Mohon maaf, selama Bulan Ramadhan, toko online RumahBunda Libur (Tutup), Buka kembali insyaallah tanggal 5 Syawwal 1438 H (29 Juni 2017)

AYAH SAMA BUNDA LAGI NGAPAIN, SIH?

Bagaimana reaksi Anda ketika si kecil tiba-tiba datang ke kamar Anda, dan “menemukan” Anda sedang bercinta dengan suami/istri Anda? Panik dan malu, tentu saja. Siapapun akan merasa begitu, meski terhadap anak sendiri.

Namun, hal pertama yang harus Anda pahami adalah bahwa aktivitas seksual, selama itu dengan pasangan yang sah dan dengan cara yang halal, bukanlah tempat dimana Anda harus merasa seperti pencuri yang tertangkap basah. Jadi, tidak perlu marah. Sikap Anda dalam menghadapi “ketidaksengajaan” ini akan menentukan langkah ke depannya.

Anak-anak memang sering kali tiba-tiba bangun dari tidurnya dan mendatangi orangtuanya di malam hari. Bisa jadi, mereka datang di saat yang “kurang tepat” alias saat Anda sedang asyik bercanda dan bercinta dengan pasangan.

Anak-anak di usia 1-2 tahun biasanya segera lupa dan bahkan tidak mempertanyakan apa yang sedang dilakukan oleh ayah dan bundanya. Sementara anak yang lebih besar, usia 3-4 tahun biasanya sudah akan mulai bertanya, “ayah sama bunda lagi ngapain, sih?”. Nah, disinilah jawaban Anda menentukan segalanya.

Ketika Anda bereaksi dengan marah dan membentak, seperti “sudah sana, tidur lagi! kamu ini masih kecil! nggak usah tanya-tanya!”, si kecil tentu akan merasa kaget dan bertanya-tanya, “memangnya ayah sama bunda kenapa? kok aku dimarahin?” dsb. Apalagi, mungkin ia menangkap desahan atau rintihan yang ia anggap sebagai “rasa sakit”. Ini bisa mengakibatkan trauma pada diri anak.

Nah, bagaimana solusinya?

1. ajak si kecil segera kembali ke kamarnya dan berikan ciuman selamat malam. Anak-anak yang lebih kecil biasanya akan segera lupa karena mereka belum memahami hal ini. Namun, jika anak Anda bertanya “bunda sedang apa tadi?”, maka mengabaikannya bukanlah solusi. Jawablah dengan bijak, “ayah sama bunda sedang sayang-sayangan. Bunda kan sayang adek, ayah juga sayang adek, nah, ayah sama bunda juga saling sayang. Yuk, bunda temani adek bobok lagi…”.

2. tunjukkan cinta Anda berdua di hadapannya. Menunjukkan rasa cinta bukan berarti mengumbar aktivitas percintaan Anda dengan seenak hati. Namun, sentuhan, ciuman di pipi, pelukan, atau kemesraan yang wajar adalah gambaran yang masih boleh diperlihatkan di hadapan anak. Jika mereka bertanya, “kok ayah sama bunda peluk-pelukan sih?”. Jawablah dengan bijak, “sama seperti ayah memelukmu karena ayah sayang padamu, ayah pun sayang sama bunda,”. Mencium pipi istri atau suami sebelum berangkat ke kantor juga merupakan kemesraan yang boleh dilihat anak. Dengan demikian, anak-anak tahu bahwa kedua orangtuanya saling menyayangi.

3. lakukan tindak pencegahan. Melihat Anda dan pasangan sedang bercinta satu kali adalah ketidaksengajaan yang termaafkan. Namun, kalau keseringan, ini berarti kesalahan ada pada diri Anda berdua. Jangan lalai menutup pintu kamar dan menguncinya sebelum Anda berdua hendak melakukan hubungan.

4. tetapkan batasan dan aturan privacy. Itulah mengapa Islam mengajarkan anak tidak boleh sembarangan masuk ke kamar orang tuanya. Selalu harus dengan sopan dan meminta ijin terlebih dahulu. Itu untuk menjaga privacy Anda dan pasangan Anda. Nah, untuk itu, sejak dini, saat anak-anak sudah mulai mengerti dan bisa dipahamkan, Anda harus menerapkan bahwa jika anak-anak ingin masuk kamar ayah dan bunda, harus mengetuk pintu dan minta ijin terlebih dahulu.

Diolah dari berbagai sumber.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *