teman-temannya, atau dimarahi gurunya. Atau jika ia bermasalah dengan akademisnya, ia akan cenderung takut dianggap bodoh oleh orang lain.

Bermasalah dengan pola tidur. Ada anak-anak yang mengidap insomnia atau penyakit sulit tidur di malam hari. Mereka kuat-kuat saja jika harus begadang semalaman dengan bermain-main atau nonton TV. Akibatnya, mereka akan terlambat bangun dan menjadi lesu pada pagi harinya. Tentunya mereka tidak memiliki semangat untuk sekolah, bahkan cenderung suka marah-marah dan gampang meledak.

Pengaruh lingkungan. Adanya teman sebaya di lingkungan rumah yang tidak bersekolah, juga bisa menjadi penyebab anak-anak enggan sekolah. Ditambah lagi jika di rumah ada nenek atau kerabat lain yang punya kebiasaan menonton TV sepanjang hari. Anak-anak tentunya akan berpikir, “buat apa sekolah kalau temanku nggak sekolah, kan enak, di rumah bisa nonton TV”, dsb.

Solusinya?

Memarahi anak tentu bukan solusi. Kemarahan Anda justru akan semakin membuatnya enggan ke sekolah. Berikut tips bagi Anda agar si kecil semangat ke sekolah lagi:

1. Membiasakan anak untuk membicarakan masalahnya pada Anda. Anak-anak yang terbiasa membicarakan setiap permasalahannya pada orang tua atau guru, bukanlah pengadu. Tapi, berbicara adalah cara anak-anak untuk merasa lebih baik dan merasa ada orang yang bisa ia percayai. Dengan berbicara, ia akan mendapatkan bantuan untuk mengatasi setiap permasalahan yang sulit yang sedang ia hadapi.

2. Bantuan les tambahan. Jika anak-anak bermasalah dengan pelajaran di sekolah, Anda bisa mengajukan les tambahan dengan guru di sekolahnya, atau memanggil guru privat untuk memberikan pelajaran tambahan. Tanyakan apa yang dikehendaki oleh anak terlebih dahulu.

3. Atasi masalah insomnia. Jika anak Anda mengidap insomnia, maka segera periksakan ke dokter anak untuk meminta solusi terhadap permasalahan tidurnya ini. Biasanya, dokter akan memberikan saran-saran pada Anda agar si kecil dapat tidur normal. Selain itu, Anda sendiri pun harus memiliki pola tidur yang baik pula. Jika Anda terbiasa begadang semalaman, maka si kecil bisa jadi meniru pola tidur Anda. Akibatnya, lama kelamaan ia insomnia.

4. Ajari anak untuk memiliki harga diri. Jangan biarkan anak-anak Anda diintimidasi kawannya di sekolah atau di lingkungan rumah. Anak-anak memang harus diajarkan sikap mengalah, sopan, dan melarangnya untuk senang berkelahi. Tapi, tidak berarti ia tidak melawan jika ia disakiti alias pengecut. Jika ia lemah, tentu akan membuat teman-teman superiornya menjadi senang menjahili dan menyakitinya. Jika dibiarkan, ia akan menjadi anak yang rendah diri.

5. Pilihkan guru yang terbaik. Diakui atau tidak, tidak setiap guru layak menjadi guru. Ada tipe guru yang terlalu keras pada anak-anak, tidak menguasai metode pendidikan anak yang baik dan benar, tidak sayang anak-anak, dsb. Ijazah boleh saja punya. Tapi, itu bukan jaminan menjadi guru yang baik. Nah, jika anak Anda mengadu bahwa guru di sekolahnya terlalu galak dan keras, ada baiknya Anda menyelidikinya terlebih dahulu. Tidak ada salahnya Anda mencari tahu metode pengajarannya, atau laporan-laporan dari orangtua yang lain. Sebab, bisa jadi, permasalahan guru itu mengajar dengan keras, karena anak Anda bandel atau nakal sehingga guru harus ekstra disiplin. Betul?

Nah, bagaimana? Siap mengatasi permasalahan ini?

62 Comments

  1. betty kartika /

    anak sy takut sama guru,gurunya sih mmg galak tapi bukan marah sm anakku. klu ditnyin nangis gmn ya ngatasinya km org tua pun jd stress

    • bunda /

      Dear Ibu Betty, terimakasih sebelumnya telah berkunjung di portal kami.
      Penyebab terbesar anak mogok sekolah salah satunya adalah faktor guru yang terlalu galak atau terlalu keras dalam mengajar di sekolah. dan untuk mengoreksi ini yang cukup sulit. tapi, ada beberapa langkah yang bisa ibu coba.
      1. bicara pada anak dari hati ke hati, dan sesuaikan dengan umurnya. katakan bahwa jika seorang guru marah, itu karena muridnya nakal atau bandel. jika anak tidak ingin dimarahi, maka ia harus menurut. nah, jika guru sedang marah tapi bukan pada anak Anda, katakan bahwa ia tidak perlu takut, karena kemarahan itu bukan untuknya. jangan lupa, pilihlah waktu yang tepat untuk mengajaknya bicara.

      2. Anda sebagai orangtua memiliki hak untuk memilih guru yang terbaik untuk anak-anak Anda. cobalah untuk mengajak guru anak Anda berdiskusi. secara kekeluargaan dan santai, agar sang guru juga tidak merasa tersinggung. namun, jika Anda tidak berani, maka Anda boleh saja mendiskusikannya serta meminta kebijakan kepala sekolah. karena bagaimanapun, kepala sekolah juga memiliki kewajiban untuk menegur anak buahnya yang kurang bijak dalam mendidik.

      semoga ini bermanfaat ya, bu. salam untuk si kecil Anda di rumah.

    • puji /

      anak saya 8 tahun( klas 2 sd),sdh 1 bln ini dia ingin selalu di tungguin di sekolahnya bahkan sy hrs menunggu dekat kelasnya,sebelum berangkat pun dia sdh rewel,anak sy tipe anak yg pilih2 teman dan tidak mudah bergaul,waktu klas 1 dia punya tmn akrab bahkan sampai saat ini,tapi belakangan si teman tersebut lbh dekat dengan tmnnya yang lain,dia bahkan jd sering menangis di klas meminta sy untuk menunggu,apa yang hrs sy lakukan agar anak sy kembali seperti semula,perlu diketahui anak sy mudah memahami pelajaran krn kmrn dpt rangking 2 d kelas,trims atas jawabannya.

    • bunda anak saya umurnya 3,5 tahn.. setiap pagi kl dianter ke sekolah selalu nangis. setiap ditanya katanya g mau sekolah.. baru 3 bln ini anak saya sekolah PAUD.. apakah umurnya emang blm waktunya sekolah? mohon bantuan atau masukan nya.. thanks

      • Usia 3,5 tahun sudah usia PAUD kok, Bunda Rita. hanya saja, kesiapan untuk bersekolah pada setiap anak itu berbeda-beda. Nah, untuk itu, Bunda Rita juga harus tahu apa penyebab kenapa si kecil tidak mau sekolah. Bisa jadi, disana ada teman yg suka mengusilinya, atau bisa jadi karena gurunya kurang perhatian atau galak, atau bisa jadi karena lingkungan teman-teman seusianya yg ada di rumah belum sekolah seperti dirinya, sehingga si kecil lebih suka bermain di rumah bersama teman-temannya.
        Jika memang si kecil belum mau sekolah dan Anda bisa menanganinya di rumah, maka cobalah untuk memberinya pendidikan dini di rumah terlebih dahulu. Tapi, jika tidak memungkinkan, maka Anda bisa berkonsultasi dengan guru kelasnya untuk meminta bantuan agar si kecil mau diajak masuk sekolah.

  2. fifi lubis /

    mohon bantuan,bunda..
    anak saya 4.5tahun,sejak juli kemarin mulai bersekolah,memasuki bulan ketiga tiba2 mogok sekolah dengan alasan bosan karena ibu guru bicaranya lama.

    saat ini sudah kurang lebih 3 minggu dia tidak bersekolah.
    perlukah dan membantukah jika saya membawanya pada seorang ahli?
    saya yakin ada sesuatu di sekolah yang membuat dia tidak mau datang ke sekolah namun dia tidak bisa mengungkapkannya.

    terima kasih.

