Mohon maaf, saat ini kami belum dapat melanjutkan sesi sharing dan konsultasi. Silahkan konsultasikan masalah anda ke Psikolog atau ahlinya, terimakasih.

RANGKUMAN WEBINAR HOMESCHOOLING : KURIKULUM & BAHAN AJAR HOMESCHOOLING

Yeeayyy! Bikin rangkuman webinar homeschooling lagi akhirnya. Maaf telat….karena saya kelupaan. Sepanjang hari ini saya mengingat-ingat, apa gerangan sesuatu hal yang belum saya lakukan akhir pekan kemarin. Eh, saat mengecek email, ternyata ada invite WiziQ untuk nanti malam. Ternyata daku belum menuliskan kembali rangkuman yang kemarin. Hihihi…

Kali ini yang hendak saya bagi adalah rangkuman webinar homeschooling sesi 3 : Kurikulum dan Bahan Ajar Homeschooling. Sesi ketiga ini pak Aar dan mba Lala mengajak kami membahas tentang panduan menjalani homeschooling. Termasuk di dalam bahasan ini adalah mengenai kurikulum homeschooling, baik untuk anak usia dini (preschool) maupun anak usia sekolah. Selain itu, dibahas juga sumber-sumber belajar yang bisa digunakan anak, termasuk pemanfaatan teknologi untuk homeschooling.

Berikut ini adalah hasil penangkapan saya dari webinar homeschooling sesi 3 pekan lalu.

KURIKULUM & MATERI HOMESCHOOLING

Kurikulum adalah panduan untuk proses belajar anak. Sebagai awalan, saat kita hendak memulai HS, jangan bayangkan kurikulum sebagai sesuatu yang sulit. Intinya, kurikulum itu panduan. Bagaimana isi kurikulumnya, itu tergantung model HS yang dipilih.

Biasanya, model School at Home menggunakan kurikulum. Sedangkan unschooling umumnya tidak menggunakan kurikulum. Bagi yang saat ini menjalani unschooling, tak perlu kuatir. Jalani saja yang sudah dijalani saat ini. Kalau menggunakan kurikulum, memang kita akan diajarkan step by step. Mulai dari menyusun materi, rencana kegiatan, sampai pelaksanaannya. Kalau unschooling, lebih mengacu pada minat anak. Anak sedang suka atau minat terhadap apa, ya itu yang kita perkaya sumber dan referensinya. Dalam unschooling, orangtua dituntut untuk peka. Menggunakan kurikulum biasanya memang jadi lebih terstruktur. Mau mengambil kurikulum mana saja boleh. Tapi setiap pilihan pasti punya konsekuensi. Yang patut dicatat, kita sebagai pelaku HS harus punya gambaran besar lebih dulu. Anak kita mau diapakan, diarahkan kemana, mau dibentuk seperti apa, baru pilih kurikulumnya.

Di Indonesia, kurikulum hanya ada 1, yaitu kurikulum dari diknas. Sedangkan di luar negeri, kurikulum ada banyak. Ada 2 tipe kurikulum :

  1. Paket vs Per Mata Pelajaran. Untuk yang paket sudah mencakup semuanya, yaitu semua mata pelajaran, panduan, buku latihan, termasuk sistem penilaian. Karena paket, untuk yang berbayar biasanya sangat mahal. Resikonya, kita sudah beli paket kurikulum mahal, tapi ternyata tidak cocok dengan anak kita. Sedangkan untuk yang per mata pelajaran, kita bisa memilih mata pelajaran apa yang ingin kita pacu lebih cepat sesuai dengan kemampuan dan minat anak. Tantangannya, kita harus telaten mencari sumber, panduan, dan latihan soal sendiri.
  2. Offline vs Online. Untuk yang offline di Indonesia ada, seperti dari diknas. Kalau yang online, di luar negeri ada yang free semacam Lessons Pathways.

webinar-hs3.1

Pendekatan Kurikulum :

  1. Top – Down. Dalam pendekatan ini kita dapat terlebih dulu mempelajari gagasan, mempelajari kurikulum yang ada, baru memilih yang sesuai dengan kebutuhan kita. Pendekatan ini sejatinya ideal. Tapi tidak semua praktisi bisa menjalaninya karena membutuhkan pertimbangan yang cermat sebelum dilaksanakan. Tantangannya, biasanya karena kebanyakan teori, malah jadi bingung mau apa dulu yang dilaksanakan.
  2. Bottom – up. Pendekatan ini menekankan pada menjalani good parenting/pengasuhan yang baik terlebih dahulu, gunakan checklist tumbuh kembang anak, kemudian perluas wawasan. Pendekatan ini umumnya lebih mudah untuk dijalani semua orangtua. Tapi, tantangannya biasanya jadi bingung, “mau ngapain lagi sekarang?”.

Kurikulum Anak Usia Dini :

Hampir seluruh kajian proses ini tidak bersifat akademis. Intinya adalah persiapan untuk menuju jenjang usia sekolah. Fokus utama bukan calistung, melainkan membangun kehidupan anak usia dini, seperti :

  • membangun pola hidup sehat
  • membangun kenangan bahagia
  • membangun kebiasaan dan akhlak yang baik
  • membangun kemandirian
  • membangun keterampilan sosial
  • membangun keingintahuan dan pengetahuan dasar

Kurikulum Anak Usia Sekolah :

Kajian pada proses ini umumnya sudah lebih bersifat akademis. Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh orangtua :

  • pilih panduan yang sesuai
  • lakukan kegiatan minimal harian
  • buat manajemen kegiatan & waktu luang
  • eksplorasi minat & bakat anak

PEMANFAATAN TEKNOLOGI DALAM MATERI HOMESCHOOLING

Peluang & Tantangan Teknologi/Internet

1. Peluang : Internet merupakan perpustakaan terbesar dunia. Dengan internet kita bisa mendapatkan guru dari berbagai dunia. Dan dengan internet pula kita dapat bersosialisasi tanpa batas.

2. Tantangan : Banjir informasi, membuat kita harus selektif dan dituntut untuk memiliki keterampilan dalam menggunakannya. Mudahnya akses ke arah pornografi dan kejahatan internet yang membuat kita harus waspada dan tegas dalam membuat aturan penggunaan internet.

Ragam Pilihan Materi Homeschooling di Internet

  • Sederhana (Starfall) vs Kompleks (Youtube Edu)
  • Teks (Wikipedia) vs Audio (myaudioschool) vs Grafik (infovisual.info) vs Video (TeacherTube)
  • Pelajaran (Khan Academy) vs Hobi/Minat (fotografer.net – spoonful.com)
  • Sekolah (schoolworld.tv) vs Profesional (slideshare)
  • Gratis (hotchalk) vs berbayar (teacherfilebox)

Kunci Pemanfaatan Teknologi untuk  HS :

  1. Orangtua yang kuat, tegas, dan tahu tujuan
  2. Internet literacy
  3. Membangun koridor nilai
  4. Kepemimpinan yang efektif

Keterampilan Dasar dalam Pemanfaatan Teknologi :

  • Menggunakan mesin pencari, termasuk di dalamnya mengenali kredibilitas informasi
  • Menggunakan alat komunikasi seperti email, chat messenger, media sosial
  • Mengikuti tutorial mandiri
  • Berinteraksi di forum

Materi Gratis vs Berbayar :

Melalui internet, kita bisa mendapatkan materi dan bahan ajar yang sangat banyak ragamnya untuk diaplikasikan pada anak-anak kita yang menjalani HS. Ada materi yang FREE alias gratisan, dan ada juga yang berbayar. Apa saja kah kelebihan dan kekurangan materi FREE maupun berbayar ini?

1. Gratisan : Untuk mendapatkan materi gratisan, kita membutuhkan usaha & kreativitas yang lebih, waktu yang lebih lama, kreativitas untuk mix n match materi, materi dan bahan ajar biasanya tanpa standar, dan tanpa support.

2. Berbayar : Untuk mendapatkan materi dan bahan ajar berbayar, sebenarnya lebih mudah, kita tinggal terima jadi, praktis dan hemat waktu, paket terstruktur, ada standar, dan ada support. Namun, pertimbangkan juga, biasanya tak jarang harga yang ditawarkan cukup mahal. Solusinya, jika bisa dibeli patungan, harganya bisa jatuh lebih murah. Atau manfaatkan momen diskon (kalau ini solusi dari saya, hahaha).

Pengalaman pribadi, suami saya sering memanfaatkan torrent untuk mendownload video-video edukasi untuk putri kami di rumah. Untuk software, kebetulan suami saya, mas Ebta Setiawan (owner ebsoft) malah sering ditawari banyak pembuat software untuk membuat review software mereka. Jadi, sering dapat lisensi gratis yang juga bisa dibagikan ke beberapa teman. Hihihi. Tak jarang yang kami dapatkan itu lisensi software-software terkenal dan very useful lho. Pernah juga kami mencari game edukasi, dan menemukan game yang seru seperti Crayon Physics, membelinya hanya dengan 1 dollar saja karena saat itu promo boleh bayar berapapun. Hehehe…

Bagi teman-teman yang masih ingin mengikuti webinar homeschooling di Rumah Inspirasi, masih ada waktu ! Jangan sampai ketinggalan untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat langsung dari praktisi HS yang sudah menjalaninya belasan tahun. Recommended ! Silakan kontak pak Aar dan mba Lala di Rumah Inspirasi.

Semoga bermanfaat !

 

Sumber gambar : capture dari video di http://rumahinspirasi.com/webinar-homeschooling-rumah-inspirasi/

Add a Comment

Mohon maaf, saat ini kami belum dapat melanjutkan sesi sharing dan konsultasi. Silahkan konsultasikan masalah anda ke Psikolog atau ahlinya, terimakasih.

Your email address will not be published. Required fields are marked *