Mohon maaf, selama Bulan Ramadhan, toko online RumahBunda Libur (Tutup), Buka kembali insyaallah tanggal 5 Syawwal 1438 H (29 Juni 2017)

SI KECIL PUN BERHAK MEMBELA DIRINYA

Moms, apa yang biasa Anda katakan pada anak-anak Anda jika mereka disakiti atau dinakali oleh teman-temannya?

Ya, sering kali kita melarang anak-anak kita untuk “membalas” atau menyuruhnya untuk mengalah saja apabila ia dipukul atau dinakali oleh saudara atau teman bermainnya. Selain untuk menghindari pertengkaran berlanjut, Anda mungkin juga takut jika si kecil malah menjadi senang memukul, yang akhirnya justru anak Anda-lah yang dicap sebagai anak nakal.

Padahal, sama halnya dengan orang dewasa, anak-anak pun memiliki hak untuk membela diri atau melakukan pembelaan ketika ia merasa disakiti atau dilanggar hak-haknya. Mudah membalas perbuatan nakal anak lain, memang kurang baik. Tapi, terus-terusan mengalah pun, lebih tidak baik lagi bagi tumbuh kembangnya di masa mendatang.

Anak-anak yang tidak pernah diajarkan tentang harga diri atau self esteem, akan tumbuh menjadi anak-anak yang rendah diri, menarik diri dari pergaulan, tidak percaya pada kemampuannya sendiri, pengecut, cengeng, malas, atau bahkan sebaliknya, ia akan menjadi anak yang egois, cenderung menindas anak-anak yang terlihat lebih lemah, pembohong, dan lain sebagainya.

Lalu bagaimana caranya?

Ajari anak Anda untuk “berhitung”. Ini adalah cara yang sangat mudah untuk menumbuhkan harga dirinya, tanpa harus membuatnya menjadi anak yang nakal.

Tanamkan padanya, jika ada teman atau saudaranya merebut mainannya, atau memukulnya, maka cegah agar anak Anda tidak langsung marah dan membalas. Tapi, tekankan padanya untuk menghitung. Satu kali, diamkan. Ia bisa mengalihkan diri dari mainan yang semula atau menjauh dari anak yang suka memukul tadi. Dua kali dipukul, diamkan lagi, tapi ajari si kecil untuk waspada. Tiga kali ia masih tetap dipukul, maka ia boleh untuk balas memukul, satu kali saja, lalu pergi untuk menjelaskan alasan mengapa ia memukul temannya pada Anda.

Anda mungkin masih takut jika “pembalasan” anak Anda akan menuai protes dari orang tua si anak yang tadi lebih dahulu memukul. Jangan takut, sebab anak Anda harus dan perlu membela dirinya. Anak Anda berhak. Dan hanya orangtua yang tidak bijak saja yang tidak mau berkaca dan melihat bahwa begitulah dunia anak-anak. Kadang bertengkar, semenit kemudian akur lagi, begitulah.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *