BAHAYA MEMAKAI BABY WALKER

bahaya baby walker

Dulu, saat adik saya masih bayi dan mulai senang bergerak cepat, ibu saya membelikannya baby walker untuk belajar berjalan. Kata ibu, sangat lelah mengawasi geraknya yang luar biasa itu. Apalagi, ada anak lain yang lebih tua yang juga butuh diawasi setiap saat. Adik bayi saya pun tampak senang dapat melesat cepat dan menyambar ini itu. Kala itu, saya berpikir, kelak jika saya menjadi seorang ibu, saya juga akan membelikan anak saya baby walker, itu pasti akan mempermudah “kerja” saya untuk membantunya cepat berjalan.

Tetapi, sepertinya saya harus mengubah niatan saya itu. Baby walker memang sudah menjadi tradisi para ibu untuk membantu bayinya berjalan. Namun, penemuan baru-baru ini menyatakan bahwa penggunaan baby walker ternyata lebih banyak bahayanya daripada manfaatnya.

Memang, memberikan baby walker pada bayi dapat membuatnya lebih senang, serta memberikan mobilitas kepadanya. Akan tetapi, apakah keamanan bagi bayi terjamin? Dan apakah penggunaan baby walker ini benar-benar dapat membuat bayi berjalan lebih cepat?

Ternyata tidak.

Berikut adalah beberapa resiko yang menjadi fakta mengapa baby walker berbahaya bagi bayi Anda:

1. Jatuh. Sebuah penelitian mengemukakan bahwa di negara maju, hampir 90% dari kecelakaan saat bayi menggunakan baby walker adalah jatuh, baik itu jatuh terjungkal di lantai datar maupun jatuh terjungkal di tangga. Ini tentunya sangat berbahaya bagi bayi Anda, karena dapat menyebabkan patah tulang dan cedera kepala berat, atau bahkan parahnya, kematian.

2. Tersandung dan terjepit. Usia bayi tentu belum dapat mengontrol kecepatan geraknya. Ketika ia merasa senang karena ia dapat bergerak dengan sangat cepat, maka biasanya mereka akan mencoba “unjuk gigi” tanpa mempertimbangkan bahwa daerah tempatnya bergerak banyak terdapat benda-benda berserakan yang dapat membuatnya tersandung. Atau, ketika ia bergerak sangat cepat, ia bisa terjepit oleh baby walkernya sendiri.

3. Terluka atau terbakar. Ketika berada di baby walker-nya, bayi tentu dapat menjadi lebih tinggi. Dengan demikian, ia dapat meraih benda-benda yang sebelumnya tidak dapat ia raih. Ia dapat menarik taplak meja dan memecahkan vas bunga, dapat menarik cangkir kopi panas yang Anda letakkan di meja, dsb.

4. Tenggelam. Ini berlaku bagi Anda yang memiliki kolam atau kolam renang di rumah. Ketika Anda lalai, bisa saja bayi Anda meluncur dengan cepat tanpa mampu mengerem lajunya sehingga jatuh ke dalam kolam dan tenggelam.

5. Lebih lambat berjalan. Kebanyakan dari kita percaya bahwa menggunakan baby walker akan membuat bayi lebih cepat berjalan. Tapi, ternyata hal tersebut dibantah oleh beberapa peneliti di Amerika. Mereka mengemukakan bahwa penggunaan baby walker justru dapat memperlambat bayi berjalan selama beberapa minggu dibandingkan bayi yang belajar berjalan secara alami. Mereka juga mengemukakan bahwa perkembangan motorik dan mental anak-anak dengan baby walker ternyata lebih lambat daripada anak-anak yang berjalan dengan cara alami. Selain itu, baby walker ternyata dapat membuat para bayi menjadi malas belajar berjalan!

Penggunaan baby walker ini memang masih kontroversial. Sebagai seorang ibu yang sangat sibuk dengan urusan rumah tangga, apalagi ditambah jika Anda bekerja, tentu tidak mudah mengurus dan mengawasi bayi Anda setiap saat. Kita selalu ingin yang praktis, selalu ingin yang mudah, dan ingin dapat menghemat energi.

Beberapa dari kita mungkin akan berkilah, “saya selalu mengawasinya” atau “saya tidak membiarkannya bergerak sendiri” atau “saya sudah memastikan tempatnya aman untuk bergerak”, dsb. Tetapi, apakah Anda dapat menjamin keselamatannya?

“Bahkan meski orangtua mengawasi, walker sangat meningkatkan kemungkinan anak jatuh, terutama di sekitar ,” kata Dr Joan Shook, kepala Layanan Pengobatan Darurat di Texas Children’s Hospital. “Hampir setengah dari anak-anak yang menggunakan baby walker terluka.” tandasnya.

Tidak ada salahnya jika kita sejenak mempertimbangkan fakta yang diberikan oleh American Academy of Pediatrics (AAP) :

  • Lebih dari 20.000 anak (bayi usia 5-15 bulan) dikirim setiap tahunnya ke Rumah Sakit karena kecelakaan akibat memakai baby walker.
  • lebih dari 34 anak meninggal setiap tahunnya sejak tahun 1973 karena menggunakan baby walker

Karena fakta inilah maka AAP mengeluarkan larangan untuk pembuatan dan penjualan baby walker dengan roda. Dan meski kini berkembang baby walker dengan model tanpa roda, atau bahkan membuat ukurannya lebih besar dari ukuran pintu normal, atau bahkan membuatnya otomatis berhenti saat salah satu roda tidak menginjak tanah, tetap saja ini belum dapat mengurangi resiko cedera pada bayi Anda.

Kita memang membutuhkan waktu serta tenaga yang lebih ekstra dalam membimbing anak belajar berjalan secara alami. Menatihnya selangkah demi selangkah, mengawasinya setiap saat ia bergerak, dsb. Melelahkan, memang.

Tapi, itulah tugas kita sebagai orangtua. Rasa lelah itu akan terbayar dengan rasa aman dan resiko bahaya yang jauh lebih kecil. Selain itu, rasa lelah kita tentu berpahala dengan keikhlasan dan kesabaran kita.

Leave a Reply