    • bunda /

      Dear Ibu Fifi, terimakasih atas kunjungan Anda di portal kami. senang rasanya Anda mau berbagi dengan kami. untuk usia 4,5 tahun berarti sudah TK ya, bu. dan usia segitu anak memang sedang senang-senangnya bermain dan bereksplorasi dengan kawan-kawannya. dan kurang tepat sebenarnya jika belajar di TK disamakan dengan belajar di SD atau tingkat yang lebih tinggi. seharusnya, konsep pembelajaran di TK adalah belajar sambil bermain. tidak melulu dalam kelas dan banyak bicara. jika guru TK terlalu lama berbicara di sekolah, pantas saja jika anak Anda bosan dan enggan sekolah.
      Jangan terburu-buru membawa si kecil ke psikolog. tenang saja, insya Allah ini masih dalam batas kewajaran. akan tetapi, Anda pun harus menyelidiki sebab lain, barang kali keyakinan Anda tentang adanya sebab lain yang membuatnya mogok sekolah memang ada. ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan:
      1. tanyakan dan ajak si kecil bicara dari hati ke hati. sama dengan jawaban saya kepada ibu Betty. Anda harus pintar-pintar memilih waktu yang tepat untuk mengajak si kecil berbagi dengan Anda.
      2. carilah informasi sebanyak-banyaknya tentang guru si kecil dari orangtua atau wali murid yang lain. adakah keluhan yang sama?
      3. carilah informasi dari guru dan kepala sekolah tentang teman-teman si kecil di sekolah. bisa jadi, si kecil merasa takut dengan temannya yang bandel dan senang mengganggunya.
      4. perhatikan juga sekeliling Anda dan si kecil sendiri. apa yang ia lakukan jika ia tidak mau sekolah dan di rumah saja? bagaimana lingkungan di sekitar rumah Anda? adakah anak seusianya yg tidak sekolah? bisa jadi, si kecil tidak mau sekolah juga karena ia merasa ada teman seusianya yg tidak sekolah. dan ia ingin bermain bersama temannya tersebut.
      semoga bermanfaat, salam saya untuk si kecil Anda di rumah.

  3. fifi lubis /

    terima kasih bunda atas responnya,
    saya akan terapkan kepada anak saya,semoga berhasil.
    mohon doa ya.

    • bunda /

      @ibu fifi: aamiin…mari kita sama2 berdo’a untuk kebaikan anak-anak kita ya…

  4. anak saya umur 5 tahun, sudah hampir 5 bulan sekolahnya minta ditungguin terus, padahal kalau sudah disekolah di enjoy aja dengan teman dan gurunya tidak ada masalah, hanya sekali kali menengok keluar untuk memastikan ibunya nungguin dia, kalau gak ada dia langsung keluar mencari ibunya sambil nangis. kalau ditanya kenapa minta ditunggin, jawabannya hanya takut ibunya pergi. ada yang punya saran untuk masalah ini

    • bunda /

      selamat datang di portal kami, pak Iman.
      saya mencoba berbagi sesuai dgn pengalaman saya. saya dulu juga pernah menghadapi murid yg demikian. 3 bulan pertama mamanya bahkan harus ikut masuk kelas. jika tidak melihat mamanya, dia akan menangis keras dan meraung2. di kelas bahkan tidak aktif. tidak mau ikut aktivitas apa-apa. saat ditanya mengapa dia begitu, jawabannya pun hampir sama: pingin aja begitu, katanya. Wow. saya sendiri sedikit merasa kesulitan awalnya. karena murid yg saya tangani juga banyak.
      lalu saya mencoba melakukan pendekatan yg lebih intens dgnnya. lebih memberinya perhatian, kesempatan, dan tantangan. awalnya ia juga menolak. tp saya terus bertahan, dan juga sedikit melakukan “pemanasan” untuk memacu semangatnya bersama anak2 lain. sampai akhirnya anak itu mulai merasakan kedekatan dgn saya, dia mulai mau beraktivitas, mulai tidak sering2 menengok ke jendela, dan akhirnya mau ditinggal. saat 4 bulan masuk, saya mencoba memberi tantangan pada ortu untuk “tega”. lebih baik saya susah diawal daripada semua anak malah iri dan ingin ditemani juga.
      saya pikir, anak dgn type demikian memang membutuhkan kerja sama antara ortu dan guru. maka pelan2 kami mulai bekerja sama secara lebih kooperatif. dan akhirnya si anak benar2 mau ditinggal dan mengalami perubahan yg cukup baik.
      nah, mungkin, Anda dapat mendiskusikan hal ini dgn istri, yg kemudian juga mengajak guru bekerjasama untuk melatih kemandirian si kecil. agar ia mau ditinggal. sebab, sebagai seorang ibu saya memahami betapa banyak pekerjaan rumah yg harus ditinggal untuk menunggui si kecil. dan sebagai guru, betapa canggungnya jika saya harus mengajar dengan ditemani orangtua yg “ikut” belajar. tentu tidak fleksibel dan kurang rileks.
      demikian, semoga bermanfaat.
      Adakah pembaca lain yg ingin sharing? silakan sharing disini.

      • yuli astuti /

        anak saya umur 4 tahun sekarang saya masukin tk A tapi dia gak mau masuk kelas padahal sebelumnya sudah masuk paud tapi di paud juga seperti itu dia hanya mau masuk bila saya ikut masuk dan dia sekarang mau masuk kelas tapi kalau ditemani sama kakanya yang sudah sd kelas 1 padahal dulu waktu kakanya Tk dia yang semangat untuk sekolah tapi kenapa sekarang pada waktunya dia sekolah dia gak mau kalau saya paksa dia malh menangis pernah saya cubitin sampai nangis tapi tetap dia gak mau masuk..gimana ya saya sebagai orang tua bingung soalnya saya kerjanya jadi telat terus………

        • bunda /

          ada banyak penyebab anak jadi mogok sekolah, ibu…
          dan sama seperti jawaban saya sebelumnya, dibutuhkan kerja sama antara orangtua dan guru untuk menghadapi anak yg mogok masuk kelas. terkadang, orangtua memang harus “tega” meninggalkan anak bersama gurunya. cobalah untuk banyak berkomunikasi dengan guru kelasnya, barangkali ibu gurunya memiliki solusi lain. beberapa cara yg pernah saya lakukan untuk membuat anak masuk kelas, biasanya jurus tega itu. awalnya memang mengganggu saya dan murid lain, ibu. tapi, ketika saya mencoba mendekati anak tersebut secara personal, lama-lama ia tidak menangis lagi, bahkan mau ditinggal. pada kasus yang lebih ringan, saya pernah meminta sang ibu untuk tidak mengantar, tapi ayahnya. nah, karena sang ayah tidak bisa masuk kelas saya, mka mau tak mau anak tersebut harus masuk kelas bersama saya. tolong hindari juga memberikan cubitan atau memarahinya di depan umum. hal itu dapat membuatnya merasa malu di hadapan teman-temannya.
          atau, jika ini memungkinkan, coba untuk memancing keinginannya secara mendalam. misalnya, turuti saja maunya untuk tidak sekolah. biarkan ia di rumah, jangan katakan apa-apa, kecuali bahwa konsekuensi anak yg tidak mau sekolah adalah belajar di rumah bersama nenek/maid. tapi, mintalah bantuan sang kakak, untuk menunjukkan bahwa betapa sekolah itu menyenangkan. minta sang kakak mengeksplorasi dan mengekspresikan hal-hal baru yg dapat ia temukan di sekolah untuk membuat si kecil penasaran. bila pancingan ini berhasil, suatu hari ia akan meminta sekolah lagi, namun tolaklah. katakan padanya bahwa kemarin ia tidak ingin sekolah, jadi ia harus tetap di rumah (harus mau tega, ya, bu). sampai ia benar-benar memiliki keinginan yang kuat untuk bersekolah, dan ia mau berjanji pada anda untuk tidak mogok sekolah lagi, baru kemudian anda turuti.
          saya tidak bisa menjamin kesemua cara ini berhasil pada semua anak. tapi, anda yg paling memahami anak anda, anda lah yg harus mencoba, kalau perlu, semuanya. berat memang, pada mulanya. tapi, jika hal tersebut bisa membuatnya mau bersekolah kembali, tidak ada salahnya untuk dicoba, bukan?

  5. anak saya berusia 9 tahun sekarang sudah kelas III SD,mulai menginjak kls III sampai sekarang dia tidak mau masuk sekolah,karena takut.bagaimana solusinya?….. terima kasih…..

  6. Mohon bantuan bunda, anak saya lelaki usia 4.5 tahun. permasalahan sama dengan pak iman dan bu fifi. anak saya sekarang tidak mau sekolah sudah 1 bulan, alasan awalnya karena bosan dan takut “kamar disiplin” yang diterapkan di sekolah. Kami mencoba membawanya ke salah satu lembaga pendidikan yang lebih menonjolkan bermain, tapi harus saya tungguin. Akhirnya karena tidak mungkin saya tungguin, selama 3 hari belakang ini tidak sekolah. Dan kalo kami coba bujuk ke sekolah dia selalu bilang tidak mau sambil bertetiak.
    Dan sekarang setiap saya kekantor anak saya selalu minta ikut dan dia mengaku sudah jadi bapak dan tidak perlu sekolah lagi.

    terima kasih untuk masukannya!!!

    • bunda /

      jawaban sudah saya kirimkan via email ya…

  7. cahyani /

    anak saya usia 3,5 tahun saat ini saya berencana memasukkan dia ke play group, tapi anak saya tetap tidak mau sekolah. anak saya sangat pemalu, sempat sudah masuk sekolah tapi disekolah hanya mau dengan saya dan tidak mau ditinggal di sekolahan minta pulang trs dan menangis dan akhirnya mogok gak mau sekolah lg. gimana solusinya, mengingat anak saya sgt pemalu, hanya mau dengan ortunya dan ortu saya dengan ortu suami saja tidak mau. makasih sarannya

    • bunda /

      Ibu Cahyani, ibu mungkin bisa juga sharing dan berbagi siasat dengan guru sekolahnya. Untuk anak usia segitu memang masih banyak yg pemalu dan selalu ingin ditemani ortunya saat sekolah. Dulu saya pernah menangani murid yg demikian ibu, ada beberapa kasus, yg terparah ada seorang anak yg umurnya lebih tua, sekitar 4,5 tahun. Awalnya saya kewalahan karena saya sendirian tidak ada asisten, dan murid tersebut menangis bisa berjam-jam selama di kelas. Tapi, saya dan wali muridnya sudah sepakat untuk bekerja sama, jadi ibunya tetap pulang meski anaknya menangis. Saya butuh 2 bulan untuk membuatnya mau duduk tenang di kelas tanpa menangis, meski ia masih tidak mau dilibatkan secara aktif di kelas. Dan hampir 1 semester akhirnya anak tersebut mau terlibat aktif dalam kelas saya.
      Jadi, memang sebaiknya ada kerja sama antara guru dan wali murid dalam menanganinya di sekolah. Jika ibu sendirian, tentu saja ini akan semakin sulit. Ibu bisa membantunya untuk mengatasi pemalunya agar lebih aktif dan mau bergaul dari rumah. seperti mengajknya bertamu ke tetangga atau kerabat, mengajaknya ngobrol saat ia bermain, dsb.

  8. Bunda, apa yang hrs saya lakukan untuk anak saya yg mogok sekolah…
    awal cerita, ketika dia MOS dia ceria dan tidak ada masalah sm sekali dan waktu itu saya tungguin krn saya cuti, tp setelah MOS ada kejadian yg bikin anak saya TRAUMA, yaitu kesalahan krn dia mengatakan “Popok” untuk sebutan celana dalam. Akhirnya dia diketawakan teman2 sekelas. Sejak itu dia mogok sekolah. tidak mau masuk kelas. jd sekarang dia hanya bermain2 diruang guru tanpa melakukan kegiatan apapun. dan ditemani guru BP nya..yang saya tanyakan sampai kapan kejadian ini akan berlangsung?? Saya Stress, Sedih, Bingung krn saya juga bekerja ,,,semoga Bunda bisa membantu memberikan solusi ttg masalah saya. Sekian Terima Kasih…

    • bunda /

      Bunda Ari, dari cerita Anda, sepertinya si kecil adalah type anak yg sensitif ya? Menghadapi anak demikian memang gampang-gampang susah. Kita harus bekerja sama dengan guru kelasnya agar si kecil mau masuk kelas dan mengikuti pelajaran lagi. Apalagi, apa yg disebut dengan “kesalahan” itu sebetulnya tidak fatal dan tidak seharusnya membuatnya mogok berkepanjangan. Itu hanya sebuah kekeliruan kecil.
      Saran saya, bunda Ari konsultasi dengan guru kelas, karena kegiatan di kelas tentu merupakan tanggungjawab beliau. Tanpa adanya kerjasama yg baik antara guru dan wali murid, tentu saja ini cukup sulit.
      Kemudian, Anda pun perlu mengajak si kecil bicara dari hati ke hati. Bahwa kejadian tersebut tidak perlu lagi diingat-ingat. Dan apabila ada teman yg mengejek, anggap saja ia tidak mendengar. Anda mungkin bisa menceritakan beberapa pengalaman Anda atau ayahnya yg hampir sama, dan kemudian Anda berusaha untuk tetap sekolah, sehingga teman-teman mulai melupakan kejadian tersebut. Karena tentu saja lambat laun anak-anak akan melupakan kejadian tersebut dengan sendirinya.
      Anda juga bisa menyiasati si kecil, untuk tetap berbaik hati kepada teman-teman yg mungkin agak bandel. Misalnya, Anda membekalinya dengan kue-kue atau permen, dan si kecil bisa membagi kue tersebut untuk teman-teman sekelasnya. Yang jelas, tekankan bahwa si kecil harus berani menghadapi masalahnya, dan harus berani membalas perbuatan yg kurang baik dengan perbuatan yg baik.
      Kadang-kadang anak-anak akan ngotot atau bahkan meminta pindah sekolah. Tapi, jika Anda menurutinya, itu bukanlah solusi terbaik. Apalagi kekeliruan tersebut adalah sebuah spontanitas tak disengaja.
      Demikian ibu, semoga bermanfaat.

  9. saya seorang pengajar di prasekolah playgroup. ada seorang anak didik saya sampai sekarang masih di temani oleh orang tuanya ( 5 bulan ) bagaimana cara mengtasinya ya????? saya sudah coba dengan jurus tega tapi pada akhirnya anak tersebut tidak mau dengan saya.

    • bunda /

      mbak Nur, apakah sebelumnya sudah dicoba jurus lain? pendekatan yg intens misalnya? Anda bisa mendekatinya, memberinya semangat dan tantangan. Anda bisa memintanya untuk membantu Anda, seperti membagikan snack saat istirahat pada teman2nya, atau memberinya kesempatan untuk menjawab pertanyaan Anda lebih dulu, dsb.
      Karena kalau sebelum ada pendekatan intens Anda sudah langsung melakukan jurus tega, saya yakin anak-anak yg demikian justru akan semakin menolak untuk didekati. demikian ya…

  10. deni /

    saya ibu bekerja yang mempunyai anak berumur 2 th,saya sekarang bingung bun…semenjak umur 1 th saya tidak pake pengasuh lg pd anak saya,semua saya yang tangani sendiri.kalau saya kerja dulunya saya titip sama tetangga stlh umurnya 1,5 th saya masukan ke tpa tapi permasalahannya anak saya tidak mau ditinggal ditpa sehingga selama 2 bln dia ditunggui oleh adik saya kemudian dicoba seminggu tidak ditunggui ditpa nya ternyata dia menangis tak berhenti sampai tertidur,ini berlangsung selama seminngu dan kemudian dia tdk mau sekolah lg.skrg dia saya titip sama adik saya tp tetap saja menangis jika saya tinggalkan.mengapa anak saya begitu bun?bagaimana cara mengatasinya?terima kasih.

    • bunda /

      Ibu Deni, usia 1,5 tahun memang belum masanya untuk masuk sekolah. Anak2 di usia ini seharusnya dan sebaiknya -jika memungkinkan- berada bersama orangtua atau pengasuhnya di rumah. Hal ini karena anak-anak di usianya masih dalam tahapan beradaptasi dan mengenali lingkungan keluarga dan orang di sekitarnya.
      Ada anak-anak yg sangat sulit untuk beradaptasi dgn lingkungan baru, bahkan meski ada anak seusianya sekalipun dalam kelas tersebut. Dan pada beberapa kasus untuk anak-anak pasif, mereka cenderung lebih sulit untuk terlepas dari orangtua atau pengasuhnya.
      Saran saya, sebaiknya biarkan dulu si kecil belajar di rumah, entah bersama Anda atau pengasuhnya atau dengan kerabat Anda. Selama masa ini sampai usia 3 atau 4 tahun, pacu semangatnya dan latih ia untuk menjadi anak yg lebih aktif lagi.
      Jangan lupa, sesibuk apapun Anda bekerja, anak Anda adalah yg utama. selalu luangkan waktu khusus setiap hari untuk bersamanya, entah membaca, bercerita, atau menemaninya bermain tanpa interupsi apapun.
      Insya Allah, setelah ia siap untuk sekolah, akan lebih mudah untuk mempercayakannya pada guru di sekolahnya kelak.

  11. rini /

    bunda mnta tlong dunk… adik saya dlu pendiam smpe klas 2 smp dia slah bergaul ortu sya trmasuk org yg sibuk.k2 kakak sya udh berkeluarga dlu sya blum brkelurga bs ngawasi adek sya tp skrg aq dah pisah propinsi jd jarang skali kom.sjak sya pndah ada aja mslh yg dibuat adik sya mulai dr kebut2n dijalan,kluar mlam,bhkan skrg dia sering blos skolah.yg jdi mslahnya adik sya mau kluar dr sklahny (skrg dah kls 2 STM) yg favorit di kota.dan mau skolah di STM yg g ada mutunya cma gaara2 tmen pergaulanya ada distw.gmna saya menanganinya bun?soalny kasian org tua sya krna cma dia anak laki2 satu2nya.tlong bunda….

    • bunda /

      mbak Rini, adik Anda sedang berada pada masa transisi untuk mencari jati dirinya. umumnya, pada anak laki2 terjadi di usia seperti adik Anda.
      Di masa transisi ini, umumnya para remaja mengalami frustrasi. Di masa kanak-kanak ia dituntut untuk menuruti orangtua, kakak, guru, dsb. Maka di masa remaja ia mulai mengalami gejolak2 yg sering kali itu membuatnya frustrasi. Ia merasa terkekang dengan aturan, merasa butuh perhatian lebih, dsb.
      Dan bila itu didukung dgn kurangnya perhatian dan pengawasan orangtua, teman2 sepermainan yg kurang baik, maka jadilah perubahan itu ke arah negatif. Ia akan lebih berontak, ia meminta kebebasan lebih, ia melawan dan ingin mengatur hidupnya sendiri, dsb.
      Bila yg demikian ini ditangani dengan “kekerasan” juga, atau dalam arti orangtua dan kakak2nya semakin menceramahi dan mengekangnya, ia justru akan semakin melakukan perlawanan.
      Nah, saran saya, Anda bicarakan hal ini dengan orangtua. Misalnya, ayah atau ibu jangan terlalu menuruti apa yg diinginkannya. Namun iringi dengan memberikan perhatian yg lebih padanya. Dalam artian, sesibuk apapun orangtua Anda, terutama ayah, adik Anda sebagai anak laki-laki satu2nya membutuhkan figur laki2 sejati dari ayahnya.
      Mintalah ayah Anda untuk meluangkan waktu dan pergi berdua saja dengan adik Anda. Memancing, naik gunung, atau sekedar belanja bersama kebutuhan pria. Atau setiap hari, luangkan waktu untuk mengajak adik Anda bercerita atau berbagi pengalaman, menanyakan aktivitasnya, dsb.
      Saya yakin, awalnya mungkin kaku. Tapi, saat ini hanya ayah Andalah yg dapat membantunya menumbuhkan kembali sisi positifnya.
      Untuk ibu, mungkin ibu bisa lebih bersabar untuk memperlakukan adik Anda sebagai “anak yg sudah besar”. Adik Anda membutuhkan kepercayaan dari orangtua Anda. Semakin diatur ia akan semakin merasa bahwa ia tidak dipercaya.
      Anda dan kakak2 Anda juga dapat membantunya via SMS atau telpon, sekedar menanyakan kabarnya, dan memotivasinya. Sesekali, kirimkan buku bagus, atau CD film2 motivasi, dsb.
      Hanya ini yg dapat saya sampaikan. semoga bermanfaat ya.

  12. nila /

    anak saya waktu kelas 1 bersekolah di sd N tapi ketika kelas 2 dipindahkan ke sd z karena pertimbangan guru yang kurang memadai (malah ada pelajaran yang tidak tersedia gurunya), kegiatan yang kurang, sekolah terlalu fokus pada hal lain dan bukan pelajaran. Sekarang anak saya kangen bertemu teman-teman lamanya meski di sekolah baru dia menyukai guru yang tersedia cukup lengkap. Apakah saya salah dengan memindahkannya? Dia terkadang membandingkan sekolah lama dan baru tapi dia menyadari ada hal-hal yang kurang di sekolah lama. terkadang saya merasa bersalah karena ingin mencari sekolah yang perfect.

    • bunda /

      Halo, ibu Nila…
      Boleh saja orangtua itu memilihkan atau mencari sekolah yg terbaik untuk anak-anaknya. Terutama jika memang kendala di sekolah lamanya seperti yg Anda kemukakan. Tentu saja, kita tidak mau anak-anak justru terbengkalai di sekolahnya, bukan? Kita menyerahkan mereka setiap pagi hingga siang/sore hari adalah untuk meminta bimbingan para guru di sekolah. Jika ada yg tak sesuai dengan harapan, saya rasa itu normal saja.
      Untuk si kecil, wajar saja jika ia merasa kangen dan ingin berkumpul lagi dengan teman-teman lamanya. Anda bisa meluangkan waktu dan mencari kemungkinan untuk mengajak si kecil mengunjungi teman-teman lamanya. Misalnya, adakan acara kumpul bersama di hari libur dengan mengundang teman-teman lamanya. Atau Anda bisa mengajaknya bermain ke salah satu rumah teman lamanya, dsb. Saya rasa, si kecil perlahan-lahan akan mulai memahami mengapa Anda memindahkan sekolahnya. Terlebih jika ia sudah mulai banyak bergaul dengan teman-teman baru, saya yakin, hal ini tidak akan menjadi masalah lagi untuknya. Yang terpenting adalah bagaimana agar setiap keputusan orangtua itu bisa dikomunikasikan dengan baik terlebih dahulu kepada anak-anaknya. Agar mereka tidak merasa diabaikan atau dilanggar haknya.

  13. Lastri /

    anak saya usia 5 th, waktu usia 4 th pernah sy mskkan ke TK, awalnya sih tidak mau tp dgn sdkt paksaan akhirnya mau. 3 mgg pertama dia tidak mau di tinggal, stlah itu dia sdh terbiasa tidak lagi di tunggu, jadi hanya di antar dan dijemput saja. 3 bln kmdn dia tidak mau sekolah sama sekali tanpa alasan yg jls, sdh berbagai cara sy berbcra tp ttp saja tidak ada alasan tidak mau sekolah. Sekarang sy sangat cemas karena dia betul2 sama sekali tidak mau sekolah apapun (TK/SD). Mohon masukannya bunda…. trimakasih byk.

    • bunda /

      Bunda Lastri, ada banyak alasan mengapa anak-anak tiba-tiba mogok tidak mau sekolah. bisa jadi ia takut dengan gurunya, atau ada teman yg membuatnya takut dan tidak nyaman, atau karena merasa tidak bisa mengikuti kegiatan di sekolah, atau merasa jenuh dengan metode pengajaran guru, atau bisa jadi terpengaruh dengan lingkungan rumah (misal : ada tetangga teman sebayanya yg tidak sekolah dan lebih sering bermain).
      jika sudah berbagai cara Anda gunakan untuk mencari tahu dari si kecil dan itu gagal membuatnya bercerita, Anda bisa bertanya atau berkonsultasi dengan guru sekolahnya. Anda juga bisa sharing dengan wali murid lain dari teman-teman si kecil. mungkin di sekolah memang ada teman yg suka mengganggunya dan membuatnya takut, atau sebaliknya, ada laporan dari wali murid lain tentang guru yg juga tidak disenangi murid lain, dsb.
      Jika berbagai informasi tadi sudah Anda dapatkan, dan Anda menemukan akar masalahnya, baru lakukan tindakan. Anda bisa memberinya pilihan untuk mencari dan menentukan sekolah yg ia mau (ada memang tipe anak yg begitu pemilih ya, Bunda). atau berikan pilihan untuk sekolah di rumah (homeschooling) dengan menginduk pada homeschooling majemuk yg sudah ada (primagama, homeschooling kak seto, dll). atau homeschooling sendiri dengan mendatangkan guru ke rumah.

  14. Dear Bunda,

    saya mau bertanya anak saya umur 6 tahun dan skrg msh di TK Besar, 2 th belakangan aku masukkan di PAUD dkt rumah neneknya dan semuanya baik2 saja dan tahun ini saya pindahkan ke TK dkt rumah saya, awal msuk tgl 16 juli 2012 semuanya baik-baik saja tidak ada masalah. Dan yang buat saya khawatir 2 hari ini setiap saya antar sekolah dan saya tinggal selalu menangis sedangkan saya bekerja jadi tidak bisa menungggui dia smp selesai sekolahnya. Saya sudah tanya apa ada temannya yang nakal dan dia jawab tidak ada, dia cuma bilang “bunda ga boleh kerja, abisnya bunda kerja terus, ak ditinggal terus”.

    Jujur bun, saya tidak bisa resign karena saya sudah terikat kontrak sampai desember nanti. Jadi saya mohon sarannya apa yang harus saya lakukan, supaya anak saya mau bersekolah kembali.

    Thanks
    Wiwi

  15. santi /

    Bunda, sharing dong..
    Anak pertama saya (3th 6 bln)lebih suka bermain di dalam rumah dengan adiknya (20 bulan), susah diajak bermain keluar rumah dengan alasan anak tetangga ada yang nakal suka memukul, ada yang jorok karena senang bermain di solokan dan tempat sampah, dan sebagainya. Dia juga mendadak membisu dan terlihat tidak nyaman kalau berada di lingkungan baru.
    Di rumah dia anak yang super aktif, tidak bisa diam, senang bercerita, dan suka berimajinasi.
    Karena tidak mau bermain dengan teman di lingkungan rumah, saat usianya 3 tahun saya coba masukkan dia ke tempat les baca tulis (satu kelas 4 orang), anak saya senang dan semangat sekali, dia sangat senang mengobrol dengan guru lesnya, walaupun saat di kelas anak saya terlihat tidak memperhatikan materi les (dia lebih senang bertanya hal-hal lain), tapi perkembangan baca tulis nya terbilang pesat. Tapi tetap dia tidak mau berkomunikasi dengan teman2nya. Dan setelah les dia malah lebih senang di rumah, belajar membaca, menulis dan mewarnai.
    Tahun ajaran baru ini saya masukkan ke playgroup yang jumlah muridnya lebih banyak dengan harapan dia akan belajar untuk bersosialisai dengan lingkungan di luar rumah.
    Tapi ternyata di playgroup anak saya tidak mau melibatkan diri dengan sekitarnya, sama sekali tidak mau mau kelas tanpa saya ada di sampingnya. Tidak mau memperhatikan ibu gurunya, tidak mau mengikuti kegiatan di kelasnya, bahkan bermain perosotan pun harus saya pegangi. Karena anak saya selalu menempel pada saya di kelas, ibu gurunya menyarankan saya untuk keluar dari kelas dengan agak dipaksa, anak saya langsung menangis menjerit jerit.
    Saya jadi khawatir, sudah lebih dari 2 minggu belum ada perubahan, anak saya benar-benar jadi pribadi yang berbeda kalau dia berada di sekolah. Saya tanya apa dia senang sekolah, dia bilang senang. Di rumah dia juga sering bercerita kejadian di sekolah kepada kakek dan neneknya, dia juga hapal lagu-lagu yang diajarkan gurunya, hapal nama teman-temannya, hapal gerakan senam di sekolahnya.
    Saya jadi bingung, apa yang harus saya lakukan agar anak saya mau aktif di sekolahnya dan bisa lebih nyaman di tempat baru.
    Mohon pencerahnnya,
    Thanks..

    • wah pengalaman bunda santi sama banget dengan pengalaman saya, hingga anak saya sd masih juga seperti itu, akhirnya bgmana ya bun, apa sudah ada perubahan? jika iya mungkin tidak keberatan jika bisa sharing dengan saya, karena saya jadi di pusingkan dengan sifatnya yang unik ini… sementara saya juga bekerja… mau minta bantuan psikolog anak tp sampe skr tidak ada yang jitu…

  16. Happy /

    Bun,maw tanya donk..anak saya umur 4 tahun..baru saja masuk TK-A..4 hari masuk sekolah dia senang sekali..dari pertama masuk sekolah suda saya tinggal,jadi hanya saya antarkan sampai dia masuk kedalam kelas saja..pada hari ke-5 sampai dengan kurang lebih seminggu,anak saya sakit batuk pilek panas,sehingga tidak dapat masuk sekolah..setelah masuk lagi sekolah 2 hr kemudian dia sering menangis dan mogok masuk sekolah..hingga pada malam hari saat tidur dia mengigau dan nangis untuk tidak maw sekolah..saya sudag berikan perngertian dan iming-iming segala hal yang dia sukai..tetapi dia lebih memilih untuk tidak sekolah..setelah saya bujuk rayu dan tanya-tanya,ternyata ada teman sekolahnya yang sering menganggu dia..Guru sekolahnyapun cuek saja ketika anak saya diganggu dan ketika anak saya mogok untuk tidak maw mengiuti pelajaran sekolah,oleh gurunya jga dibiarkan saja..
    Gimana nich bun enknya?saya bingung juga..

  17. saya memiliki anak,dia sudah telat 10 hari dikelasnya karena sakit,tapi setelah masuk anak saya mendadak suka menyendiri?
    suka ngenjauhin saya,saya bingung saya tanya kenapa? dia ga jawab,kalau dibangunkan sekolah dia pura2 sakit,dia ga mau sekolah,dia mau bilang ke ayahnya untuk pindah tetapi tidak berani,takut ayahnya memarahinya,lalu saya harus bagaimana?

    tolong pendapatnya

  18. errie /

    Aku punya anak umur 3tahun 4bulan..udah 2 hari ini dia ga mau sekolah,awal2 masuk sekolah seh ga ada masalah n dia semangat..sampe akhirnya libur lebaran 2minggu dan mulai masuk sekolah lg,dia ga mau..kl ditanya kenapa ga mau sekolah jawabannya takut bunyi bel di sekolah…mmg kl aku perhatikan anakku agak sensitif dgn suara…aku minta pendapatnya yah?kl aku biarkan dia ga sekolah trs,takutnya malah makin ga mau sekolah…

  19. Nana Chrislia /

    senang nemu web ini. Bunda, anak ku 5 thn. baru masuk TK thun ini. Di kelasnya dia sendiri anak baru, sehgga sering diganggu teman2 nya. apalg di kelas itu anak2nya ngegank. krn sering diganggu, dia pernah mogok nulis, dia blg ga mau belajar di sekolah, maunya main aja. dia prnah tdk mau masuk kelas, kebetulan guru kelasnya sedang rapat. dia ditangani sm guru lain yg main paksa aja masuknya. katanya sudah besar,harus menurut. sy jelaskan dia sedang tidak mau masuk kelas krn sering diganggu temannya, guru itu malah blg, semua juga begitu n dia membentak, suruh anak sy blg siapa yg ganggu. tp anak ku jadi nangis. Dia dipaksa sj masuk k kelas smbl nangis. sy jd kesal dengan tindakan itu. sy jadi ingin memindahkan sekolah anak saya, krn sepertinya guru2 nya tidak perhatian dengan masalah anak sy, apalgi dia baru mengenal dunia sekolah. yg jelas beda dengan teman2nya yg sudah 2 tahun sekolah.

    • terimakasih atas apresiasinya, ibu Nana.
      menurut saya, sesuai dengan kapasitas dan sedikit pengalaman saya sebagai pengajar di TK, saya akan lebih menyarankan ibu Nana untuk memindahkan si kecil ke sekolah lain yg lebih baik. teliti memilih sekolah, inilah kuncinya. jangan sampai kita menitipkan anak-anak ke sekolah kepada guru yang sebenarnya kurang layak untuk dipanggil guru. mengandalikan anak-anak kan ada tekniknya, tidak sembarangan main bentak. apalagi jika terkesan membiarkan anak-anak lain bebas melakukan tindakan bully di sekolah. sekali lagi, bijak dalam memilih sekolah, itu penting. setuju?

  20. Siang ibu,
    anak ku sekolah di SEKOLAH PORIS INDAH, di perumahan poris indah- tangerang kota, daan mogot km.19, prestasi belajarnya menurut saya dia mampu, disamping saya juga yang mengajarinya sendiri dirumah, tapi tiba-tiba dia minta di-les kan dengan guru walikelasnya, karena banyak teman-teman sekelasnya yang les dengan guru walikelasnya, dan guru-nya pernah berkata bahwa kalau memang tidak bisa mengikuti ” Les tambahan aja”, disini saya merasa aneh kok bisa ya, walikelas memberi les kepada muridnya sendiri, bagaimana independensi dia dalam menilai prestasi belajar anak didiknya, antara yang les dengannya dan yang tidak les dengannya, hal ini sudah diketahui kepala sekolahnya, tapi terkesan dibiarkan, apakah sekolah lainnya juga seperti ini, setahu saya ini tidak boleh, kalau bukan dengan walikelasnya tidak masalah, baiknya kemana saya bisa berkonsultasi akan hal ini, terima kasih ibu.

    • Ibu, sebenarnya yg seperti ini memang sudah lama sekali terjadi ya. banyak wali kelas yang membuka “praktik” alias privat di rumah untuk murid-murid kelasnya sendiri. secara logika, bijaknya memang tidak demikian. sebab pastilah ada kekhawatiran akan ketidakadilan dari guru tersebut. tapi, menurut saya, masalah independensi itu biarlah menjadi tanggungjawab gurunya. mau adil atau tidak adil, terserah saja. yg terpenting, Allah itu Maha Adil. dan kita husnudzani saja. selalu berprasangka baik saja, agar Allah juga selalu memberikan kita dan anak-anak kita yg terbaik.

  21. anak saya 4 tahun 5 bulan, sekolah tk A.. hampir satu bulan ini tidak mau ke sekolah.. Bahkan sama sekali tidak ada keinginan untuk sekolah lagi.. JIka faktor dari teman ada yang tidak ia sukai, bagaimana cara mengatasinya? (anak saya ada sedikit kesulitan untuk masalah sosialisai, dan cenderung pemilih dalam hal teman). Pernah suatu saat mengatakan kalau sekolah lama, apa usianya belum matang ya bu untuk masuk tk A? lebih baik SD 6 tahun 3 bulan atau 7 tahun 3 bulan ya bu? mohon sarannya.. terima kasih..

    • usia 4 tahun sudah waktunya masuk TK A kok, bu. sepertinya permasalahan ada pada 2 hal : sosialisasi dan tingkat kejenuhan.
      yg pertama, si kecil yg cenderung pemilih ini akan kurang adaptif, sehingga ketika ia merasa tidak nyaman dengan teman atau gurunya, ia akan lebih memilih untuk diam di rumah, atau di area yg membuatnya nyaman. cara mudah untuk membuatnya mau lebih bersosialisasi adalah dengan sering-sering mengajaknya bertamu ke rumah teman-teman atau kerabat Anda. ajak ia menemukan bahwa memiliki teman adalah sesuatu yg asyik dan menyenangkan.
      yg kedua, bagaimana keadaan sekolah si kecil? umumnya anak-anak tipe seperti ini memang cenderung tidak terlalu suka berada di luar rumah terlalu lama. jadi ibu bisa memilihkan sekolah yg non fullday.

  22. Siang Bunda,
    Anak saya umur nya 4 th, sejak bulan juli kmrin dia sdh mulai masuk sekolah, pada awal2 masuk sekolah dia senang, mandiri dan bisa ditinggal, tapi sekarang ini dia tdk mau masuk ke kelas sendiri mau nya ditemani dgn mamanya, atau terkadang mau tungguin diluar pintu yg pasti kelihatan mamanya,berkali-kali sdh saya tanya knp sih skrng adik kok minta ditungguin mama pdhal dulunya kan mau masuk ke kelas sendiri dan mau ditinggal, trus dia jwb ktnya aq takut klo di pukul sama temen2, pdhal yg saya tau gak ada yg gangguin dia dikelas, saya sempat berpikir itu cuma alasan dia spy saya mau menemani dia, pernah saya pura2 ninggalin dia dan bersembunyi, alhasil nangis nya kenceng sekali, gurunya sdh mencoba u/ merayu tapi tetap saja dia tdk mau berhenti memangis, akhir nya saya tdk tega dan menunggunya di dlm kelas, melihat kondisi anak sy sperti ini apa yg hrs sy lakukan bunda, mengingat saya jg bekerja sehingga saya sering terlambat ke kantor….

  23. slm kenal bunda,
    anak sy laki2 umur 3thn, anak sy sifatny keras, suka marah & sulit bgaul dgn org baru.. dy hny mau main dgn kakakny, ortu & pengasuh saja, bahkan tkadang dy lbh enjoy maen dgn mainan nya.. Sebab itu sy mskkan sekolah play group supaya bs bersosialisasi dgn org lain.. tp dr awal skolah mau nya dtungguin trs.. ok sy turutin kmauanny yg penting anak sy mau skolah.. tp stlh 2bln sy tungguin dskolah jd tdk ada perkembangan.. di dlm kelas smua2 mau nya sm sy & tdk mau sm guru nya.. stlh sy komunikasikan dgn guruny, sy hrs tega n paksa supaya tdk di tungguin lg.. akhrny sy coba lakukan itu dgn harapan anak sy bs lbh mandiri.. tp ttp saja anak sy sll cr sy sambil nangis, mengamuk & teriak2.. pdhl dgn persuasif sy lakukan itu, spy dy tdk kaget.. Sy cemas klo seperti ini trs, takut anak sy jd trauma & tdk mau ke sekolah lg.. gmn y sebaiknya apa skolahnya di stop dl sampai usiany ckp? atw dgn cara apa lagi supaya anak sy bs mengerti & mau sekolah tanpa dtungguin? Mohon sarannya bunda & terima kasih atas jawabannya..

  24. dinara /

    Selamat pagi bun….
    Permasalahan saya hampir sama persis dengan Ibu Santi. Bahkan anak saya dengan orang lain pun susah sekali berinteraksi. Lucunya sama ipar2 saya ada yang benar-benar dia hindari dan takuti sampai2 kalau bertemu mereka, dia akan menangis ketakutan. Sifat yang seperti itu sudah terlihat dari dia bayi karena tidak mau lepas dari saya atau papanya. Saya berfikir agar dia bisa bersosialisasi dengan orang banyak pada usia 3 tahun kurang 2 bulan saya bawa dia ke PAUD tuk melihat teman2 yang lain belajar, cuma 2 hari dan hasilnya benar2 tidak bisa bersosialisasi, tidak mau berbaur dengan yang lain. Akhirnya tidak saya bawa lagi ke PAUD. Saya pikir juga karena terlalu kecil. Dan kemarin pada bulan Oktober saya masukkan ke TK A, saya pikir lebih banyak orang dia akan lebih banyak teman dan mau berbaur, ternyata sampai hari ini maunya ditemani didalam kelas, kalau tidak saya yang minta dia untuk melakukan apa yang gurunya suruh dia tidak akan pernah mau melakukan apapun di kelas, saya coba tega sudah 2 minggu ini habis anter, saya lsg tinggal, tapi hasilnya sebelum saya melangkah keluar dia sudah menjerit2 dan nangis gak karuan. Sampai gelantungan dikaki saya. Kata gurunya pun dia akan nangis seperti itu dikelas bahkan berdiri terus tanpa mau melakukan apapun. Saya berencana mau bawa dia ke psikolog untuk konsultasi kondisi anak saya itu. Tapi sebelumnya saya ingin mencari solusi yang lain mengenai permasalahan anak saya. Saya sangat berharap bunda bisa memberikan bantuan solusi untuk masalah saya ini. Terima kasih dan mohon maaf sebelumnya.

    • Ibu Dinara, bisa baca jawaban-jawaban saya pada pertanyaan yg senada ya. Intinya, memang ada tipe anak demikian, dan kita harus mencari tahu penyebab utama mengapa anak tidak mau sekolah. Kemudian, saran saya, mintalah bantuan dengan guru di sekolah untuk bisa bekerja sama agar si kecil mau belajar di sekolah. Memang butuh waktu dan konsistensi, bu. Dan harus selalu ada kerjasama antara guru dengan murid.

  25. irsanti /

    selamat malam bunda…
    si sulung aquillia (3y 3mos) sjak bulan juli sudah ikut bersekolah di PAUD dekat rumah. memang aquillia yang meminta untuk sekolah karena melihat anak2 di sekitar lingkungan rumah sudah bersekolah.
    awalnya saya pun ragu untuk mengikutkannya belajar di PAUD tetapi kekukuhan hatinya meluluhkan keraguan saya.

    bulan juli kemarin aquillia mulai bersekolah di PAUD. ia begitu bersemangat dan mandiri. bahkan setiap pagi jika diantar ke sekolah selalu berkata “udah bunda, kakak mau sekolah. bunda juga kan mau kerja. berangkat aja. kakak mau main sama bu guru n rania (teman akrabnya)”

    melihat kemandiriannya itu tentu membuat saya dan suami merasa bangga.

    tetapi sudah beberapa kali waktu sekolah (aquillia tidak setiap hari sekolah, hanya 3 hari dlm 1 minggu) ia mogok sekolah jika tidak ditemani sepanjang waktu sekolah.

    saya dan suami sungguh bingung dengan kondisi ini karena awalnya.aquillia sungguh bersemangat sekolah dan sangat mandiri.

    mungkinkah terjadi sesuatu di sekolah? tetapi, ketika suatu kali saya menuruti permintaannya untuk ditemani, tak ada hal mencurigakan yang tampak selama ia belajar dan bergaul bersama guru dan teman temannya. hanya memang sesekali ia menengok ke luar kelas untuk memastikan bahwa saya tidak meninggalkannya sendiran di sekolah.

    sungguh kami sangat bingung. saya pernah menyampaikan kebingungan ini kepada gurunya namun beliau pun belum memahami mengapa aquillia demikian. saya coba berkomunikasi dengan aquillia, tetapi ia belum mau terbuka menyebutkan alasannya.

    jika saya bukan ibu pekerja mungkin dengan senang hati meluangkan setiap waktu menemaninya di sekolah. tetapi saya maupum suami sama2 bekerja sehingga sulit bagi kami jika harus selalu menemaninya di sekolah..

    bunda, mohon bantuan analisa dan solusinya…
    trims

    • Bunda Irsanti, ada banyak penyebab kenapa anak tiba-tiba mogok sekolah. Bisa jadi karena ada teman yg mengusili, guru yg dianggapnya kurang perhatian, ada yg ia takuti, atau merasa kesulitan mengikuti proses belajar, atau karena ia merindukan waktu-waktu bersama Anda dan ayahnya, atau lingkungan belajar yg kurang menyenangkan, atau bisa juga karena ia bosan. Dan penyebab inilah yg harus Anda cari tahu terlebih dahulu.
      Lakukan komunikasi dengan si kecil secara lebih intens, namun tanpa memaksanya. Buatlah kondisi senyaman mungkin agar si kecil mau mengungkapkan alasannya. Jika si kecil masih belum ingin bicara, maka Andalah yg harus memompa kembali semangatnya agar ia mau sekolah seperti dulu.
      Misalnya, ingatkan si kecil tentang hal-hal seru yg bisa ia lakukan di sekolah bersama dengan teman-temannya, ajak ia menyiapkan keperluan sekolahnya bersama-sama, siapkan bekal yg ia sukai plus jajanan yg bisa ia bagi untuk sahabatnya. Anda bisa mengatakan, “kakak, yuk kita buat kue untuk dimakan sama Rania besok” atau “enaknya, besok kita bawakan rania apa ya? kakak mau apa?” dsb. Selain itu, cobalah untuk bangun lebih pagi dan mengajak si kecil berjalan-jalan sebentar dengan Anda. Upayakan lakukan semuanya dengan berpikiran positif dan optimis. Dan jangan lupa, selalu tunjukkan kepedulian Anda dan berikan penghargaan atas usahanya sekecil apapun untuk memacu semangatnya.

  26. Titik herawati /

    Siang Bunda..Saya punya masalah dengan Putri Kedua saya(Dita)..
    Permasalahan mirip sekali dengan Ibu Irsanti..bedanya anak saya masuk TK A
    di umur perbatasan 3th 9bln..
    dari awal masuk hingga bulan ke3 bisa dikatakan tdk ada masalah..bahkan hri pertama sekolah dia ga mau pulang..Sepulang sekolah anak saya dijemput
    oleh Ibu2 langganan jemputan dan saya titipkan di DAY CARE hingga jam 5 sore..menginjak bulan ke4 anak saya kadang2 sdh diparkiran mogok tdk mau masuk kelas..saya coba cari tahu ternyata anak saya tdk diajak bermain sama temannya karena Gendut(kebetulan bodynya memang agak oversize)..
    Saya Coba konsultasikan ini dengan guru kelasnya dan dengan bantuan guru kelasnya, hal ini bisa teratasi..
    di Bulan Kelima(Bulan ini)..sdh 3 kali dia mencoba mogok dan minta ikut saya kerja..dari 3 kejadian ini saya hanya 1x meluluskan permintaannya..
    Hari ini juga hampir terjadi lagi, saya berhasil mengatasi dengan bilang di Kantor Ibu Lagi Banyak Pak Dokter(saya sendiri kurang sreg
    dengan cara ini)..
    Saya bingung apalagi yang mesti saya lakukan..
    Yang Saya tahu..anak saya kalau di Rumah & di Day Care Percaya dirinya
    luar biasa bergaulnya juga sangat luwes..namun begitu masuk gerbang sekolah..drastis menjadi anak yang pendiam..
    Mohon Advisenya ya Bunda..

    • Bunda Titik, jawaban saya hampir sama dengan jawaban untuk Bunda Irsanti, ya. Tapi, poin pentingnya, penyebab mogok sekolah pada ananda Dita adalah karena ia merasa dikucilkan karena ia gendut. Nah, solusinya, pertama, jangan buat si kecil merasa bersalah dengan ukuran tubuhnya yg besar. Jelaskan padanya bahwa ada anak kurus, ada anak berbadan lebih besar, dan itu semua karunia Tuhan. Ajak ia mengambil sisi positif dari penampilannya, misalnya “gendut itu berarti sehat karena mamaku memberiku makanan sehat supaya aku pintar dan kuat” atau “gendut itu lucu lho…coba lihat, iklan susu bayi itu anaknya gendut dan sehat, aku juga…” atau “ya, aku memang gendut, nah karena aku gendut aku bisa bantu kamu berdiri kalau kamu jatuh, atau aku bisa nemani kamu kalau kamu takut sama kucing (misal, ya)” “nggak apa-apa, kata mamaku, sekarang aku gendut karena aku lagi tumbuh. besok kalo aku sudah besar, aku akan jadi anak yg cantik” dsb. Galilah setiap sisi positif yg bisa Anda dapatkan (tanpa memojokkan anak lain) dan fokuskan disana.
      Kedua, Anda juga bisa mengatakan padanya bahwa “tidak semua teman itu ngerti lho kalau punya badan gendut itu sehat. kadang-kadang memang ada teman yg suka mengejek, tapi, biarkan saja. kakak tidak usah dengarkan, biar nanti ibu guru yg bilang.”. Intinya, pahamkan bahwa memang ada beberapa manusia yg tidak bisa menghargai orang lain. Lalu dorong si kecil untuk menjadi anak yg baik hati dan pemurah. Boleh saja Anda menyiapkan bekal si kecil dengan modifikasi yg lucu-lucu, kemudian ajak si kecil untuk membaginya pada teman-temannya yg lain. Biasanya, anak-anak kecil akan mudah berteman kembali jika mereka mau berbagi.
      Ketiga, libatkan guru kelas, kepala sekolah, dan teman-temannya untuk mau membuatnya bersekolah lagi. Serta ingatkan padanya tentang hal-hal seru yg akan didapatnya di sekolah nanti.
      Keempat, Anda bisa membacakannya literatur atau cerita-cerita yg mengandung motivasi, atau tokoh tertentu yg berhasil dan sukses meski badannya besar/gendut.

  27. rizal /

    selamat siang bunda,
    saya mempunyai masalah dengan adik laki-laki saya. dia saat ini sudah berumur 13 tahun sekolah smp kelas 1. dia tidak naik kelas ketika SD karena dia suka bolos. sudah sampai masuk smp pun dia masih suka bohoong,berangkat sekolah tapi malah main keluar bersama teman2nya. malah saat ini jika dia terus bolos,dia akan dikeluarkan oleh sekolahnya. kami sebagai keluarga sudah melakukan berbagai cara dari pendekatan secara personal ke dia baik itu cara yang baik-baik atau secara tegas. akan tetapi adik saya tidak ada perubahan. malah sekarang adik saya suka mengancam ke orang tua,kalau keinginannya tidak terpenuhi dia akan berhenti sekolah total. dia memang suka di manja sama orang tua, apa2 selalu diturutin karena orang tua berfikir dengan menuruti keinginannya,dia tidak akan berbuat macam2 atau bertingkah nakal. karena dia juga suka mencuri uang orang tua/saya. saya dan orang tua saya sudah kehabisan cara untuk menghadapinya. saya mohon pencerahan atau solusi yg baik bagi adik saya.

    • bunda /

      dear mas Rizal,
      terimakasih atas kunjungan Anda di portal rumahbunda.com. jawaban untuk Anda akan kami kirimkan melalui email. terimakasih.

      • saya tunggu email nya bun, terima kasih

        • mas rizal, saya sudah pernah email langsung untuk jawabannya. tetapi gagal, mailer daemon. jika berkenan, silakan mengirim email kosong ke email saya untuk saya forward kembali : missrain.icha@gmail.com. terimakasih

          • bun, itu alamat email baru saya. saya tunggu emailnya bun. terima kasih

  28. pamungkas /

    anak kami usianya 3,6 tahun, saya dan istri saya bekerja di perusahaan swasta, pulang kerja minimal jam 5 sore. dengan kondisi yang demikian akhirnya anak kami, kami masukkan di PAUD dari jam 8 samoai dengan jam 10, kemudian dari jam 10 sampai dengan jam 17 di tempat penitipan anak, namun beberapa bulan terakhir ini anak kami sering menangis. setiap dianter ke PAUD menangis minta dianter ke penitipan anak, namun begitu dianter ke penitipan anak menangis minta dianter ke PAUD..mhn sarannya…terimakasih

    • Dear pak Pamungkas, perlu dicaritahu terlebih dahulu mengapa si kecil tiba-tiba mogok sekolah. Faktor-faktor penyebabnya banyak sekali, karena itu orangtua harus benar-benar memahaminya. Atau bisa jadi, si kecil sedang masanya ingin menghabiskan banyak waktu bersama Anda dan mamanya. Karena itu, saya sarankan untuk senantiasa meluangkan waktu Anda berdua setiap harinya untuk mengajak si kecil bermain bersama, bercerita, dan belajar bersama. Setiap akhir pekan, gunakan waktu tersebut benar-benar untuk si kecil. Mengajaknya berkebun, main di taman, membuat kreativitas, memasak bersama, dsb. Anda juga bisa meluangkan waktu Anda sebelum dan setelah pulang kantor. Misalnya, 1/2 jam setiap pagi sebelum Anda ke kantor dan si kecil sekolah, luangkan waktu untuk mengajarinya menggambar atau membuat mainan sederhana (origami, dsb) yg bisa ia bawa ke sekolah untuk ditunjukkan pada gurunya. Meski sederhana, hal tersebut membuatnya merasa memiliki Anda. Kemudian di malam hari, 1 jam saja setelah makan malam, tinggalkan sejenak pekerjaan Anda, dan ajak si kecil membaca buku cerita, bermain puzzle, atau melihat video kesukaannya. Intinya, selalu luangkan waktu untuk mencurahkan perhatian Anda berdua kepadanya, agar jangan sampai si kecil merasa terabaikan. Semoga bermanfaat.

  29. Titik Widayati /

    Bun sy mau nanya, tahun ini anak saya umur 6th pas desember ini,dia duduk di TK B, kbtln dia baru di sekolahnya yg sekarang krn TK A nya disekolah lain kami pindahan dari luar kota, waktu TK A anak saya gk ada masalah, dia anak yg mandiri dan prestasi sekolahnya bagus, tp di sekolah barunya ini dia agak rewel sekolah, pas sy tanya dis bilang tidak suka sekolah disitu sbb gurunya galak dan suka menghukum untuk mslh2 yg sepele, sy udah coba ajak gurunya komunikasi tp kaya’nya susah, mau sy pindah sekolah jg ssh sbb ini sudah 1 semester, gmn ya bun baiknya

    • Ibu Titik, memang cukup sulit ya jika dihadapkan dengan masalah yang “nanggung” seperti ini. Apalagi tinggal 1 semester. Meminta anak untuk bersabar, tapi rasanya kasihan. Apalagi jika sudah jelas-jelas kita melihat bahwa guru kelasnya kurang bisa diajak komunikasi dan kurang disukai oleh murid. Yang ada justru belajar menjadi tidak enjoy dan membuat malas. Betul?
      Kalau saya pribadi, jika memang guru kelas sudah tidak bisa diajak komunikasi, saya akan minta saran dari kepala sekolah terkait. Tapi, jika masalah tidak juga bisa terselesaikan dengan bantuan kepala sekolah, maka langkah yg saya ambil adalah mengeluarkannya dari sekolah tersebut.
      Pertama, yg saya ketahui adalah tidak ada syarat memiliki ijazah TK untuk masuk SD. Jadi, bahkan meski si kecil tidak TK pun, tidak mengapa. Kita bisa mengajarinya sendiri di rumah dengan metode yg lebih mendidik. Atau bisa mencari sekolah lain yg bisa menerima murid pindahan di tengah tahun. Ada kok beberapa sekolah yang fleksibel, selama murid bisa mengikuti proses pembelajaran disana, atau bisa mengejar ketertinggalan di semester sebelumnya. Meski memang, resikonya biaya sekolah tetap membengkak.
      Kedua, kita jelas tidak bisa meminta anak-anak untuk “bersabar” menghadapi gurunya yg galak dan suka menghukum. Karena faktor errornya ada di pihak guru tersebut, ini menurut saya ya. Jalan terbaik adalah menghindarkan anak dari guru yg demikian, agar tidak berimbas pada semangat belajarnya.

  30. Bun,sy mau tanya,umur anak sy 3 th 3 bln. sudah 3 hari anak sy sekolah PAUD, waktu hari pertama masuk sekolah dia mau mengikuti kelas.Saya pun kerja dan saya pesankan neneknya untuk anak waktu istirahat dan menungguinya.Tetapi mungkin neneknya telat untuk datang waktu istirahat.Waktu jam istirahat dia menangis mungkin dilihatnya tidak ada yang menungguinya karena memang neneknya telat datang waktu istirahat.Hari kedua dan selanjutnya, dia mau sekolah diantar sy dan bapaknya, tetapi sewaktu mau masuk kelas dia malah tidak mau masuk kelas, hanya bermain saya dengan permainan yang ada di PAUD.Sewaktu sy ajak dan gurunya masuk kelas malah dia menangis minta pulang.Bagaiman ya Bun mengatasi agar anak sy mau masuk kelas.Mohon sarannya.Karena kalaupun dia dirumah hanya main saja dan sy pun berinisiatif untuk menyekolahkannya biar agar ada ilmu yang diperolehnya darapada bermain trus.

  31. Mau sharing dan minta pendapat bunda nih, Bunda sya punya anak kelas 5 SD laki-laki usia 11 th, . Dan waktu sd kelas 1 gurunya sabar, telaten, dan datanglah dia naik kelas 2 sd, gurunya terkenal galak hingga ketika hari kedua di kelas 2 dia sedang menulis tapi belum selesai datanglah sang guru membawa penggaris dan menggebrak meja anak saya dengan penggaris dengan disertai kata-kata anak laki laki gak boleh nangis kayak banci aja ya tentu dengan kata2 kasar Bun.. teman sebangkunya saja ikut kaget dan nangis saking takutnya. Anak sya langsung keluar kelas nangis terus muntah2, sampai rumah tasnya,bukunya semua maunya dibuang..esoknya dia bangun jam 3 dinihari terus bilang sebentar lagi aku sekolah ya ? Terus anak saya duduk di pojok kamar sambil nangis, la saya pun ya nangis bun…berlangsung semingguan bunda keadaan seperti itu, tidak mau makan hingga sakit. Seminggu itu dia tidak sekolah karena memang sudah tidak mau(sampai sekarangpun bila ketemu di jalan sama guru galak itu dia langsung pingin muntah). Kamipun memindahkan anak kami ke sekolah lain.Di sekolah yang baru (meskipun tiap berangkat muntah di sungai depan sekolah yang baru) dia sekarang sulit beradaptasi, bila ada temannya yang dimarahi dia yang takut terus keluar kelas, muntah2 maunya sama guru yang itu2 aja. Klo ada guru lain masuk dia sudah gemetar tidak konsentrasi. Dia juga bilang guru itu baiknya sama orang yang tua, klo sama anak kecil mesti galak.Semua pekerjaan di sekolah kadang tidak terselesaikan bunda, bila ujian tiba bila tidak bisa satu nomer saja sudah disobek2, anaknya jadi mudah tersinggung. Hingga kemarin kan baru selesai UAS, dia tidak mengerjakan Matematika dan bahasa daerah disobek2, gara2 teman sebangkunya nuduh dia nyontek. Pokoknya emosinya kacau bunda. Kemarin sy dipanggil kepala sekolah yang baru dan bilang kalo anak saya masih seperti ini tidak bisa naik kelas, dan anak saya ditanya apa mau pindah kesekolah lain? apa tidak suka sama sekolahnya?tapi dengan nada agak emosi bunda. Padahal menurut kepala sekolah yang lama dan psikolog yang sy datangi bila anak saya sampai tidak naik akan mengakibatkan percaya dirinya dan harga dirinya hancur lagi karena pada dasarnya sebetulnya dia sdh benci sekolah semenjak trauma akibat kegalakan guru kelas 2, dan yang ditakutkan dia tidak akan pernah mau sekolah lagi.Kadang-kadang juga gak mau sekolah,katanya enak bapak sama ibu gak sekolah, sekolah itu gak enak katanya bunda. Bagaimana ini, sya betul2 bingung apalagi skrg sdh kelas 5 ? catatan bunda anak saya benci matematika sudah saya upayakan manggil guru privat dan rencana mau ikut kumon (anaknya minta sendiri) , untuk pelajaran lain bisa malah b.inggris dia selalu dpt nilai tertinggi di kelas. Toloong Bunda bagaimana baiknya? Mumpung masih semester 1 apa yang secepatnya harus kami lakukan ? Terima kasih

    • Bunda Lia, semoga senantiasa diberikan ketegaran dan keikhlasan ya…
      Membaca kisah Anda, sedih rasanya. Karena ternyata masih banyak guru yang hanya bertitel guru, tapi sama sekali tidak memiliki jiwa pendidik yg baik. Apalagi, bila seorang guru bisa menimbulkan rasa trauma pada diri anak didiknya.
      Saya mungkin tidak bisa berpanjang lebar, bunda. Tapi jika Anda meminta saran saya, dengan melihat kondisi putra Anda yg demikian, saya akan menyarankan dan menawarkan Anda untuk mengeluarkan si kecil dari sekolah formal dan memulai homeschooling. Jadi, putra Anda bisa memilih sendiri guru mana yg ia inginkan untuk mendidiknya, dan mengambil mata pelajaran apa saja yg ia sukai. Untuk masalah ijazah, tidak perlu takut. Homeschooling itu legal, ijazahnya juga ada dari pemerintah dengan program paket A,B, C. Info lengkap mengenai homeschooling bisa Anda temukan di banyak referensi.
      Atau, bila masih ragu untuk homeschooling sendiri, Anda bisa ikutkan si kecil di homeschooling Kak Seto atau Primagama. Infonya juga banyak di internet. Memang tanggung, bunda, sudah kelas 5. Tapi, tidak ada kata terlambat untuk memulai sesuatu yg lebih baik dan mengajak si kecil untuk belajar melupakan rasa traumanya.
      Kemudian yg tidak kalah penting adalah mengatasi masa trauma itu sendiri. Saya yakin, pada dasarnya putra Anda adalah anak yg cerdas. Terbukti ia bisa mendapat nilai bahasa inggris tertinggi di kelasnya. Ini hanyalah faktor pengelolaan emosi. Dan solusi yg bisa saya berikan adalah berkonsultasi langsung ke psikolog anak, guna menangani masalah traumanya terhadap guru galak.
      Semoga bermanfaat.