PERAWATAN YANG AMAN UNTUK IBU HAMIL DAN MENYUSUI

Tetap tampil cantik saat hamil? Harus dong. Bagaimana pun kondisi kita saat hamil, jangan pernah lupa untuk merawat diri agar tetap bisa tampil cantik, sehat, dan terawat. Bahkan meski kita sedang hamil pun, suami tetap layak untuk mendapatkan haknya sebagai suami, yaitu hak untuk melihat istrinya tampil cantik untuknya.

Namun, bagi ibu hamil tidak boleh sembarangan menggunakan kosmetik atau melakukan sembarang perawatan. Salah-salah, bisa berbahaya untuk janin lho, Moms!

Berikut ini adalah beberapa cara merawat kecantikan dan kesehatan yang aman untuk ibu hamil dan menyusui :

1. Minum air putih yang cukup

Pastikan bahwa kebutuhan air putih untuk ibu hamil terpenuhi dengan baik. Minimal 8 gelas untuk orang normal dan 10 gelas untuk ibu hamil dan menyusui. Manfaatnya adalah agar kulit tidak mudah kering dan kusam, serta menjaga kelembaban dan elastisitas kulit.

2. Jangan pakai baju ketat

Gunakan pakaian yang terbuat dari bahan katun agar keringat mudah terserap, dan jangan gunakan pakaian yang ketat. Hati-hati, memakai jeans atau pakaian yang ketat lainnya dapat membuat kulit iritasi. Ingat lho, kulit ibu hamil umumnya menjadi lebih sensitif daripada saat keadaan normal.

3. Gunakan kosmetik yang aman

Jika memang kosmetik terutama make up dibutuhkan, maka pilihlah kosmetik yang benar-benar aman untuk ibu hamil dan menyusui. Pilihlah kosmetik yang hipo-alergen dan ramah terhadap kulit. Hindari kosmetik yang mengandung SLF, retinol, minyak esensial, dan petroleum. Perhatikan label dan komposisi dari kosmetik yang hendak Anda gunakan.

4. Rajin bersihkan wajah

Membersihkan wajah bukan berarti harus selalu dengan facial wash atau sabun khusus. Berwudhu atau membersihkan wajah dengan waslap juga sudah cukup untuk membantu agar kulit segar kembali. Boleh juga menggunakan pelembab yang mengandung SPF agar kulit terlindungi dari sinar UV.

5. Hindari cat rambut

Meskipun belum ada bukti kuat tentang bahaya penggunaan cat rambut bagi ibu hamil, tapi tak ada salahnya untuk berhati-hati. Jangan lakukan bleaching atau pewarnaan permanen sampai usia kehamilan melewati trimester pertama. Pilihlah pewarna rambut dari bahan alami saja, atau minimal yang rendah amoniak dan peroksida. Saat hendak mewarnai rambut, gunakan pelindung tangan dan telinga agar pewarnanya tidak mengenai kulit langsung.

 

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *