MENSTRUAL CUP VS PEMBALUT KAIN: BAGUS MANA?

Beberapa waktu lalu, saya sempat “galau” karena haid yang berkali-kali bocor ketika menggunakan menstrual cup, meskipun tidak dalam kondisi overflowing. Padahal, sebelum-sebelumnya sudah tidak pernah bocor lagi. Kebocoran hanya saya alami ketika awal-awal pemakaian menstrual cup, dan itu hampir dua tahun yang lalu.

Saya bertanya-tanya, mengapa jadi sering bocor lagi?

Sempat berpikir, mungkin sudah saatnya saya ganti baru. Tapi, ini baru dua tahun pemakaian. Kondisi cup masih sangat bagus. Atau karena saya mengalami penurunan berat badan, sehingga perlu beralih ke ukuran yang lebih kecil (?). Entahlah. Saya pun masih menerka-nerka. Semoga di lain kesempatan saya bisa membuat ulasan mengenai ini.

Karena seringnya bocor, saya kemudian membeli pembalut kain atau menstrual pad sebagai pengganti menstrual cup sementara. Setidaknya, saya akan gunakan saat flow-nya deras di hari-hari pertama sehingga saya tidak perlu kuatir dengan kebocoran yang masih menjadi pertanyaan ini. Terlebih saat tidur di malam hari. Dan merk menstrual pad yang saya beli adalah Baby Oz dan GG.

Menemukan pembalut kain yang nyaman itu ternyata susah-susah gampang. Saya tadinya juga maju mundur mau beli. Masih khawatir jika panas dan mengalami efek ruam lagi. Ternyata, merk Baby Oz dan GG ini oke juga, lho. Saya cukup nyaman menggunakannya. Tidak panas dan alhamdulillah juga tidak ruam sebagaimana menggunakan pembalut kain biasa. Dan, dari sinilah, kemudian saya dapat membandingkan antara menggunakan menstrual cup dengan menstrual pad (pembalut kain).

Seperti yang pernah saya tulis sebelumnya, cukup memiliki 1 cup saja untuk digunakan berulang kali dengan masa pakai 5-10 tahunan. Kalau dihitung-hitung, ini jelas lebih hemat dibandingkan dengan menggunakan pembalut biasa. Selain itu, kita bisa mengurangi kontribusi kita terhadap sampah. Kekurangan yang paling saya rasakan itu ketika hari-hari pertama haid. Terutama malam hari, harus bangun untuk mengosongkan cup. Tapi, lama-lama terbiasa, sih. Menstrual cup ini saya rekomendasikan bagi wanita yang sudah menikah, terutama yang sudah pernah melahirkan. Kalau untuk yang masih gadis, jangan dulu, ya. Terlalu beresiko.

Jika menstrual cup hanya butuh 1, maka menstrual pad butuh beberapa cadangan. Kurang lebih ada 10 lembar pembalut kain yang saya miliki dengan berbagai ukuran. Karena dalam sehari, terutama di hari-hari awal haid, saya perlu berganti 4-5 kali sehari. Jadi, setelah digunakan harus segera dicuci. Nah, proses mencucinya ini, yang buat saya juga cukup sulit dan boros air juga. Kalau untuk merk Baby Oz dan GG ini saya tidak perlu memasukkan ke mesin pengering. Cukup cepat juga keringnya, kok. Pembalut kain ini saya rekomendasikan untuk teman-teman yang masih gadis atau belum menikah atau belum pernah melahirkan.

Ada yang punya pengalaman lain dengan menstrual cup dan menstrual pad? Boleh deh, sharing.

About bunda 569 Articles
Hai! Panggil saya Icha atau Bunda Fafa. Seorang perempuan biasa yang bangga menjadi istri dan ibu rumah tangga, dan ingin terus belajar untuk menjadi luar biasa dengan karya dan dedikasi. Saat ini saya berdomisili di Yogyakarta, bersama dengan suami saya tercinta, Mr. E, dan anak-anak kami, Fafa (2010) dan Faza (2014). Enjoy!

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.