KE PURWOKERTO? JANGAN LUPA MAMPIR TOKO SAWANGAN NO 1 !

Purwokerto. Apa yang terlintas dalam benak Anda ketika mendengar nama kota yang satu ini? Kalau saya : M-E-N-D-O-A-N! Iya, mendoan. Tempe berbalut tepung yang digoreng setengah matang itu. Kudapan favorit khas Purwokerto yang paling ngangenin.

Purwokerto dan saya memiliki sejarah tersendiri. Purwokerto adalah kota dimana Allah mempertemukan ibu dan ayah saya semasa keduanya kuliah di kampus ternama kota tersebut, yang kemudian menikah, hingga lahirlah saya dan saudara-saudara saya. Heheu. Dan sampai saya beranjak remaja, entah sudah berapa kali saya datang berkunjung kesana. Sayangnya, setelah menikah dan punya anak, saya malah belum pernah kesana lagi.

Nah, kembali ke ikon Kota Purwokerto : mendoan dan keripik tempe. Kurang afdol jika mengunjungi kota ini tapi tidak mencicipi kulinernya yang khas.

Purwokerto punya beragam kuliner khas yang memanjakan lidah. Setidaknya, ada 4 makanan khas Purwokerto yang menjadi favorit saya jika berkunjung kesini :

  1. Tempe kripik. Tempe kripik menjadi ikon paling terkenal di kota Purwokerto. Tempe yang diiris tipis-tipis, dibalut tepung berbumbu khas, dan kemudian digoreng sampai garing. Crispy, renyah, dan gurih banget rasanya.
  2. Mendoan. Mirip dengan tempe kripik, tapi seperti namanya, mendoan digoreng “mendo” alias setengah matang. Tempe tipis yang dibalur dengan adonan tepung bumbu dan daun bawang, lalu digoreng setengah matang. Mendoan ini enaknya dimakan panas-panas dengan cocolan sambal kecap. Endeeesss banget. Lupakan diet kalau sudah makan mendoan khas Purwokerto ini.
  3. Getuk goreng. Favorit juga yang ini. Saya kurang faham proses pembuatannya, tapi makanan yang satu ini terbuat dari singkong yang ditumbuk dan diberi bumbu-bumbu tertentu dan digoreng dengan balutan tepung tipis. Jika dulu hanya tersedia varian rasa gula jawa, sekarang sudah banyak yang memvariasikannya dengan aneka rasa lainnya.
  4. Nopia. Haha, ini bukan merk HP lho ya. Ini makanan khas yang -kayaknya- cuma bisa dijumpai di Purwokerto. Makanan ini punya bahan dasar adonan gula jawa yang dibalut tepung terigu dan berbentuk agak lonjong seperti telur ayam dan kemudian dipanggang dalam oven tradisional. Tapi sekarang, tidak hanya rasa gula jawa sih. Ada aneka rasa juga untuk nopia dan mino (mini nopia) yang ukurannya lebih kecil. Makanan manis ini juga bikin gagal diet.

Keempat makanan khas Purwokerto ini (dan juga teman-temannya yang lain) bisa ditemukan di Toko Sawangan No 1 , salah satu toko pusat oleh-oleh khas Purwokerto yang dikelola oleh Budhe saya (Ibu Enny Waluyo) dan putra-putrinya.

Ingin bawa mendoan sebagai oleh-oleh? Bisa banget. Di toko Sawangan No 1 menyediakan paket mendoan mentah untuk digoreng sendiri di rumah. Terdiri dari tempe khas yang masih belum matang dan juga tepung bumbu dan sambal kecapnya.

Selain oleh-oleh khas yang masih original, di toko oleh-oleh ini juga bisa menemukan inovasi-inovasi terbaru dari beragam penganannya. Sebutlah mendoan Mr. Black dan mendoan mozarella. Mantap!

Nama toko : Toko Tempe Kripik Sawangan No 1

Alamat : JL Jend. Sutoyo, No. 23, Kedungwuluh, Kedungwuluh, Purwokerto Bar., Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53131

Contact person : 0281-639392 / 085227100200

 

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.