TRAVELLING : KE BATU MALANG & TAMAN SAFARI PRIGEN

Tahun 2015 menjelang akhir, kami pertama kalinya mengunjungi kota Batu, Malang. Sebuah pengalaman yang membuat kami ingin kembali lagi kesana. Alhamdulillah, di tahun ini Allah mengabulkannya. Dan tidak cuma berempat, tapi dalam rombongan yang lebih besar.

Karena rombongan kami cukup besar, maka pihak penyelenggara (kantor suami) menyewakan bus yang cukup nyaman. Dan ini pengalaman baru lagi untuk Fafa dan Faza melakukan perjalanan cukup jauh dengan menggunakan bus besar.

Tujuan pertama kami adalah Kota Batu, Malang. Dimana banyak sekali destinasi wisata keluarga yang bisa dikunjungi. Tapi karena kami terbagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok berkeluarga dan kelompok jomblo, maka tidak semua destinasi kami kunjungi bersama-sama. Kami memilih destinasi yang memang cocok untuk pembelajaran Fafa dan Faza.

Selecta

Kami mengunjungi Selecta lagi. Namun kali ini, kami datang lebih pagi. Kurang lebih jam 6.30 kami tiba di Selecta dan suasana masih sepi. Para karyawan masih sibuk membersihkan lingkungan, dan banyak wahana yang masih tutup. Tapi, mengunjungi Selecta yang minim orang ini menyenangkan. Benar-benar bisa menikmati asri dan indahnya Selecta. No sampah, no rokok, no selfie yang merusak tanaman. Seperti wajah asli Selecta yang indah.

Mau berenang pun bisa di jam ini. Masih sepi, kolam renang benar-benar serasa milik sendiri. Lebih terjaga juga untuk anak-anak. So, jika teman-teman ada yang mau ke Selecta, bisa pagi-pagi kesana untuk mendapatkan suasana Selecta yang asri.

Jatim Park 2

Dari Selecta, kami sarapan sesaat di sebuah rumah makan dekat Jatim Park 2. Tidak lama, kami langsung menuju Jatim Park 2 untuk mengantre tiket.

Kami datang pada saat hari kerja, dengan asumsi akan lebih sepi. Tapi ternyata, sampai disana…RAMAI SEKALIIII…! Bus-bus berdatangan membawa rombongan anak sekolah untuk berwisata akhir tahun. Antrean pun cukup panjang, dan cukup berdesakan juga disana. Tapi karena kami sudah pernah kesana sebelumnya, hal itu tidak menjadi masalah besar. Anak-anak juga cukup senang.

Jatim Park 2 masih sama indahnya seperti kala pertama kami kesana. Binatang-binatang bisa dikatakan cukup terawat. Dan sayangnya, kami tidak bisa memainkan semua wahana yang ada karena waktu yang tidak panjang dan sangat ramai hampir di semua titik.

Hotel Kusuma Agrowisata

Rombongan kami menginap di Hotel Kusuma Agrowisata, sedikit naik ke atas dari Museum Angkut. Tempatnya bagus, nyaman, asri, dan ada waterpark! Haha…Fafa dan Faza so excited melihat waterpark-nya. Walaupun nama kedua yang disebut akhirnya cuma turun di mainan pancuran air saja.

Kami mendapatkan kamar superior room triple. Dengan 1 bed ukuran besar dan 1 bed ukuran single untuk Fafa. Kamarnya nyaman, bersih, dan cukup rapi. Meski disayangkan tidak ada kulkas dan airnya kurang enak rasanya. Saya tidak tahu ada apa dengan airnya, tapi rasanya sedikit asam. Mungkin karena air gunung?

Kami menginap 2 malam disana. Cukup nyaman untuk beristirahat. Dan untuk restonya, kebetulan kami mendapatkan dua kali sarapan di sana. Dan sarapannya cukup enak dan variatif. Banyak menu yang bisa dipilih, termasuk untuk anak-anak.

Pemandangan saat sarapan pagi

Jatim Park 3 : Dino Park

Keesokan harinya, setelah anak-anak asyik bermain di waterpark hotel, kami menuju Jatim Park 3. Disana kami mengunjungi Dino Park dengan menggunakan jasa go-car. Karena bus masih membawa rombongan jomblo ke Bromo.

Awal kedatangan, Fafa sempat merasa takut karena dalam bayangannya, disini ada dinosaurus betulan seperti binatang sungguhan di Secret Zoo kemarin. Tapi setelah memasuki gerbang utama dan ada replika dinonya, ia pun tersadar bahwa dinosaurus benar-benar sudah tidak ada. Dan, saya pikir, anak laki-laki mungkin akan lebih excited tentang dinosaurus ini.

Disini kami mencoba beberapa wahana saja. Seperti jelajah 5 zaman, masuk ke ice age, dan permainan lain seperti gua laser -saya lupa namanya, tapi saya kesal karena kalah dari suami, haha-. Kunjungan kami sempat tersendat karena mendadak hujan. Dan kami menunggu hujan reda di kedai es durian. Hihihi.

Museum Angkut

Kami mengunjungi Museum Angkut dengan tujuan untuk bisa mengenalkan perkembangan transportasi dari masa ke masa pada Fafa. Namun rupanya, tempat ini agak kurang pas bagi kami dan anak-anak. Bagi pecinta fotografi, otomotif, Museum Angkut tempat yang tepat. Jadi kami hanya sebentar saja disini dan langsung kembali ke hotel.

Taman Safari Prigen

Akhir dari perjalanan kami adalah menuju Taman Safari Prigen di Pasuruan, untuk kemudian setelahnya pulang ke Jogja. Dan karena kami kesana bertepatan dengan weekend, maka bisa dibayangkan ramainya.

Memasuki area wisata Taman Safari, kami tidak turun dari bus. Kami menikmati melihat aneka satwa itu dari dalam bus. Dan…sulit digambarkan dengan kata-kata.¬†Walaupun jalanan berliku, dan deretan kendaraan mengular, tapi sangat menyenangkan.

Kami melihat harimau-harimau yang memandang malas, kumpulan singa yang malah asyik tidur, zebra-zebra yang asyik nongkrong di tengah jalan, atau monyet-monyet nakal yang malah asyik bertengger di spion.

Ada banyak wahana di Taman Safari. Namun karena kami datang sudah cukup siang, terlalu ramai, dan sudah kadung capek, kami tidak sempat masuk ke semuanya.

Kunjungan kami ditutup dengan menonton pertunjukan The Temple of Terror yang menyuguhkan alur cerita yang dramatis dan efek yang cukup canggih memikat. Sayangnya, saya tidak bisa menyimpulkan apa inti dari pertunjukan tersebut dan ada adegan yang tidak cocok untuk anak-anak. Mungkin pihak penyelenggara bisa menghapus adegan tersebut dan menyesuaikannya dengan adat ketimuran kita dan layak tonton untuk anak segala usia.

 

Gambar : Rumah Bunda

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.