Yahoo Messenger Facebook twitter rss feed
langsing alami dengan singset wsp

PERMASALAHAN SEPUTAR TIDUR PADA BALITA

Apr 19, 12 PERMASALAHAN SEPUTAR TIDUR PADA BALITA

Bunda, berikut ini adalah beberapa permasalahan seputar tidur pada balita yang sering dihadapi oleh orangtua :

1. Anak-anak begitu sulit untuk tidur dan mereka menolak tidur meski telah tiba waktunya untuk tidur. Ada sebuah studi yang menyatakan bahwa hampir 50% anak-anak di usia 1-2 tahun selalu marah-marah bila diajak tidur. Padahal di waktu malam hari, energi dan kesabaran orangtua tentu sudah menipis karena aktivitas siang hari yang padat dan cukup melelahkan.

2. Anak-anak menuntut untuk selalu ditemani atau dikeloni atau diayun-ayun sebelum tidur. Banyak orangtua yang terbiasa mengeloni atau mengayun-ayun anaknya saat hendak menidurkan mereka. Beberapa orangtua bahkan harus keluar malam karena anak-anak tidak bisa tidur sebelum diajak berputar-putar dengan motor atau sepeda.

3. Anak-anak tidak bisa lepas dari kebiasaan-kebiasaan “unik” sebelum tidur. Misalnya, harus tidur dengan selimut atau bantal atau boneka favoritnya, memiliki kebiasaan mengeruwel-ruwel rambut atau memegang anggota badan ibu/ayah, dll.

4. Anak-anak sering terbangun tengah malam dan menangis. Tak jarang orangtua harus menggendong dan sering kali sulit bila dibujuk untuk tidur kembali.

5. Pada beberapa kasus, anak-anak mengalami insomnia, sehingga mereka baru dapat tidur saat menjelang pagi hari.

Permasalahan seputar sulit tidurnya anak-anak ini ternyata memiliki dampak yang cukup buruk bagi keduaorangtua dan orang-orang di sekitarnya. Bila orangtua atau orang-orang di sekitarnya benar-benar kekurangan waktu tidur yang efektif, ini dapat menyebabkan permasalahan psikologis dan emosi yang lain. Misalnya, menurunnya gairah seksual, emosi yang meledak-ledak (gampang sekali marah), menurunnya kualitas kerja, menurunnya nafsu makan, rasa malas untuk tinggal di rumah, serta dapat mengurangi sensitivitas sosial.

Apa sih, penyebab anakku menjadi sulit tidur dan suka terbangun malam? 

  • Ada masalah kesehatan. Misalnya, akan tumbuh gigi, alergi, biang keringat, infeksi telinga, demam, infeksi saluran kencing, sakit perut, asma, batuk kronis, dsb.
  • Lingkungan yang kurang nyaman. Misalnya, suhu atau cuaca yang terlalu panas atau dingin, tempat tidur basah, atau suara-suara berisik di sekitar rumah, dsb.
  • Masalah pertumbuhan. Umumnya, anak-anak yang baru saja memiliki kemampuan baru, seperti baru bisa berjalan, biasanya akan mengalami kesulitan tidur karena ia sedang sangat bersemangat untuk berjalan dan berlari-lari. Ia ingin selalu mencoba kemampuan barunya itu terus-menerus. Begitu juga dengan kemampuan lain yang muncul dalam masa pertumbuhannya.
  • Rasa cemas berpisah dari ibu. Jika si kecil tidak bisa berpisah dari Anda di pagi hari atau siang harinya, biasanya pada malam hari ia menjadi sulit tidur karena merasa takut ditinggal oleh Anda.
  • Mimpi buruk. Anak-anak akan menjerit dan terbangun saat ia mendapatkan “mimpi buruk” saat tidur. Biasanya, balita akan memanggil-manggil ibunya dan meminta ditemani. Bagi mereka yang belum dapat menenangkan dirinya sendiri, ini lebih sulit, karena mereka bisa menangis sepanjang malam dan menolak untuk tidur kembali karena takut mimpi buruk itu akan kembali.
  • Hal-hal baru. Ternyata, hal-hal baru dapat mengakibatkan anak-anak menjadi sulit tidur, karena pola tidurnya sendiri berubah. Lingkungan baru, misalnya. Saat ia pertama kali berkunjung ke rumah nenek atau kerabat, ia akan menjumpai lingkungan yang sangat baru sehingga ia merasa perlu untuk menjelajah. Atau bisa jadi karena hadirnya anggota keluarga baru, atau kepindahan ke rumah baru.
  • Belum cukup lelah. Anak-anak yang tidak banyak beraktivitas di siang harinya, terkadang menjadi sulit tidur atau baru dapat tidur setelah agak larut malam.
Bagaimana mengatasinya dengan bijak? 
  • Biasakan untuk menyiapkan anak saat hendak tidur, misalnya mengelap tubuhnya dengan air hangat dan mengajaknya menggosok gigi, ganti pampers atau popoknya dengan yang baru, kemudian pakaikan baju yang hangat dan nyaman.
  • Lakukan pemijatan rutin untuk menghilangkan capek dan pegalnya karena aktivitas seharian, bila perlu gunakan minyak khusus dengan aroma terapi yang nyaman dan dapat membuatnya mengantuk.
  • Anda dapat membacakan buku cerita sambil memeluknya sesaat sebelum ia tertidur. Umumnya, anak-anak sangat suka bila dibacakan buku cerita sebelum tidur. Namun jangan lupa juga untuk mengajarkannya membaca do’a-doa pengantar tidur agar ia terhindar dari mimpi buruk.
  • Hindari untuk selalu mengayun atau mengeloninya setiap hendak tidur, hindari juga kebiasaan memberinya boneka pelindung untuk menemani tidurnya. Sebelum terlambat, usahakan untuk mengurangi kebiasaan-kebiasaan tersebut, tapi jangan sampai membohonginya atau memisahkannya dari kebiasaan unik itu dengan kasar.
  • Bagi anak-anak yang sulit tidur karena kurang aktivitas, mulai saat ini berikan ia aktivitas-aktivitas yang memacu semangat dan membuatnya banyak mengeluarkan energi. Misalnya, berenang, bermain bola, dsb.
  • Kurangi pemberian makan atau minum di tengah malam. Jika si kecil masih minum dari botol, berikan air putih saja sebagai pengganti susunya.
  • Ajarkan si kecil untuk melatih diri dalam menenangkan dirinya sendiri. Misalnya, tidak perlu terburu-buru berlari ke kamarnya saat ia mulai merengek atau bergerak-gerak. Bisa jadi itu adalah usahanya untuk menenangkan dirinya sendiri.
  • Jangan lupa untuk menanamkan hal ini pada diri Anda sendiri : tidur yang tenang juga merupakan keahlian yang harus dipelajari oleh setiap anak. Maka wajar jika di awal-awal usianya ia sedang mencoba untuk menyamankan dirinya saat tidur. Maka emosi atau marah bukanlah solusi yang tepat untuk membuatnya tertidur kembali.
  • Buat komitmen dengan pasangan Anda. Misalnya, pergantian jaga saat si kecil terbangun. Ini juga untuk kebaikan Anda sendiri. Sebab mengurus anak bukan hanya semata-mata tugas Anda sebagai ibu, tapi ayah pun memiliki peran yang penting baginya.

11 Comments

  1. husein /

    terimakasih banyak atas informasinya semoga bermanfaat untuk saya dan semuanya…sekali lagi terimakasih ya RUMAH BUNDA.

  2. Bunda Sakti /

    Anak saya Sakti 15 bulan, sampai kira2 usianya 2 tahun nanti mungkin dia masih tidur 1 kamar dengan kami menggunakan boxnya, karena keterbatasan kamar di tempat tinggal kami. Biasanya saat dia mau tidur malam saya biarkan dia minum susu sambil tiduran di boxnya dan saya temanin di sebelahnya sambil menyanyikan lagu tidur atau membaca surat2 pendek. Tengah malam dia bisa terbangun 2-3 kali dan saat dia berdiri di boxnya dia bisa melihat kami di tempat tidur sebelah. Dia hanya bisa tidur lagi kalo saya kasih susu (dia kuat sekali minum susu-nya), kalau air putih dia tidak mau dan tetap menangis (kecuali kalo siang dia baru mau minum air putih). Atau seringkali di baru bisa tenang dan mau kembali tertidur kalau saya pindahkan di kasur kami. Sebelum2nya saya sudah mencoba beberapa kali untuk melatih dia tidur sendiri dengan cara membiarkan dia di kamar selama 10 menit kemudian saya tengok dia dan saya tinggal lagi dan kembali 15 menit kemudian dan seterusnya, dan selalu di hari ke 2 atau ke 3 kami menyerah karena tidak tega mendengar dia menangis sangat keras, dia bisa kuat menangis selama 1 – 1,5 jam, dan saat dia menangis dia sampai muntah2 itu yang membuat kami tidak tega. Kira2 bagaimana solusi terbaiknya yah bunda? dan sampai usia berapa anak bisa tidur satu ranjang dengan kita?
    Terima kasih sebelumnya

    • bunda /

      Bunda Sakti, sepengetahuan saya tidak ada patokan yg pasti untuk memisahkan kamar anak dengan orangtua. tapi, umumnya anak-anak mulai tidur terpisah dari orangtua saat ia mulai menemukan keberanian untuk tidur sendiri. apalagi usia sakti masih 15 bulan, umumnya anak usia seperti itu masih sangat membutuhkan kehangatan tidur bersama orangtua (dalam 1 tempat tidur).
      Tapi, Bunda bisa mulai membiasakannya secara bertahap. misalnya, singkirkan boxnya, dan ganti dengan kasur lantai (pilih yg tebal dan hangat) untuk diletakkan di samping tempat tidur Anda. jadi, saat ia terbangun malam, Anda cukup bergeser sedikit untuk menepuk-nepuknya atau memberinya susu. jangan lupa alasi dulu dengan karpet atau busa lantai agar tidak dingin. di saat ia ingin tidur dengan Anda, ia bisa merangkak naik sendiri.
      Bunda juga bisa memilihkan susu dengan kadar gula yang rendah (atau masih ASI, mungkin?) agar gigi tidak mudah rusak. Perlahan-lahan, Bunda juga bisa sedikit mengurangi takaran minum susu si kecil, misalnya menggantinya dengan madu. atau pelan-pelan membujuknya untuk mau banyak minum air putih. memang anak akan mudah rewel kalau kebiasaannya diubah, karena itu kita dituntut untuk sabar dan mau konsisten. tapi tetap ya, sesuaikan dengan usia dan kondisi anak.
      Di atas usia 2 tahun, Anda mungkin dapat menggeser posisi kasurnya sedikit lebih jauh dari jangkauan Anda. misalnya dengan memberi pemisah meja. tapi Anda tetap bisa mengawasinya. tumbuhkan juga keberanian dan kepercayaan diri pada si kecil, agar ia mau untuk tidur sendiri.
      Putri saya, Alifa 22 bulan, sampai saat ini juga masih tidur dengan kami. memang privasi kami sedikit terkurangi, tapi kami masih bisa mengalah. karena memang anak seusianya masih sangat membutuhkan orangtua untuk berada di dekatnya. tapi, perlahan-lahan sejak ia usia 17 bulan saya mulai mengurangi jatah kelonan. awalnya bertahap, saat tidur siang, saya hanya menemaninya sebentar, setelah itu ia tidur sendiri. sampai sekarang saat ia ingin tidur, saya hanya cukup mengajaknya masuk kamar, saya kecup keningnya dan membacakan doa, setelah itu ia tidur sendiri. saat malam hari, karena Alifa punya kebiasaan unik untuk memuntir-muntir rambut saya, saya biarkan sebentar, setelah itu saya duduk di tepi tempat tidur sampai ia berbalik memunggungi saya dan akhirnya tertidur sendiri. sesekali memang ia meminta untuk ditemani, itu wajar, dan saya menemaninya sampai tidur.
      Ada banyak cara, bunda. Anda bisa sharing dengan ibu-ibu lain, dan mencoba cara mana yg paling cocok untuk Anda terapkan pada si kecil. oke? semoga bermanfaat.

  3. andri rahmat s /

    anak saya tristan usia 15bulan dia biasa minta tidur jm 18.30 & selalu terbangun jm 20.30 padahal sebelum tidur sudah makan & minum susu supaya kenyang & tidur pulas tapi dia tetap saja selalu terbangun dan susah sekali untuk kembali tidurnya maunya main terus terkadang jika dia terbangun saya suka kasi dia makan & minum susu supaya kenyang dan mengantuk tapi ternyata malah sebaliknya dia sangat aktif di banding di siang hari dan biasanya kembali tidur sekitar jm 02.00 tanpa d ayun-ayun dia tidur sendiri soalnya biasanya sebelum tidur dia suka di ayun dulu,dan biasanya dia klo bangun siang sekali sekitar jm 10.30 siang sudah saya coba untuk memperbanyak main di siang hari dan tidur cuma sekali di siang hari tapi tetap saja klo malam dia selalu terbangun.saat ini anak saya belum bs jalan masih belajar baru bs berdiri sendiri dan saya lihat ad kemauan untuk melangkah tapi kadang dia masih takut cuma selangkah terus jongkok lagi apakah karna tidurnya g normal jd pengaruh untuk tumbuh kembangnya karna saat ini masih belum bs jalan, tolong gimana ya solusinya? thanks

  4. anak saya 22 bln klo malam sering mimpi nangis ampe beneran kbawa alam sadar sampai kbangun n susah tdur lg…kira2 apa penyebabnya n adakah dampak terhadap pertumbuhan n perkembangan otaknya

    • Bunda Leni, umumnya mimpi pada balita itu dipengaruhi oleh kejadian-kejadian di siang harinya saat ia bangun atau di hari-hari sebelumnya. Misalnya, ia dimarahi, atau ia merasa takut, dsb. Maka upayakan agar saat si kecil tidur, Anda mengantar tidurnya dengan cerita-cerita indah, dan doa sebelum tidur.

  5. nhiya /

    anak saya gabriel 14 bulan suka sekali tidur di lantai tanpa alas, saat tidur malam2 anak saya sering terbangun dan langsung nyari lantai. hampir tiap malam saat saya bangun anak saya sudah tidur pules dilantai dengan posisi tengkurep.sering saya akalin supaya ia tidak tidur di lantai dengan mengalasi semua lantai kamar dengan tiker, tp ia nangis dan gak mau berenti seblm ditidurin dilantai. saat tidur siang pun ia sukatidur dilantai sampi berjam2, klo saya angkat ke tempt tidur pasti bangun dan nangis.karena dirumah udara nya panas kipas angin jga 24 jam dinyalain diarahin ketembok dan berputar. karena klo gerah dikit aza anak saya langsung nangis sambil teriak2.saya khwatir klo anak saya sering2 tidur di lantai dan pake kipas angin, karena bnyak yg bilang klo anak tdur dilantai bisa mengakibat kan flek paru-paru…Apa benar klo tidur dilantai tanpa alas bisa mengakibat kn flek paru2 pd anak….???? tolong ya jawabannya, thanks.

    • Halo, ibu Nhiya…untuk penjelasan secara medis, Anda bisa konsultasi ke dokter langsung ya.

  6. mksh telah memberikan solusi cara mangatasi bobo anak yang sering bangun tengah malam.mksh google

  7. wah terima kasihnya atas info dan sarannya berguna sekali

  8. Ferlita /

    Bunda,, anak saya raisa umurnya sudah hampir 3th. Hampir setiap malam dia suka mengigau sampe nangis bahkan suka menjerit2 juga. dan anak saya juga tipe anak tantrum. saya suka kewalahan klo tantrum.y udah kambuh, semua hal untuk mengatasi anak tantrum sudah saya lakukan, seperti yg bunda jelaskan dalam tulisan yg mengenai anak tantrum. Tapi kenapa anak saya tidak berubah juga y bun? minta nasihat.y ya bun,, supaya saya bisa lebih baik lagi dalam mendidik anak,,terima kasih sebelum.y..

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>