Mohon maaf, saat ini kami belum dapat melanjutkan sesi sharing dan konsultasi. Silahkan konsultasikan masalah anda ke Psikolog atau ahlinya, terimakasih.

BERBOHONG: HANYA KHAYALAN ATAU MEMANG KENYATAAN?

Apakah Anda pernah menjumpai si kecil Anda berkata bohong? Apakah ia seringkali menceritakan hal-hal yang hanya bohong-bohongan atau hanya khayalannya saja? Apakah ia belum bisa membedakan antara khayalan dan kenyataan?

Dunia anak-anak memang dunia fantasi. Dunia penuh khayalan. Terlebih jika ada media yang semakin memperkuat daya khayal mereka. Mereka senang menceritakan berbagai hal yang ada dalam khayalan mereka. Entah itu hal-hal yang lucu, atau bahkan hal-hal yang menyeramkan seperti melihat hantu, dsb.

Membutuhkan waktu yang cukup lama untuk membuat seorang anak menerti perbedaan antara fantasi dan kenyataan. Sejak usia 4 tahun mereka telah dapat mengarang cerita, dan sering kali mereka banyak berbaring hanya untuk menenun cerita-cerita khayalan mereka.

Dan meski ini normal, tapi jika dibiarkan terus menerus, anak akan terbiasa berbohong, dan ini sangat tidak baik.

Saat Anda hendak memberitahunya atau menegurnya, hendaknya Anda memilih waktu yang tepat, dimana anak-anak sedang santai dan Anda juga sedang dalam emosi yang stabil.

Tanyakan pelan-pelan padanya, dan usahakan jangan ada nada menyudutkannya. Misalnya, “kakak, cerita yang tadi itu, siapa yang ceritain?” (bisa jadi ia mendapatkan cerita dari orang lain atau acara TV). Lalu, “menurut kakak nih, cerita seperti itu beneran nggak sih? kakak pernah lihat sendiri?”.

Kemudian, tekankan padanya, bahwa berbicara bohong atau yang tidak sebenarnya adalah sesuatu yang kurang baik. “kakak,kan kakak sekarang sudah tau ya, kalo ternyata cerita itu nggak benar. nah, kira-kira, menurut kakak, kalo cerita seperti itu lagi, baik nggak?”. Ajak mereka untuk berpikir, dan tegaskan bahwa hal tersebut akan membuat mereka tidak akan dipercaya orang.

Seorang anak juga sering melakukan “kebohongan” dengan tujuan untuk mencari perhatian dari orang dewasa atau teman-temannya. Seperti misalnya, “kamu mau nggak main sama aku? besok aku kasih coklat deh, aku punya coklat yang banyak,”.

Kebiasaan berbohong juga dapat terjadi karena rasa takut. Seorang anak yang terbiasa dimarahi atau bahkan disiksa oleh orangtuanya akan mencoba mencari perlindungan diri dengan berbagai cara. Salah satunya adalah dengan berbohong.

Dan yang tak kalah penting, mari kita koreksi diri kita. Bisa jadi, dan kasus ini rupanya sangat banyak terjadi, anak-anak terbiasa berbohong karena sering melihat atau sering dilibatkan oleh orangtuanya yang berbohong. Bagaimana mungkin kita menuntut anak-anak tidak berbohong, sedangkan kita sendiri sering secara tidak sadar ataupun sadar telah mengajari mereka berbohong?

Patut kita waspadai, bahwa jika pada usia 10 tahun ke atas, anak-anak masih saja terbiasa berbohong, bahkan frekuensinya sangat sering, hal ini jangan pernah kita abaikan atau bahkan kita anggap lucu lagi. Ini adalah sebuah kebiasaan buruk yang harus segera diatasi.

Konsultasikan dengan ahli psikologi anak, sebab ini merupakan indikasi bahwa anak memiliki permasalahan khusus.

Add a Comment

Mohon maaf, saat ini kami belum dapat melanjutkan sesi sharing dan konsultasi. Silahkan konsultasikan masalah anda ke Psikolog atau ahlinya, terimakasih.

Your email address will not be published. Required fields are marked *