MELAHIRKAN TANPA RASA SAKIT

Pertama kali yang akan muncul dalam benak kita saat mendengar kata “melahirkan” adalah rasa sakit yang luar biasa. Itu sudah menjadi hal yang umum, dan memang demikia adanya. Sebagian besar ibu merasakan sakit yang luar biasa, tak tergambarkan.

Akan tetapi, melahirkan adalah sebuah proses yang alami, sesuatu hal yang memang sudah menjadi fitrah seorang wanita. Para wanita di Jepang dan Belanda, berpendapat bahwa rasa sakit bukanlah hal yang patut dirisaukan, kebanyakan dari mereka menolak menggunakan obat-obatan penghilang rasa sakit saat melahirkan. Rasa sakit adalah bagian dari alam, demikian menurut mereka.

Berbeda halnya dengan wanita-wanita di Amerika. Sebagian besar dari mereka justru menuntut para dokter untuk memberikan obat penenang dan penghilang rasa sakit. Bagi mereka, melahirkan adalah “kesalahan alam” dan merupakan sesuatu yang menyakitkan, sangat sulit jika tanpa obat penghilang rasa sakit.

Tapi, pernahkah Anda mendengar kisah atau merasakan sendiri bagaimana melahirkan tanpa rasa sakit?

Ada beberapa wanita yang benar-benar tidak merasakan sakit pada saat melahirkan, bahkan diantara mereka tidak sadar bahwa mereka sedang dan akan melahirkan!

  • Pada Perang Dunia 1, Dr. Dick-Read mendapati seorang wanita pekerja sawah yang hendak melahirkan. Wanita tersebut, dengan bahasa yang tidak dimengerti oleh Dr. Dick, berusaha menunjukkan bahwa ia tidak takut dan tidak membutuhkan bantuan dokter. Benar saja, saat kontraksi terjadi, wanita itu sama sekali tidak menunjukkan ekspresi sakit ataupun takut, melainkan harapan. Tak lama kemudian bayinya lahir, dan sang ibu segera memutus tali pusarnya begitu bayinya menangis, dan kemudian proses itu selesai. Sang ibu menunjukkan bayinya pada Dr. Dick sambil tersenyum lebar dan penuh kebahagiaan.
  • Dalam sebuah talk show Dr. Ina May, seorang ibu menceritakan bahwa ia melahirkan bayinya pada saat ia berendam dan tidak merasakan sakit apa-apa.
  • Dr. Douglas, seorang dokter di tahun 1828 mendatangi sebuah keluarga, dimana sang ibu barus saja melahirkan pada saat ia tidur, dan baru terbangun saat anaknya yang berusia 5 tahun berteriak ketakutan melihat adik bayinya lahir.

Dr. Dick-Read, merasa tertarik dengan fenomena beragam ini. Mengapa ada wanita yang merasakan sakit sedemikian parah, namun ada juga yang tampak merasa biasa saja bahkan tidak merasakan apa-apa?

Ketertarikan ini kemudian membawanya dalam sebuah penelitian dan pengamatan, yang kemudian disimpulkan dengan bahwa rasa sakit yang sebenarnya dirasakan itu dapat diredam dengan adanya penenangan, perhatian simpatik, juga penanganan atas rasa cemas pada diri seorang wanita yang hendak melahirkan.

Genggaman tangan, sentuhan di rambut dan kepala, kata-kata lembut, support, dapat membantu wanita yang hendak melahirkan menjadi lebih nyaman, sehingga ia dapat mengatasi rasa takutnya. Kenyamanan dan ketenangan itulah yang membuat rasa sakit lebih teratasi dan dapat untuk tidak dirasakan.

Leave a Reply