TEMPER TANTRUM PADA ANAK
Temper tantrum adalah ledakan kemarahan yang terjadi secara tiba-tiba, tanpa terencana. Pada anak-anak, ini bukan hanya untuk mencari perhatian dari orang dewasa saja. Ketika mengalami tantrum, anak-anak cenderung melampiaskan segala bentuk kemarahannya. Baik itu menangis keras-keras, berteriak, menjerit-jerit, memukul, menggigit, mencubit, dsb.
Normalnya, tantrum (baca: marah-marah) pada anak-anak hanya terjadi sekitar 30 detik sampai 2 menit saja. Tapi, jika kemarahan berlanjut sampai pada tingkat yang membahayakan dirinya atau orang lain, maka ini bisa menjadi hal yang sangat serius.
Temper tantrum biasanya terjadi pada anak usia 1-4 tahun. Meski tidak menutup kemungkinan anak-anak yang lebih tua, bahkan orang dewasa pun pernah mengalami ledakan kemarahan ini. Dan pada dasarnya, marah-marah pada anak-anak usia 1-4 tahun adalah hal yang wajar terjadi bagi usia mereka. Kebanyakan anak-anak mengalami hal ini.
Mengapa harus marah-marah?
Temper tantrum biasa terjadi karena beberapa hal pemicu. Diantaranya adalah:
1. Frustrasi. Jangan dikira hanya orang dewasa saja yang bisa frustrasi. Anak-anak pun mengalami hal ini. Misalnya, anak-anak akan menjadi cepat marah manakala mereka tidak bisa mencapai sesuatu yang sangat mereka inginkan. Dalam artian, mereka gagal. Kegagalan memicu rasa frustrasi, dan akhirnya kemarahan itupun meledak.
2. Lelah. Anak-anak yang kelelahan, akan menjadi mudah marah. Aktivitasnya yang padat dan sedikit waktu bermain akan membuat anak-anak cepat marah dan emosi.
3. Orangtua terlalu mengekang. Sikap orangtua yang terlalu banyak mendikte dan mengekang anak, juga dapat berpengaruh bagi emosinya. Anak-anak yang merasa jenuh dengan kekangan orangtuanya, suatu saat akan mencapai titik puncak kejenuhan. Dan marah-marah adalah salah satu bentuk ledakan tersebut.
4. Sifat dasar anak yang emosional. Beberapa anak mewarisi sifat dasar emosional dari orangtuanya. Mereka ini cenderung tidak sabaran, gampang marah meski karena hal-hal kecil.
5. Keinginan tak dipenuhi. Salah satu kesalahan yang sering kali dilakukan orangtua adalah mereka begitu mudahnya membujuk anak-anak dengan iming-iming. Menangis sedikit, anak dibujuk dengan es krim atau mainan. Nah, akhirnya ini akan menjadi kebiasaan, dan anak-anak mengenali pola ini. Suatu ketika, ia memiliki keinginan akan sesuatu, ia akan menangis dan mengamuk jika keinginan tersebut tidak segera dipenuhi oleh orangtuanya.
Bagaimana mengatasinya?
Mengatasi anak-anak yang sedang mengamuk itu gampang-gampang susah. Penuh dilemma. Tapi, ada beberapa kiat yang bisa kita gunakan untuk mengatasi masalah ini.
1. Cari tahu penyebabnya. Dengan mengetahui penyebab anak-anak mengamuk, kita akan mudah menentukan langkah yang harus kita ambil dalam menghadapi mereka.
2. Jangan ikut emosi. Biasanya, orangtua akan ikut-ikutan menjadi emosi manakala anak mereka mengamuk. Orangtua bisa memukul, mencubit, dsb. Apakah itu solusi? Tidak. Anak-anak bukannya akan belajar mengatasi kemarahan mereka, tapi malah semakin menganggap orangtuanya jahat.
3. Abaikan dan ajari anak mengatasi kemarahannya. Jangan turuti semua hal yang diinginkan pada saat itu juga. Bersikap cuek dan tidak memperdulikan kemarahannya, sebenarnya adalah cara yang sangat jitu untuk membuatnya tahu, bahwa kemarahannya tidak bisa membeli keinginannya. Katakan padanya, bahwa hanya anak-anak yang menyampaikan keinginan dengan cara yang baiklah yang akan mendapatkan keinginannya itu dari Anda. Bukan dengan amukan, tangisan, bahkan berguling-guling. Sikap tegas dan konsistensi Anda dengan sikap ini akan membuatnya berlatih lebih disiplin.
4. Sudut diam. Dalam artian, bukan mengurung anak di kamar mandi atau di gudang. Tidak perlu main kunci pintu atau rantai. Cukup sediakan sebuah kursi yang Anda sebut sebagai kursi diam. Saat mengamuk, dudukkan anak disana, dan ia tidak boleh kemana-mana sampai ia bisa menenangkan diri. Boleh juga meminta anak untuk masuk ke kamarnya sendiri dan menenangkan diri. Ia boleh keluar dan kembali menyapa Anda setelah ia tenang.
Normalnya, memasuki usia 5 tahun, saat anak-anak mulai bersekolah dan bergaul dengan teman sebayanya, mereka telah mulai dapat mengatasi gejolak emosi mereka. Sesekali mungkin marah, tapi, mereka lebih bisa menahan diri. Nah, jika dalam waktu bertahun-tahun di masa sekolah mereka belum juga bisa mengatasi permasalahan ini, ini kemungkinan besar menunjukkan bahwa anak-anak bermasalah dalam emosinya. Bisa jadi, karena kesulitan belajar atau kesulitan bergaul dengan lingkungannya. Dan Anda butuh untuk berkonsultasi pada ahlinya untuk mengatasi masalah ini.















Salam kenal , bunda ..
Saya vivi , saya tertarik banget tentang mengulas tantrum ini ..
Anak saya , nathan (3thn 3bln) , emank memiliki sifat tantrum , dan setelah saya baca2 itu , benar apa kata bunda , kemungkinan besar karna suami saya suka mengiming2kan mainan kpd nathan , kdg itu juga yang buat saya pusing ketika apa yang nathan minta tidak di dapatkan , tantrumnya itu suka teriak2 & nangis Gɑ̤̈ mau berenti , emank cuma sebentar dia marah2nya ,tp anehnya , kalau dia sedang tantrum , kalau saya baik2 kasih pengertian , malah tambah menjadi teriakannya & sampai memukul saya / banting barang(kdg malah minta ijin dulu ke saya boleh banting barang ga ma?). yang membuat saya jadi kdg terpancing emosi , tak jarang suka saya pukul saking kelewatannya dia , kalau saya sudah marahhh / diamin dia , dia lgsg diam (mungkin karna takut di pukul ), Чάπĝ saya ingin tanyakan , saya awalnya mau masukkan dia playgroup saja karna dia itu gampang bersosialisasi sama anak2 seumurannya , tp wkt saya k tmpt sekolah , dia bilang blon mau sekolah.. Saya takut klo saya paksakan dia sekolah , nanti dia akan stress dlm pertumbuhannya , krn saya sehari2 24jam bersama dia slalu ..
Sebaiknya solusi yang tepat u/ anak saya sperti apa ya? Saya sudah memberi pengertian k suami tidak bole iming2in mainan / apapun .. Tolong sarannya , bunda .. Makasi sebesar2nya ..
anak aku udah 8 thn,tp msh suka ngamuk,kadang2 .klo sesuatu yg dia inginkan tdk di penuhi,kdang yg dia inginkan bkn suatu benda ,tp kdang saatnya dia belajar ,tp ttp mau nonton tv..klo di ksh masukn dgn cr halus ..kdang ttp marah…jd gmn cr mengatasinya?
Lam knl bunda.. Sy dysta ponakan q umr 2,5 th,dia tiap tidur sllu ngamuk,nangis n sring bgt trbangun,pling bbrpa mnit ja n stlh tu mnta mnum llu tdr lg,tp hal prti tu trulang trs pe tba wkt pg,jd ksian jg ortu jg ank’y mua g bs tdr nyenyak.
Kira2 pa y pnybaby bs prti tu,, tu trjdi mang sjak bayi.
Mhn saran n solusi’y.. Mksh byk sblmy.
Mudah2an artikel ini bisa membantu ya :
http://www.rumahbunda.com/baby-toddler/permasalahan-seputar-tidur-pada-balita/
mohon saran bun.
Anak saya cowok baru 8 bulan, kalo tidur malam sering terbangun trus nangis teriak-teriak, marah-marah, malahan ampe nyubitin tangannya sendiri. Abis digendong oleh siapa pun yang dia mau + dgn posisi yang dia mau dia diam lagi, kejadian ini baru terjadi seminggu ini. Ada cara gak biar dia gak ngamuk-ngamuk, kasian tetangga, suara bayi kami keras sekali.
Bantu solusi ya bun, thank’s….
Mudah2an artikel ini dapat membantu :
http://www.rumahbunda.com/baby-toddler/permasalahan-seputar-tidur-pada-balita/
Anak saya, sekarang umurnya 18 bulan. Sewaktu dia berumur 15 bulan, pernah jatuh dari tangga dan mendapat 5 jahitan di kening. Sejak kejadian itu, tantrumnya semakin parah. Sama seperti ulasan di atas, tantrumnya muncul saat dia frustrasi, tdk bisa melakukan sesuatu, Keinginan tidak dipenuhi, dan mungkin sifat dasar anak saya yg emosional, warisan dari papanya yg gampang emosi.
Anak saya sulit dinasehatin, entah karena dianya belum mengerti omongan kita atau karena dia sendirii yg susah dibilangin. Kadang bisa tanpa sebab, dia jerit2 sendiri disertai tangisan, juga menjambak rambut orang. Tadi pagi untuk pertama kalinya, kubawa dia ke sekolah playgroup. Di sana, ada anak2 sebaya dia, tapi begitu dia nampak anak2 tersebut, anakku malah mendorong dan menarik rambut mereka. Aduh… Benar2 bikin malu saya. Setelah itu, saya tegor dia, eh dia malah jerit2 sepanjang pelajaran. Anakku jerit sampai urat lehernya nongol semua. Akibatnya, sekarang suaranya sudah serak. Eh, udah serak, masih saja jerit. Di kelas itu, tidak ada anak yg menangis sampai menjerit kesettanan seperrti anak saya, rasanya sedih sekali melihat anak sayA..
Kejadian lain, kalau minta sesuatu ga dikasih, jeritan ya sampai bikin tetangga pada keluar semuA. Entah anak saya ada kelainan ga
Bunda, anak saya 2thn, sekarang suka tantrum, kalau tantrum suka membenturkan kepala ke tembok, memukul kepala sendiri, membanting barang, dll, dan akhirnya menangis. Permasalahan lain adalah, anak saya reflux, jadi kalau menangis sedikit saja, pasti muntah parah, makanan yg sudah disantapnya keluar semua, bahkan muntahnya keluar lewat hidung. Pertanyaan saya : (1) Bagaimana cara mengatasi tantrum pada anak reflux, bun, saya bingung kalau keinginan tidak dituruti, berarti membiarkan anak saya muntah2, sedangkan kalau menurutinya berarti saya tidak konsisten. (2) Bagaimana merubah sikap anak supaya saat marah tidak melukai diri sendiri maupun org lain? Mohon saran ya bun, terimakasih
halo, ibu Christine….
jika tantrum anak sudah sampai pada taraf self injury atau menyakiti diri sendiri, saya menyarankan Anda untuk berkonsultasi ke psikolog anak untuk menggali informasi lebih lanjut. apalagi untuk anak usia 2 tahun, tantrum dengan self injury ini cukup berbahaya dan membutuhkan penanganan serius.
namun jangan berkecil hati, karena usia 2 tahun adalah usia yg masih sangat muda dan Anda masih memiliki kesempatan yg sangat besar untuk mengubahnya. saran saya, latih si kecil untuk tidak selalu menuruti apa yg diinginkannya. perbaiki pola asuh dan samakan pola asuh Anda dengan ayah atau maid. pasangi alat pengaman seperti gabus lantai dan tempelkan di dinding untuk menghindari benturan keras, jauhkan segala benda yg berpotensi untuk pecah dan membahayakan, serta segera pegang tangannya jika ia mulai memukuli dirinya sendiri. satu hal yg juga penting, hindari menonton TV yg tidak layak dilihat anak-anak, bahkan kartun sekalipun. karena biasanya, anak-anak akan mencontoh apa yg ia lihat dari TV maupun lingkungannya.
mba christine, apakah anaknya msh tantrum? apakah boleh sy liput utk prog ibu dan anak di transtv? bsa hub sy di arienkawai@gmail.com tq
Anak pertama sy Ganjar 3th10bln, diusia 2th dia sudah mandiri seperti makan sendiri, gosok gigi sendiri dan setelah main selalu merapikan mainan sendiri. Tp setelah punya adik tepatnya setelah tinggal dirumah sendiri 6bln yg lalu Ganjar jd gampang sekali marah dan nangis, tak jarang sampai loncat” sambil teriak” dan sering kali saat sy menyusui adiknya dia minta susu dan harus sy yg membuatnya kalo sy jawab nanti setelah ade selesai mimik pasti langsung marah”. Ganjar tidak mengijinkan orang lain selain papa mama nya untuk gendong adiknya bahkan makan atau pergi harus bareng adiknya tp kalo sy menyusui adiknya dia selalu punya permintaan dan harus sy yg melakukan padahal sy sudah berusaha memberi pengertian padanya. Anak” memang dimanja oleh papanya meski sy sudah melarangnya. Sy minta saran soalnya kalo marah” sampai urat”nya keluar semua dan dia jg tidak mau masuk playgrup dan ngaji lg alasannya gurunya bukan mama. Sy bener” minta saran, trimakasih sebelumnya.
anak saya berumur 3th.dia sering mengalami tantrum.setelah saya baca-baca,kemungkinan karena turunan dari sifat ayahnya yang suka marah.anak saya jika marah sampai menggigit tangannya sendiri,dan membanting sesuatu barang yang dilihatnya.mohon saranya.trimakasih ya bu.
Bu…mohon bantuannya juga.anak saya umur 2 tahun 9 bulan.juga sukanya nangis teriak2 jika minta sesuatu dan tidak diperbolehkan.dan repotnya lagi kalau bukan saya , ibunya yang gendong atau melayani..anak saya akan menangis. Saya sudah melakukan dari cara halus sampai memukul.mohon bantuannya bu. Terima kasih.
klo sy pura-pura nangis ja.. dia langsung berhenti nangis langsng ciumin n belai belai saya
setelah reda br kita nasehati
Anak saya berumur 12 tahun. Dia sangat perasa. Jika tegang atau tersinggung pasti ia langsung menangis. Apalagi ia dalam proses penyesuaian di kelas 7 smp. Bagaimana mengatasi emosi itu ya bu?
Makasih bunda, masukan nya sngat berarti buat saya, karna saya jg punya anak bernama gusti pangestu, usia 3 thn 2 bln dia sering mengalami tantrum, ya gitu malah sering membantingkan diri sendiri, pukul2 kepala pake tangan/botol, semakin saya memarahi utk dia berhenti menangis, eh malah makin jdi marah nya… Mohon saran nya bunda makasih
anak saya berusia 7 tahun,kalau keinginannya tidak dituruti pasti marah2 dan seperti mau memukul saya, kalau saya peringatkan seperti tidak peduli tetep marah dan sambil bicara terus,nanti setelah agak reda marahnya nangis2 minta maaf saya,tapi ya diulangi lagi. gimana ya bun,cara mengatasinya? saya takut dia tidak bisa mengendalikan emosinya?
usia 7 tahun sudah seharusnya mulai mengerti dan belajar untuk mengendalikan emosinya ya. saran saya, ibu Nuning cobalah untuk bersikap tegas. buat peraturan yg jelas tentang reward yg akan didapatkannya dengan perbuatan yg baik, dan juga konsekuensi bila ia melanggar peraturan Anda. buatlah kesepakatan dengan anak Anda. karena di usianya, ia sudah bisa diajak diskusi lebih serius. tegaskan pula bahwa setiap keinginan tidak bisa selalu langsung dituruti. sesekali, bila Anda kewalahan dengan ledakan emosinya, Anda bisa menerapkan metode “sudut diam”. bukan berarti mengurungnya di kamar atau di kamar mandi ya. tapi, secara tegas (sekali lagi, tegas disini bukan marah ya), Anda mengatakan padanya : “kakak, sekarang masuk kamar kakak sampai kakak bisa bicara dengan baik sama mama”. beri juga pengertian padanya, bahwa meminta maaf bukan berarti kesalahan yg sama boleh diulangi lagi, tapi harus selalu diperbaiki. jangan lupa, Anda juga bisa memberinya reward jika ia berhasil menaklukkan emosinya. semoga bermanfaat.
bunda.. bayi sya berusia 8 bulan… dulunya dia selalu ceria.. suka tersenyum. tapi 1 mgg terakhir ini jadi mudah marah.. kira2 knapa ya bun? apakah ini tahap dr perkembangan?
ya, tantrum atau marah itu tahap dari perkembangan seorang anak, mba. tapi, upayakan untuk selalu tidak ikutan marah yah. tenangkan bayi Anda dan alihkan perhatiannya.
saya mempunyai anak perempuan usia 6th.anak sya baru satu.dia pemarah klo dah marah ngamuk2 dan barang2 dirumah bisa diacak2 selama klebih 30menitan.saya dah buat perjanjian klo begitu lg akan dihukum tapi tetap saja tdk tkut dg hukuman apa lg mamanya klo marah suka mukul saya.pernah ketika itu tjadi saya tidak bisa menahan air mata sampai saya berpikir ko sebegitunya anak saya,sampai saya bilang kamu tu yg lahirin mama dll.tapi besok2 ya begitu lg.bagaimana ya caranya mhadapi kaya cara diatas dah sya coba tpi msh juga. mhn pjelasannya.mksh
jadi begini, ibu Nur, jika ibu biasa menghukum atau mengancam dengan hukuman kepada anak ibu, lambat laun ia akan kebal dan tidak takut lagi terhadap hukuman tersebut. ya, pada beberapa tipe anak memang ada yg demikian. bagaimana jika dicoba dengan metode sudut diam?
ketika putri ibu mulai tantrum dan tidak bisa dikendalikan, ibu bisa memintanya untuk duduk di tangga, atau diam di kamar, atau duduk di sebuah kursi khusus yg Anda tetapkan sebagai sudut diamnya. tegaskan padanya, “kakak duduk disini sampai kakak bisa bicara dengan baik sama mama” atau “diam disini sampai kakak tenang, baru kakak boleh bicara sama mama” atau yg senada dengan itu. awal-awal putri Anda mungkin anak berontak dan menolak. tapi, tetap paksa ia berada dalam sudut diamnya sampai ia bisa tenang dan diam. setelah itu, baru Anda peluk ia dan katakan padanya bahwa untuk bicara, ia harus menggunakan kata-kata yg baik dan tidak dengan mengamuk. semoga bermanfaat.
Saya itu mempunyai tiga anak semuanya perempuan,dan yang paling besar umurnya 12 thn.yang 12thn itulah yang menjadi pertanyaan,saya ini orangnya pemarah sekecil apapun hal itu pasti saya akan memarahi anak saya,sampai sampai ank sya yang 12thn ini suka bilang”ish,berisik bawel banget sih.”saya itu kalau udh marah teriak,ngomel2 nggak karuan dan gak akan selesai kalau saya blm dpt kesibukan seperti memasak…dia(yg 12thn)pulang sore dri sklh(krna masuk siang)saya marah2hi dan sedikit mengancam untuk tidak diantarkan sklh,dia mulai menangis,dan tiba2 dia memukul,menjambak rambut,dan memukul hidungnya sendiri hingga berdarah,dan pernah jga dia berteriak”Berisik!!!”jika saya mengomel…yang saya tanyakan ada apa dgn dia?apakah itu normal?tlng dijawab saya mohon sekali…makasih..
Bunda Andi, setiap anak mengamati dan belajar banyak hal dari orangtuanya. Dan orangtua adalah contoh utama dan pertama bagi anak-anak.
Bila seorang anak begitu mudah marah dan emosi, maka itulah cerminan dari apa yg ia lihat selama ini.
Bunda tadi mengatakan bahwa bunda adalah orang yg sangat emosional dan sangat suka mengomel, sekecil apapun masalah yg Anda hadapi. Inilah kuncinya. Pertanyaannya bukan, “mengapa anak saya begitu?” tetapi, “bagaimana saya bisa mengubah keadaan ini menjadi lebih baik?” itulah tepatnya.
Saya sangat bisa memahami keadaan si sulung, dan bisa memahami mengapa ia sampai bisa menyakiti dirinya sendiri dan berteriak “berisik” kepada Anda.
Bisa jadi, si sulung merasa frustrasi, stres dengan sikap Anda yg terlalu mudah marah serta terlalu sering mengomel. Apalgi, di usianya yg sekarang, dimana ia sedang mulai memasuki masa remaja, ada gejolak-gejolak yg berbeda dengan saat ia masih kecil.
Ia tidak bisa memahami mengapa Anda begitu mudah marah, mengapa Anda begitu mudah mengomel, mengapa Anda harus selalu memarahi dan mengancamnya. Bentuk protesnya akan sikap Anda adalah dengan menyakiti dirinya sendiri.
Karena itu, Bunda, mari bersama-sama kita memperbaiki diri, agar anak-anak dapat melihat contoh yg baik dari kita. Cobalah untuk menata emosi, untuk tidak terlalu cepat dan tidak terlalu mudah mengomel, marah-marah, berteriak, dan mengancam.
Masih ada banyak cara lain untuk mengingatkan anak, mendisiplinkannya, atau…setidaknya kita bisa belajar untuk menahan diri agar tidak mudah marah. Apalagi untuk hal-hal sepele. Jangan sampai hal-hal yg kecil kita besar-besarkan hanya karena kita tidak mau menahan emosi.
Dan ketika kita mulai bisa membenahi diri, maka akan mudah anak-anak untuk kita arahkan menata emosinya.
Demikian, ibu, semoga bermanfaat.
Skrg anak saya usianya 18 bulan, namanya angel, dia anak yg aktif ga bs diam, pintar krn cepat mengerti, dan cpt meniru, mandiri sgl sesuatu ingin dia lakukan sendiri, makan sendiri, pemberani, sbnrnya dia jarang sekali rewel atau merengek meminta sesuatu, kalaupun dia merengek mnta sesuatu ga aku kasih plg nangis bentar ntr di ajak ngomong yg lain diam, tp yg jd kepikiran skrg, skrg dia sllu takut klo liat org asing yg datang ke rumah apalg rombongan, takut kalo badannya di pegang dokter saat periksa, takut jg klo di pegang sama tukang urut, nah takutnya itu nangisnya sambil ngamuk” bisa berguling” di lantai, kalo sama org yg mau pegang badannya ( dokter / tkg urut ) dia nangis ngamuk sm melawan badan nya keras bngt, kalau dirumah dia srg nangis ngamuk” smp banting” badannya gara” takut td, atau rewel krn ngantuk, atau malam hari terbangun dr tidur aduh nangis ngamuk hrs di gendong sm says aja lg mamanya sm yg lain ga mau baru bs diam, kalau saya udh kehilangan kesabarang kadang bisa marah atau kurung dia di kamar tp ga di kunci smp diaagak tenang, apakah cara saya ini salah bund? Dan bagaimana mengatasinya ? Trims
Bunda Mila, ada memang tipe anak yg ketika di rumah, ia sangat aktif, tapi begitu bertemu dengan orang asing, ia menjadi pemalu dan menarik diri. Atau pada anak seusia Angel, ia menunjukkannya dengan rasa takut dan menangis. Nah, tidak jarang pula, ada anak dengan tipe seperti itu yg menangis bahkan sampai tantrum berguling-guling karena ia sedang mencari perhatian orang-orang di sekitarnya. Jadi, bunda Mila harus mencari tahu apa penyebabnya mengapa si kecil bisa sedemikian takutnya saat bertemu dengan orang lain.
Solusinya, sering-seringlah mengajak si kecil bersosialisasi. Misalnya, Anda ajak ia pergi ke rumah tetangga atau kerabat, dan biasakan ia untuk mau bersalaman dan menyapa orang lain. Atau Anda bisa menunjukkan teman-teman seusianya yg tidak takut pada orang lain.
Ketika si kecil sedang tantrum, usahakan untuk memegang badannya bila ia menunjukkan tanda-tanda akan membanting dirinya sendiri. Alihkan perhatiannya untuk hal lain, dan upayakan untuk membantunya mengatasi emosinya sedini mungkin.
Semoga bermanfaat.
salam kenal bunda…
Putri sy baru berusia 3 tahun.setelah sy baca artikel anda sy menyimpulkan memang sepertinya putri sy suka mengalami tantrum demikian juga kata salah seorang sepupu sy yg kebetulan sedang mempelajari pengajaran anak usia dini.sy sering binggung menghadapi sikap putri sy yg suka merebut mainan milik temannya sedang mainannya tidak boleh dipinjem oleh temannya.jika dia tidak berhasil merebut mainan tsb dia jadi marah dan cenderung tidak mau kalah.segala pengertian sdh sy coba sampaikan ke dia tp putri sy selalu kekeh dgn keinginannya.dia jg sulit sekali dikendalikan.bisakah bunda memberi sy tips supaya sy bs sabar dan sukses ketika memberikan pengeertian pada putri sy.trimakasih….
Ibu Tri, anak di usia 3 tahun memang masih egosentris. Tingkat egonya masih sangat tinggi. Apa yg ada dalam pikirannya adalah semua barang adalah miliknya, ia belum memahami betul kepemilikan orang lain. Apalagi, bila didukung dengan keadaan yg selalu mengkondisikan ia sebagai pusat perhatian, seperti misalnya anak tunggal, dimanjakan, dan biasa dituruti kemauannya.
Perlahan-lahan, coba untuk terus memberinya arahan, jangan hanya di saat ia merebut mainan atau saat ia tantrum saja. Tapi di saat ia sedang duduk bersama Anda, atau bermain sendiri bersama Anda. Sesekali, ajari ia untuk membagi kue atau permen miliknya dengan teman-temannya. Usia 3 tahun juga sudah bisa diarahkan melalui tayangan edukatif atau buku bacaan ya. Jadi Anda bisa menyiasatinya melalui media, kemudian mempraktekkannya.
Selalu ada jalan untuk menjadi orangtua yg baik, insya Allah.
salam knl bunda
putra sya brumr 2 th, ia sring tantrum mengamuk guling-guling, menjerit, berteriak, trkdg memukul yg tdk tau sbbbnya pokoknya serbaslh, ktka sdg trtdr pn bbrpa saat tba2 menangis dn mengamuk kemudian meminta susu dn tdr kmbli.
ayahnya bekrja d jkt, sya d crb brsma ank sya. apkh ank sya kurg perhatian krna sya jg bkrja? mohon solusinya, trimaksh
Bunda Hafsah, selalu ada penyebab mengapa si kecil menjadi tantrum. Di samping karena usianya memang sedang masa-masanya mudah tantrum, pastilah ada sebab yg bisa memicu tantrumnya.
Karena itu, seperti jawaban saya yg sebelum-sebelumnya, identifikasi terlebih dahulu penyebab si kecil menjadi tantrum. Baru kemudian kita bisa mencari solusinya.
Kemudian, yg tidak kalah penting, masa-masa balita adalah masa dimana si kecil membutuhkan perhatian ekstra dari orangtuanya, terutama ibu. Ketika anak terlalu sering ditinggal, tanpa memberinya waktu yg berkualitas untuk bersama dengan Anda, lambat laun ia akan merasa terabaikan. Salah satu bentuk protesnya karena merasa terabaikan adalah dengan tantrum tadi. Apalagi, bila selama ini juga jauh dari ayahnya.
Karena itu, saya sarankan Anda, bila memang tidak memungkinkan untuk keluar bekerja, cobalah untuk selalu meluangkan waktu Anda khusus untuk si kecil. 1/2 jam saja di pagi hari sebelum ke kantor, Anda bisa mengajaknya bermain atau membuatkannya mainan, atau sekedar menyuapinya sambil bercerita. Kemudian setelah Anda pulang kantor, Anda bisa meluangkan kembali waktu Anda minimal 1 jam untuknya, bercerita mengenai harinya, dsb.
Jika ada waktu libur, usahakan waktu tersebut benar-benar Anda manfaatkan untuk mencurahkan perhatian Anda untuk si kecil dan keluarga Anda. lakukan kegiatan-kegiatan yg dapat membangun ikatan Anda dengan si kecil. lari pagi bersama, berenang, memasak bersama, berkebun, dsb.
Sebaik-baik tempat tumbuh dan berkembang seorang anak, adalah di sisi ibunya. Semoga bermanfaat.
saya mempunyai 2 putri yg pertama usianya 5th dan adiknya 1th11bln. saya mempunyai masalah dengan anak saya yg pertama, saat ini dia sdh sekolah tk b. dari tk a anak saya selalu nangis u sekolah tapi hanya awalnya saja (pagi hari ketika saya antar) kalau sdh belajar dia enjoy dan mau bermain dengan teman2nya serta gurunya, dari penilaian gurunya dia bisa mengikuti semua pelajaran disekolah. itu berlangsung kurang lebih 4 bulanan, selanjutnya dia mulai senang untuk sekolah. tapi ketika memasuki tk b mulai seperti tk a, dan itu berlangsung sampai sekarang. memang jarang menangis hanya merengek dan memegang baju or tangan saya dan itu membuat saya jadi stres karena sebentar lagi akan masuk sd. untuk masuk sd harus ikut tes dan rata2 orang tua diminta tidak menemani anaknya ketika tes dan akhirnya membuat saya jd pesimis. selain itu anak saya ini sekarang kalau mau apa harus dituruti berbeda ketika dia tk a yg masih mau dikasih pengertian. bunda bagaimana ya saya menghadapinya dan saya harus bagaimana terhadap anak saya ini. mohon solusinya bunda… sebelum dan sesudahnya terimakasih banyak.
Bunda Dila,
Mungkin putri Anda adalah anak dengan type yg butuh “pemanasan” terlebih dahulu. Tidak perlu cemas, karena kecemasan Anda justru akan membuatnya semakin merasa kuatir dan takut untuk memulai sesuatu yg baru.
Pertama, untuk masalah keinginannya yg harus selalu terpenuhi. Ada banyak sebab mengapa si kecil kini menjadi lebih penuntut dibandingkan sebelumnya. Bisa jadi karena pengaruh teman, televisi, lingkungan sekitar, atau bahkan kita sebagai orangtuanya. Solusinya :
- jika penyebabnya adalah pengaruh teman2 sekolah yg terbiasa memiliki sesuatu, maka jelaskan padanya dengan bijak bahwa di dalam keluarga Anda tidak terbiasa membeli barang-barang mahal, apalagi bila barang tersebut mudah rusak, atau hanya sebentar dipakai. tawarkan padanya pilihan untuk lebih baik menabung untuk membeli sesuatu yg lebih bermanfaat daripada yg ia inginkan saat itu.
- jika penyebabnya adalah TV atau iklan, Anda bisa mengganti tayangan TV dengan DVD atau komputer atau setidaknya minimalisir pemutaran TV di rumah Anda. bagaimanapun, TV lebih banyak pengaruh buruknya dibandingkan pengaruh baiknya. kemudian, karena anak-anak sangat mudah terpengaruh dengan iklan, Anda bisa mengatakan, “coba lihat, yg iklan artisnya cantik ya? tapi tahukah kamu bahwa sebenarnya artis itu dibayar supaya bilang makanan itu enak. padahal, lebih seru kan, kalau kita bisa membuatnya sendiri bersama-sama?”
- dsb.
Kedua, untuk permasalahan sulit beradaptasi di lingkungan baru untuk pertama kalinya. sebelum masuk sekolah, atau saat mendaftarkannya di sekolah baru, Anda bisa lho, mengajaknya melihat-lihat isi sekolah. melihat ruang kelas, kantin, tempat olahraga, perpustakaan, dan kenalkan ia pada guru-guru yg akan mengajarnya di kemudian hari. dengan mengenal lebih dahulu lingkungan sekolah barunya, umumnya si kecil akan lebih pede. Nah, selain itu, Anda pun bisa memberinya pengertian bahwa ketika ia ingin melanjutkan sekolah ke SD, ia harus berani sendiri. misalnya, “dulu mama waktu sekolah juga sendiri lho. kan kalau masuk SD, sudah besar, jadi harus berani sendiri. asyik lho, kita bisa belajar lebih seru, punya banyak teman. anak mama juga pemberani dan sudah besar, kan? siap deh pakai baju seragam yg beda…ini keren lho…”
Nah, bagaimana? semoga bermanfaat ya!
Saya mempunyai putri umur 2 tahun…seminggu ini dia gampang sekali mengamuk…terutama kalau dia gagal melakukan sesuatu yg dia mau …dia bisa mengamuk, menangis gak mau berhenti smp lebih dari sejam…kalau sudah marah dia gak mau didekatin siapapun termasuk saya mamanya sendiri…saya sudah menggunakan cara untuk membiarkan putri saya menenangkan dirinya sendiri, tp yg saya takutkan adakah pengaruh menangis yg lama buat dia?selain itu saya takut kalau dia tumbuh jadi anak yg gampang putus asa…mohon soliusinya bunda…terima kasih..
Bunda Sukma, salah satu penyebab anak mudah sekali tantrum adalah karena keinginannya yg belum seimbag dengan kemampuannya, sehingga ia merasa frustrasi dan putus asa. Tantrum adalah bagian yg wajar dalam perkembangan anak seusianya. Maka, saat Anda harus menghadapi si kecil yg sedang tantrum, cobalah untuk tenang dan berpikir positif terlebih dahulu. Jika Anda merasa Anda ingin marah atau sedang merasa lelah, maka buatlah diri Anda tenang terlebih dahulu dan tidak ada salahnya untuk menyingkir sesaat. Hindari mencubit atau memukul atau memberinya hukuman fisik, tapi cobalah untuk mengabaikannya. Jika kata-kata Anda tidak mau didengar olehnya, angkat si kecil ke tempat yg lebih aman agar ia tidak membahayakan dirinya sendiri dan orang lain, di kamar misalnya. Dudukkan ia di kursi kecil, katakan padanya, “kakak tenang dulu, nanti baru bilang baik-baik sama mama ya” lalu keluarlah dari kamarnya. Si kecil umumnya akan cenderung lebih tenang ketika ia menyadari bahwa ia tidak dipedulikan. Tapi, bila Anda atau orang-orang di sekitarnya justru melakukan tindakan yg membuatnya “merasa dipeduli” dengan tantrumnya tadi, umumnya dia akan lebih menjadi-jadi, alias semakin cari perhatian. Nah, jika ia sudah tenang, barulah Anda mengajaknya bicara. Kebiasaan ini akan hilang dengan sendirinya seiring dengan bertambahnya usia, jika orangtua mau dan bisa memberikan perhatian untuk membantunya meredam emosinya.
Salam Kenal Bunda,
Saya mempunyai ank laki berusia 4th, yg tergolong telat bicara…pas umur’y 3,5th alhmdulillah ank saya sudah ada sdkit perkembangn untuk bs mengucapkn bbrp kosakata tp blm bs mngucapkn mnjadi kalimat. Selain dia telat bicara ank saya jg trmasuk tantrum krn gmpang mrh dan ngamuk2 klau apa yg dia mw tdk di dapat/dikabulkn..dan terkdng kalau lg main pun tiba2 suka mrh2 smbil memukul kepala sendiri…kadang saya suka malu kalau ank saya sudah ngamuk2 dg suara keras dan loncat2 sambil memukul kepala’ya di depan umum (dilibgkungn tetangga)..karna kalau sudah pukul2 kepala yg melihat (tetangga) suka jd kaget melihat’ya krn ngeri ngeliat kpala’ya dipukul2 kencang. Kadang sya serba slh kalau ksh pengarahan atau tanya yg ank saya mw krn dia sndiri pun blm bs bicara jls… Mohon solusi’ya untuk bs mrnghilangkan tantrum’ya yg suka pukul2 kepala dg keras…trima kasih..
Bunda Narra, jawaban saya senada untuk jawaban saya kepada Bunda Sukma ya…
slam knl bunda,..
sy mempunyai seorang putri berumur 1,2 th..
sy binggung bunda apa yg di alami anak sya ini trmasuk kdlm tantrum,tp bkannya tantrum trjadi pda anak usia 2-3 th?..
?bgini bunda putri sy sejak umur 8 bln sering menjatuhkan drinya sendiri kebelakang ktika ia tdk dpt meraih bnda yg dia ingnkan.wktu itu dy bru bisa du2k sy kira itu hanya sementara dan akan hilang seiring dy tumbuh.tp bunda mkin kesini gejala yg dia tinjukan mkin mengkhawatirkan dia sering membenturkan kpalanya ketembok,memukul kpalanya sendri,menjenggut rambutnya sendri jika dia di larang sy sdh sering mencoba mengalihkannya ke hal lain tp cra ini jrang brhasil..bunda,pdahal dlm prkembangannya dia tumbuh normal dy anak yg cerdas mempunyai dya ingat yg kuat dan respon yg cepat,bnyk org yg blng klo kemampuannya di atas anak seusianya..
dia juga sering trbgun ktika malam dan menangis tiba2..mohon pnjelasannya ya bunda,sy tkut ada kjadian yg tdk diingnkn pda anak sy..
Bunda Rahma, tantrum itu bisa terjadi kapan saja, bunda. Hanya saja, cenderung meningkat saat balita berusia 2-4 tahun.
Dari apa yg saya tangkap dari kisah Anda, putri Anda mengalami tantrum mulanya karena ia merasa gagal. memang, salah satu penyebab bayi/balita tantrum adalah karena rasa frustrasi akibat kegagalan atau ketidakmampuannya terhadap sesuatu. Dan memang seharusnya si kecil mulai dilatih untuk mengontrol emosinya.
Kedua, untuk tahap usianya yg sekarang, si kecil tantrum karena ia sering menghadapi penolakan atau larangan Anda. misalnya saat ia ingin main, anda menyuruhnya makan. lambat laun bila hal ini sering terjadi, akan ada konflik batin dalam dirinya yg akhirnya meledak menjadi tantrum.
Selanjutnya, yg perlu dilakukan adalah menghindarkannya dari contoh-contoh pengekspresian emosi yg salah. seorang balita tidak akan tantrum dengan membentur-benturkan kepala ke tembok atau menjambak rambut sendiri bila ia sebelumnya tidak melihat “contoh” yg sama. Bisa jadi pengaruh TV, atau lingkungan sekitar.
Jika si kecil suka membentur-benturkan kepala, maka usahakan beri lapisan yg tebal dan lembut pada dinding atau lantai agar kepalanya tidak mengalami benturan yg keras. pindahkan barang apapun yg bisa dibanting atau melukainya.
Karena itu, saya sarankan untuk mengidentifikasi terlebih dahulu penyebab si kecil menjadi tantrum. Apakah ia frustrasi karena terlalu banyak dilarang, ataukah karena ia kecapekan, ataukah karena ia lapar, dsb. Menemukan penyebabnya, akan mempermudah Anda dalam menanganinya.
Anak saya termasuk tipe anak Tantrum..
Cara mengatasinya klo dya sdh dalam kondisi seperti itu, sya akan ajukan pilihan kepada dya..
klo dya msh ngamuk trs mka akan sperti ini atw dya plih diam maka akan sperti ini..
dari pilihan tersebut mka anak diajak utk belajar memilih n skaligus berfikir dampak mana yg lbh bnyak menumbulkan kebaikan..
terkadang anak Tantrum itu bs membwt malu qt disaat qt berada diluar rumah, tp qt hrus ttp bersbar menghdapinya smbl memberikan pilihan2 tsb..
putri saya umur 14 bulan, saya sangat khawatir dengan prilakunya yang suka membanting kepala ke belakang secara tiba2. Ketika usia 5 bulan dia sdh suka menjatuhkan diri ke belakang ketika di dudukan.
Sampai skr sih tdk ada benturan yang fatal karena saya selalu sedia bantal dimana dia duduk. Tp sejak kecil perkembangannya terlambat, duduk sendiri di usia 8 bln, jarang bersuara, kdg suka teriak tiba2. Jarang tersenyum, sering rewel, dan blom mengoceh. Klo dipanggil suka cuek dan tidak mau meniru. Saat ini dia sudah bs berdiri dgn bantuan dan jalan masih dititah. Kira2 anak sy kenapa ya bunda?? Apakah anak saya autis??
Saya bingung soalnya anak saya masih ada kontak mata.
Bunda Laura, diagnosa apakah seorang anak itu autis atau tidak, itu hanya bisa dilakukan oleh ahli. Kadang-kadang, kita melihat ciri-ciri autis pada diri anak kita, padahal sebenarnya bukan. Jika Anda merasa kuatir dan perlu melakukan cek, maka saya menyarankan untuk langsung datang kepada ahlinya.
Bayi usia 5 bulan, sering kali belum bisa duduk dengan tegak, bunda. putri saya bahkan berdiri dulu baru duduk, lho. karena itu tidak jarang ia jatuh terbanting ke belakang. tapi, bukan karena membanting diri. kelihatannya memang seperti ia membanting dirinya sendiri, tapi sesungguhnya tidak. itu karena tulangnya belum kuat untuk duduk.
Mengenai masalah keterlambatan, indikator perkembangan anak itu sifatnya sangat subjektif, bunda. kadang-kadang bahkan perkembangan yg satu dengan yg lain tidak bersamaan. misalnya, ia cepat sekali bicara tapi lambat berjalan, atau sebaliknya.
Banyak balita yg saya temui baru bisa berjalan saat usianya 18 bulan. Bisa jadi karena badannya terlalu gemuk, atau tulangnya belum kuat, atau karena balita tersebut “malas”.
Begitu juga dengan kemampuan berbicara, ada balita yg 1 tahun sudah bisa mengoceh banyak, suka tertawa dan responsif. Tapi ada juga yg tidak. Tergantung bagaimana kita menstimulasi anak tersebut sebenarnya.
Jadi, seperti saran saya sebelumnya, jika Anda kuatir, silakan datang ke ahlinya dan konsultasikan segala hal tentang anak Anda. Dan jangan lupa, jangan terlalu sering membanding-bandingkan anak kita dengan anak orang lain. Karena bagaimana anak kita tumbuh dan berkembang, itu semua bergantung pada anak kita dan cara kita sendiri dalam mengasuhnya. Semoga bermanfaat.
bunda, kasus saya sama seperti bunda christine, anak saya skrg usia 2 thn 2 bln, kenapa ya dia suka tantrum malam2 lagi tidur tau2 bangun terus nangis lama dan kalo di didiemin malah ngamuk, bentur2in kepala dan banting2 barang? kalo sudah begitu dia tidak mau digendong ataupun ditegor, saya jadi pusing, emang si ga tiap hari jarang2 kdg seminbggu sekali kdg ga sama sekali, solusinya apa ya bun? kadang ga enak sama tetangga
Bunda Merry, kondisi emosional seorang anak semakin meningkat pada usia 2 tahun. Maka, sudah menjadi hal yang umum jika anak usia 2-4 tahun sering sekali mengalami tantrum. Namun, tantrum ini umumnya akan semakin berkurang setelah kontrol fisik dan kemampuan verbalnya meningkat, ditambah dengan penanganan yg tepat dari orangtua.
Coba identifikasi terlebih dahulu, penyebab putra Anda mengalami tantrum pada saat malam hari. identifikasi tersebut akan lebih mudah karena sesuai dengan kisah Anda, anak Anda tantrum tidak setiap malam. bisa jadi, ia kelelahan, lapar di tengah malam, atau stres karena ada sesuatu hal yg dialaminya di siang hari, dsb. setelah mendapatkan petunjuk akan penyebab tantrumnya, maka penanganannya akan lebih mudah.
Jika si kecil suka membentur-benturkan kepala, maka usahakan beri lapisan yg tebal dan lembut pada dinding atau lantai agar kepalanya tidak mengalami benturan yg keras. pindahkan barang apapun yg bisa dibanting atau melukainya. peluk si kecil sambil menenangkannya tanpa harus ikut emosi, bisa jadi ia tantrum karena badannya ada yg sakit atau pegal, atau ia sedang merasa khawatir. maka pelukan ibu adalah hal yg paling ia butuhkan. jika ia masih sulit untuk diajak tidur kembali, coba tawarkan untuk membacakan cerita atau mungkin roti/biskuit jika ia merasa lapar.
Ohya, jangan lupa, untuk usia balita, pola makan itu berpengaruh pada pola tidurnya juga. balita yg pola makannya baik, maka pola tidurnya pun juga akan baik.
Untuk masalah malu dengan tetangga, saya rasa wajar kok, bunda. namanya juga punya balita. hampir sebagian besar ibu pernah mengalaminya. apalagi bila tantrumnya tidak sering. kalau perlu, mungkin Anda bisa menjelaskan kepada tetangga Anda mengenai kondisi si kecil, sekaligus sharing bila mereka bisa membantu Anda mencari solusi untuk si kecil.
demikian, semoga bermanfaat ya…
Anak laki2 umur 3,7 th,,memiliki sifat tantrum & dya jga blm lancar berbicara,hanya sepatah kata saja yg bisa dya ucapka,misalnya dia haus,dya hanya bilang “minum” bukan “ma aku haus,aku ingin minum” selain itu dya juga sering memukuli adiknya,awalnya saya pikir dya hanya cemburu kpd adiknya krn jarak mereka ber2 hanya 1,5 th. Tp semakin lama,kenakalannya srmakin menjadi,saya kasihan melihat adiknya yg terus d pukuli wlw adiknya sedang diam,saya takut akan mengganggu psikologi si adik. Dan si kaka jga suka marah & mengamuk tanpa sebab,tdk ingin berbagi dgn adik & temnnya,suka sekali merusak barang,melempar mainan,kadang suka menimpuk temannya. Saya mohon solusinya bu,sptnya saya sdh mulai ingin menyerah,dr mulai cara halus sampai kdg saya memukul & mengurungnya sdh tdk mempan lg untuknya. Apa mungkin ketrlambatannya bicara jga mempengaruhi emosionalnya,,??tas solusinya saya ucapkan terimakasih
Bunda Dewi, jangan pernah menyerah untuk selalu belajar menjadi ibu yg baik. Setiap anak adalah anugrah sekaligus ujian, dan Allah selalu menguji hambaNya sesuai dengan kemampuan hambaNya. Setuju?
Untuk permasalahan yg saat ini Anda hadapi, memang salah satu penyebab anak menjadi mudah tantrum adalah karena faktor frustrasi atas keterbatasan diri. Anak-anak dengan keterbatasan kemampuan secara fisik atau secara intelektual semua memiliki kecenderungan untuk lebih emosional. Begitu juga dengan si sulung, bisa jadi memang keterlambatannya dalam masalah verbal bisa memicu rasa frustrasi. Ia ingin mengungkapkan, tapi tidak bisa. Sehingga akhirnya yg muncul adalah gerakan tangan yg lebih cepat (memukul, menonjok, merebut, dsb) yg sebenarnya itu sebagai ganti atas peringatan “ini punyaku, jangan diambil” yg tidak mampu ia ungkapkan secara lisan. Masalah jarak kelahiran sebenarnya tidak begitu pengaruh ya. Banyak juga kok anak-anak yg selisih kelahirannya dekat dengan adiknya, tapi mereka justru bisa kompak dan saling menyayangi.
Tapi, tidak menutup kemungkinan bahwa faktor kecemburuan membuatnya menjadi lebih mudah emosi. Misalnya, ia sering melihat adiknya dilimpahi kasih sayang yg lebih ketimbang dirinya, tentu saja ia marah. Dan akhirnya, ia memukul. Kalau sudah demikian, berarti memang si sulung sedang mencoba untuk menarik perhatian Anda.
Atau terkadang anak suka memukul/menggigit/mencubit karena gemas, tapi tidak bisa mengungkapkan dengan kata-kata saja, akhirnya tangannya “maju” lagi.
Saran saya, Anda bisa konsultasi dengan psikolog anak di kota Anda untuk meminta saran sekaligus untuk mengecek apabila ada indikasi si sulung membutuhkan penanganan khusus. semoga bermanfaat.
bunda, comment saya kog ga dijawab ya? saya kan juga mau tau solusi apa yang bisa saya ambil ataupun apa yang terjadi mengenai anak saya, trims