MAU BELI TREADMILL? BACA INI DULU!

Sebenarnya, dari dulu saya tipe orang yang malas berolahraga. Sering kali hanya semangat di awal, tapi setelahnya kendor, banyak membuat alasan, dan akhirnya mandek sama sekali. Entah kenapa, mood berolahraga ini tidak pernah sebaik dan serajin mood makan atau ngemil. Makanya berat badan nggak juga bisa turun, malah naik terus. Hiks.

Beberapa tahun lalu saya “merengek” minta dibelikan sepeda agar bisa biking. Ketika sudah waktunya mengganti sepeda Fafa dengan yang lebih besar, saya tertarik pada sebuah sepeda. Lalu mintalah saya pada suami untuk dibelikan juga. “Biar adik bisa ikutan sepedaan, Mas…Biar rajin olah raganya…”, kata saya. Dan terpenuhilah sepeda itu kemudian. Lalu? Iya, awalnya rajin di awal. Bahkan ke pasar pun saya rajin naik sepeda. Tapi, itu tidak bertahan lama. Sepeda itu banyak nganggur, sampai kemudian diambil alih oleh Fafa.

Saya juga ikut senam bareng teman-teman di komunitas dengan mengundang instruktur muslimah. Lagi-lagi, itu cuma semangat di awal. Selanjutnya saya lebih sering absennya daripada hadir. Apalagi kalau senamnya diiringi dengan makan bareng setelahnya. Hihihi.

Sampai kemudian, beberapa bulan lalu saya tertarik dengan treadmill. Saya pun mengutarakan keinginan saya pada suami untuk membelinya. Bermula dari postingan teman senam yang membeli treadmill dan jadi rajin lari. Suami saya juga rajin lari pagi dan saya ingin ikut serta. Tapi, saya tidak merasa nyaman jika harus lari di luar rumah. Meskipun pastinya lari atau jogging dengan tetap memakai gamis dan jilbab lebar, ya, bukan dengan baju olah raga yang biasanya ketat dan menampakkan lekuk tubuh. Tapi, tetap saja merasa tidak nyaman. Malahan sepertinya tidak nyamannya double, karena gamis tidak cocok untuk berolahraga.

Ternyata, suami saya mendukung untuk membeli treadmill. Saya memang harus olah raga. Dan beliau juga tentunya tidak ingin jika istrinya menjadi tontonan orang. Setelah searching sana-sini, akhirnya kami mendapatkan treadmill yang sesuai dengan kebutuhan kami.

Kami membeli Total Fitness TL-004 Treadmill Manual. Pengiriman langsung dari tokonya yang ada di Jogja. Fitur dari treadmill ini adalah manual treadmill, stepper, massager, twister, ropper, dan push up. Jadi, tidak hanya untuk jogging atau berlari saja. Tetapi juga multifungsi. Treadmill ini juga dilengkapi dengan display monitor yang dapat menampilkan denyut jantung, kalori, waktu, kecepatan, dan jarak berlari kita. Running area juga luas, yaitu dengan dimensi 120 x 45 x 100 cm. Harga treadmill ini adalah IDR 3.100.000 dengan biaya antar IDR.50.000 karena rumah kami berada di luar ring road.

Treadmill yang kini tinggal kenangan…

Keberadaan treadmill ini seharusnya sangat membantu hari-hari saya untuk bisa berolahraga di rumah. Tapi, sayangnya, semangat berolahraga itu tidak bertahan lama (juga). Treadmill itu pun lebih banyak saya anggurin. Lebih sering dipakai oleh suami dan anak-anak (untuk memanjat dan bergelantungan).

Agaknya, memang ada yang “salah” dengan saya. Mengapa mempertahankan semangat berolahraga itu begitu sulit? Menjadi langsing kembali rasanya seperti hanya mimpi. Astaghfirullah.

Setelah sekitar 6 bulan memiliki treadmill itu, akhirnya suami memutuskan untuk menjualnya kembali. Dan laku dengan harga yang cukup merosot dari harga belinya. Tidak apa-apa, kata suami. Kita sudah mencoba, dan semoga bisa lebih bermanfaat bagi orang lain.

Hiks. Kalimat ini tentu saja diucapkan bukan untuk menyindir saya. Tapi, saya jelas merasa bersalah. Dari sini saya belajar untuk tidak gampang meminta dibelikan sesuatu yang saya tidak yakin semangat saya akan bertahan lama untuk menggunakannya. Atau tanpa pertimbangan yang matang ke depannya, seperti yang saya lakukan tersebut.

Semoga teman-teman juga bisa mengambil ibrah dari cerita saya. Jangan ditiru. Jika memang ada keinginan membeli alat olah raga semacam treadmill atau alat fitness lainnya, pertimbangkan masak-masak terlebih dahulu: apakah ini hanya semangat di awal saja atau memang yakin bisa konsisten untuk rajin berolahraga? Pertimbangkan juga kondisi rumah, apakah cukup untuk mendapatkan tambahan alat dengan ukuran besar? Apakah aman untuk anak-anak? Lalu bagaimana dengan harga jual second?

Yang terpenting, belilah sesuatu karena benar-benar membutuhkannya. Bukan hanya karena ikut-ikutan atau karena gampang kepingin. Sayang, jika akhirnya hanya sekedar menjadi pajangan.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.