Mohon maaf, saat ini kami belum dapat melanjutkan sesi sharing dan konsultasi. Silahkan konsultasikan masalah anda ke Psikolog atau ahlinya, terimakasih.

MEMBANTU ANAK MEREDAM EMOSI

Sama halnya dengan orang dewasa, anak-anak pun memiliki masa dimana mereka merasa frustrasi, marah, emosi, dan kesal. Hal tersebut bisa saja dipicu oleh gangguan dari luar, yakni orang-orang yang berada di sekelilingnya, atau hal-hal yang sulit ia lakukan sehingga ia merasa gagal. Bahkan saat bermain dengan teman-temannya pun, sering kali emosinya tersulut, hingga akhirnya timbul pertengkaran.

Bagaimana cara kita membantu anak meredam emosinya?

Ajarkan mereka untuk bernegosiasi dan berkompromi dengan orang lain. Hal ini sangat perlu bagi seorang anak, yakni untuk melatih kemampuannya menyampaikan pendapat serta melatih untuk mau mendengarkan orang lain, bahkan temannya sendiri. Sehingga anak perlu tahu, bahwa mereka tidak perlu berdebat atau adu mulut dengan anak lain yang sering kali memicu pertengkaran hebat.

Beritahu mereka bahwa mereka tidak perlu main tangan; mendorong, memukul, atau meninju temannya di saat berselisih. Bersikaplah tegas manakala Anda melihatnya begitu mudah memukul temannya di saat ia emosi. Katakan, bahwa sikap tersebut bukanlah sikap yang benar, dan Anda serta orang lain tidak akan pernah menyukainya.

Ajari mereka untuk mengatakan dengan baik dan santun alasan mengapa mereka merasa terganggu. Dan latih mereka untuk mengungkapkannya pada orang atau anak lain yang membuatnya merasa begitu. Misalnya, “maaf ya, aku nggak suka kalau kamu ambil mainanku tanpa ijin. Kalau kamu bersikap sopan, aku pasti akan meminjamkannya padamu,” dsb.

Jika anak-anak sudah mulai beradu mulut, ambillah sikap waspada. Anda bisa mengawasi sambil mengingatkan mereka; “ayo, sampaikan keinginanmu dengan cara yang baik,”. Dan jika mereka sudah mulai saling memukul, segera pisahkan anak dari anak yang lain.Minta mereka untuk menenangkan diri. Ingat, kita tidak boleh ikut emosi.

Dengarkan alasan anak dan jangan pernah memihak pada salah satu anak. Sering kali sebagai orangtua, kita memihak kepada anak sendiri saat mereka bertengkar, meski ia salah. Atau, sering kali menyalahkan anak yang lebih tua, padahal ia benar. Nah, untuk itulah orangtua dituntut untuk menjadi penengah yang bijak dan adil, tanpa memihak salah satu.

Tawarkan bantuan pada mereka untuk memecahkan setiap permasalahan. Katakan saja terus terang, bahwa terkadang orang dewasa pun butuh bantuan orang lain untuk menyelesaikan permasalahan mereka. Sehingga tidak perlu sampai bertengkar hebat. Anak-anak pun juga begitu.

Berikan pelukan dan ciuman sayang kepada mereka yang mau mengakui kesalahan, mau menahan diri, dan mau bersabar. Ini sebagai bukti bahwa Anda menghargai usaha mereka sekecil apapun itu. Penghargaan Anda akan membuat mereka untuk berjuang lebih keras lagi.

Add a Comment

Mohon maaf, saat ini kami belum dapat melanjutkan sesi sharing dan konsultasi. Silahkan konsultasikan masalah anda ke Psikolog atau ahlinya, terimakasih.

Your email address will not be published. Required fields are marked *