Mohon maaf, selama Bulan Ramadhan, toko online RumahBunda Libur (Tutup), Buka kembali insyaallah tanggal 5 Syawwal 1438 H (29 Juni 2017)

MEMACU REMAJA ANDA MENJADI PELAJAR UNGGUL

Pada usia 4-12 tahun, gaya belajar anak mengikuti gaya belajar yang diarahkan orangtua mereka. Karena kebanyakan pada masa ini, orangtualah yang mengambil kendali utuh terhadap waktu mereka. Namun, saat anak-anak memasuki masa remaja, orangtua tidak lagi bisa terlalu mengendalikan mereka.

Anak-anak remaja ini memiliki gaya belajar sendiri. Dan tentunya sebagai orangtua, kita hanya dapat memberikan dorongan, bantuan finansial, serta menyediakan sarana prasarana yang terbaik bagi mereka. Bukan lagi mengatur dan menentukan segala sesuatunya. Pada kebanyakan kondisi, anak-anak remaja mulai mencari-cari apa yang mereka inginkan terhadap diri mereka sendiri.

Lalu bagaimana agar kita dapat senantiasa memacu dan menyemangati anak-anak remaja kita untuk dapat menjadi pelajar yang unggul intelektualitas serta iman dan taqwanya?

1. Bantu anak meluruskan niatnya dalam mencari ilmu. Ajarkan anak bahwa tujuan belajar adalah agar kita dapat mengamalkan ilmu yang didapat, bukan berbangga atas kuantitas ilmu yang dimiliki. Maka niatan itu harus karena Allah, agar Allah membantu dan memberikan kemudahan, agar kelak ilmu yang didapat itu bisa bermanfaat bagi orang banyak.

2. Pahamkan anak bahwa pelajar yang unggul adalah pelajar yang memiliki semangat yang tinggi dalam belajar dan menggapai cita-citanya. Dan pelajar yang unggul tidak terpatok pada hasil yang mereka capai, seperti rangking satu atau juara kelas. Bukan. Pahamkan bahwa yang terpenting adalah usaha yang mereka lakukan, bukan hasil yang mereka capai. Pelajar yang unggul adalah anak-anak dengan kemauan keras dan kerja keras.

3. Membantu anak memaksimalkan bakat dan minat yang ia miliki, bukan apa yang kita inginkan. Tidak rangking satu bukan berarti mereka tidak unggul. Sekalipun orangtua memiliki keinginan, orangtua boleh menyampaikannya secara bijak, tapi tidak memaksakan keinginan itu pada anak.

4. Membantu anak sekuat tenaga untuk dapat memperoleh pendidikan yang baik. Tanamkan pada anak bahwa sekolah bukanlah kewajiban, tapi kebutuhan mereka. Dengan demikian, anak-anak akan lebih merasa enjoy untuk belajar dan sekolah.

5. Menyediakan sarana dan prasarana untuk belajar mereka.

6. Berikan dan tumbuhkan rasa percaya diri pada setiap anak. Bukan menciutkannya. Setiap anak adalah istimewa. Masing-masing memiliki kelebihan masing-masing yang harus dieksplor dan dikembangkan agar dapat memberikan manfaat.

7. Berikan kepercayaan, bahwa anak Anda mampu menghadapi setiap permasalahan belajar mereka. Namun tetap terbuka jika mereka meminta bantuan Anda.

8. Tidak terlalu membatasi dalam pergaulan, tapi lebih kepada mengawasi dan memberikan arahan. Sebab para remaja ini sedang mencari jati diri mereka. Jika kita bersikap keras dan cenderung otoriter, maka mereka akan menjauh dari kita atau malah mendekat namun dengan rasa benci.

9. Ajak anak remaja untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah. Karena dengan mendekat kepada Allah, Allah akan mengabulkan dan memudahkan segala yang menjadi impian mereka.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *