Mohon maaf, saat ini kami belum dapat melanjutkan sesi sharing dan konsultasi. Silahkan konsultasikan masalah anda ke Psikolog atau ahlinya, terimakasih.

MENGAPA HARUS GARAM BERYODIUM?

Meskipun setiap hari para ibu berkutat dengan kesibukan memasak di dapur, ternyata tidak semua ibu mengerti pentingnya menggunakan garam beryodium. Yah, yang ada sajalah…toh semua sama saja asinnya, begitu pikir mereka.Padahal, penggunaan garam beryodium sangat penting bagi kesehatan keluarga.

Yodium bermanfaat untuk memicu pertumbuhan otak, menyehatkan kelenjar tiroid, menyehatkan proses tumbuh kembang janin, mencerdaskan otak, dsb.

Kekurangan yodium mengakibatkan penyakit gondok, keterbelakangan mental, bayi lahir cacat, anak kurang cerdas, keguguran pada ibu hamil, dsb.

Para pakar gizi menganjurkan untuk mengkonsumsi setidaknya 6 gram atau 1 sendok teh garam perhari. Atau, jika Anda termasuk orang yang memiliki keringat berlebih, dianjurkan untuk menambah 2 sendok teh perhari.

Bagaimana jika harus mengurangi makanan bergaram? Memang, tidak semua orang boleh mengkonsumsi banyak garam. Caranya, ganti dengan makanan yang berasal dari laut seperti ikan laut, udang, atau rumput laut.

Pastikan dapur Anda memiliki garam beryodium yang sesuai dengan standar. Saat membeli garam, pilihlah garam dengan label “beryodium” yang mengandung yodium minimal 30-80 ppm. Jangan lupa, belilah garam yang memiliki nomor MD atau SP dari BPOM.

Garam yang baik adalah garam yang bersih, berwarna putih, kering, dan tidak lembab. Untuk menyimpannya, simpanlah pada wadah khusus garam, dan setiap kali pemakaian ambillah dengan sendok yang kering dan segera tutup kembali.

Dan, tahukah Anda, bahwa merebus tanpa menutup akan mengakibatkan kadar yodium hilang sampai dengan 50%. Sedangkan menggoreng dan memanggang akan mengakibatkan yodium hilang 25-35%.

Agar kadar yodium tidak terlalu banyak hilang, saat memasak, tutuplah panci. Atau, bubuhkan garam setelah Anda mengangkat masakan dari tungku.

Selamat menjadi ibu cerdas!!

Add a Comment

Mohon maaf, saat ini kami belum dapat melanjutkan sesi sharing dan konsultasi. Silahkan konsultasikan masalah anda ke Psikolog atau ahlinya, terimakasih.

Your email address will not be published. Required fields are marked *