Mohon maaf, saat ini kami belum dapat melanjutkan sesi sharing dan konsultasi. Silahkan konsultasikan masalah anda ke Psikolog atau ahlinya, terimakasih.

BAYI ANDA RUAM POPOK?

Sering kali para ibu berpikir untuk dapat selalu menghemat pengeluaran. Memilih barang yang serba murah, tapi mengesampingkan kulitas dan efek sampingnya. Termasuk saat memilih popok untuk bayi mereka.

Sayangnya, salah pilih popok untuk si kecil, bisa mengakibatkan si kecil mengalami ruam popok, lho! Terutama pada bagian lipatan paha, pantat, dan kemaluan. Dan jika si kecil mengalaminya, ia terlihat sangat tidak nyaman dan gampang sekali rewel. Apalagi jika air seninya mengandung bakteri, tentu si kecil akan lebih merasa tidak nyaman lagi.

Bagaimana kita mengatasi jika si kecil mengalami ruam popok?

  1. Pilih popok atau celana yang tidak menggunakan plastik. Sebab, plastik tidak membuat sirkulasi udara menjadi lancar. Akibatnya bagian pantat dan kemaluan bayi menjadi lembab dan kemerahan.
  2. Sesering mungkin mengganti popok bayi, jangan sampai terlalu lama tidak menggantinya.
  3. Jika Anda menggunakan popok sekali pakai, pilihlah popok bayi dengan kualitas yang baik, serat kapasnya bukan dari bahan daur ulang yang dibleaching, dan memiliki daya serap yang baik.
  4. Jika Anda menggunakan popok washable, pastikan Anda selalu memilihkan popok dengan kualitas terbaik dan daya serap yang baik. Ikuti aturan pemakaian dan pencucian, agar popok tersebut dapat digunakan dengan nyaman oleh bayi Anda.
  5. Gunakan krim atas anjuran dokter atau minyak zaitun saat kulit bayi kemerahan karena ruam popok. Minyak zaitun sangat baik untuk menghaluskan kulit, termasuk kulit bayi.
  6. Bersihkan area yang terkena pipis atau pup dengan sabun yang lembut. Hindari pemakaian alkohol.
  7. Disarankan untuk tidak menggunakan deterjen yang mengandung pewangi, kecuali Anda menggunakan pewangi yang memang dibuat khusus untuk pakaian bayi.
  8. Saat mencuci pakaian, pastikan telah benar-benar bersih dari sabun dan busa saat Anda membilasnya. Deterjen dapat membuat iritasi pada kulit bayi.

Semoga bermanfaat.

Add a Comment

Mohon maaf, saat ini kami belum dapat melanjutkan sesi sharing dan konsultasi. Silahkan konsultasikan masalah anda ke Psikolog atau ahlinya, terimakasih.

Your email address will not be published. Required fields are marked *