KANKER SERVIKS: THE SILENT KILLER

Menurut Badan Kesehatan Dunia atau WHO, setiap hari sekitar 600 wanita di seluruh dunia meninggal karena penyakit kanker serviks atau kanker mulut rahim. Dan menurut YKI, sedikitnya 20 orang wanita Indonesia meninggal karena penyakit mematikan ini. Itu artinya, hampir setiap jam wanita Indonesia meninggal akibat kanker serviks. Dan ternyata, Indonesia adalah negara dengan insiden kanker servikas tertinggi di dunia (WHO).

Penyebab kanker serviks ini adalah karena adanya  infeksi virus HPV (human papillomavirus) atau virus papiloma manusia pada mulut rahim seorang wanita. Sebenarnya, hanya beberapa saja dari ratusan varian HPV yang dapat menyebabkan kanker. Kanker serviks ini bisa terjadi jika terjadi infeksi yang tidak sembuh-sembuh untuk waktu lama. Apalagi jika kekebalan tubuh berkurang, maka infeksi HPV akan mengganas dan dapat menyebabkan terjadinya kanker serviks. Sebaliknya, kebanyakan infeksi HPV akan hilang sendiri, teratasi oleh sistem kekebalan tubuh. Gejala kanker ini nyaris tidak bisa dideteksi pada stadium dini. Karena itulah, banyak ahli medis menyebutnya sebagai The Silent Killer.

Kanker serviks ini memiliki 4 stadium:

Stadium 1: hanya terbatas pada area serviks atau mulut rahim saja.

Stadium 2: sel-sel kanker menjalar ke rahim, tapi belum sampai dinding rahim atau bagian bawah vagina.

Stadium 3: sel-sel kanker sudah menyebar ke dinding rahim dan bagian bawahvagina.

Stadium 4: sel-sel kanker menyebah ke sekitar organ lainnya seperti kandung kemih, rektum, hati, tulang, bahkan paru-paru.

Faktor penyebab kanker serviks:

  1. sering bergonta-ganti pasangan dalam berhubungan seksual
  2. aktif berhubungan seksual sejak usia dini
  3. gemar merokok
  4. penggunaan pil KB dalam jangka panjang
  5. memakai pembalut yang mengandung bahan berbahaya
  6. terlalu sering melahirkan, terutama dalam waktu yang berdekatan

Pencegahan terhadap kanker serviks dapat dilakukan dengan program skrinning dan vaksinasi. Di beberapa negara maju, kasus kanker jenis ini sudah mulai menurun berkat adanya program deteksi dini melalui pap smear. Vaksin HPV akan diberikan pada perempuan usia 10 hingga 55 tahun melalui suntikan sebanyak tiga kali, yaitu pada bulan ke nol, satu, dan enam. Dari penelitian yang dilakukan, terbukti bahwa respon imun bekerja dua kali lebih tinggi pada remaja putri berusia 10 hingga 14 tahun dibanding yang berusia 15 hingga 25 tahun.

Selain itu, pencegahan sejak dini sebelum sampai terjangkit penyakit inipun sangat perlu. Apa saja itu:

  • menjaga pola makan yang sehat dan teratur
  • tidak melakukan hubungan seksual terlalu dini usia (sebaiknya jangan melakukan hubungan seksual di bawah usia 20 tahun karena rahim belum sepenuhnya matang)
  • tidak bergonta-ganti pasangan saat berhubungan seksual
  • memakai pembalut yang higienis dan tidak mengandung bahan-bahan berbahaya
  • memberi jarak untuk setiap kelahiran
  • tidak merokok (ingat: merokok hukumnya HARAM!)
  • bagi wanita yang aktif secara seksual, atau sudah pernah berhubungan seksual, dianjurkan untuk melakukan tes HPV, Pap Smear, atau tes IVA, untuk mendeteksi keberadaan virus HPV.

Dari berbagai sumber.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *